POPULAR POST

Showing posts with label Kelahiran Bayi. Show all posts
Showing posts with label Kelahiran Bayi. Show all posts

Bagi Ibu Mulailah Berpikir 1000 Kali Untuk Memberi Susu Formula Pada Bayi

Susu formula selalu menjadi alternatif bagi bayi yang baru lahir untuk mendapatkan asupan nutrisi tambahan. Bahkan diantara sebagian besar ibu-ibu yang baru melahirkan agak enggan memberikan ASI pada bayinya, dengan alasan ASI-nya belum keluar atau putingnya terasa sakit ketika bayi disusui. Klik baca selanjutnya...


- portal berita pada portalku.net -

10 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Muda Trimester Pertama Tanpa Obat


Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Menjadi Sebuah Tips Penting Bagi para Bunda Yang Sedang mengandung Karena Umumnya Setiap Ibu Hamil mengalaminya. Nah Gejala Munculnya Mual Ini Sering Dinamakan Sebagai Morning Sickness. Sebenarnya Mual Di awal Kehamilan Merupakan Salash Satu Proses Peningkatan Hormon Kehamilan. Beberapa Produksi Hormon Estrogen dan progesteron Meningkat Yang Menyebabkan Perubahan Fungsi Neuron dan alat Tubuh Lainya. Nah Sebenarnya Ada Cara Mudah Mengatasi masalah Mual Di Awal Kehamilan Bahkan Ada makanan pencegah mual saat hamil YanG Cukup Ampuh. 

Jadi kalau anda Ingin Mengetahui Panduan Cara mengatasi mual dan pusing saat hamil silakan Langsung Baca Detail Artikel Saya Dibawah ini Sebelum Anda tahu Tentang Bagaimana cara mengatasi mual saat hamil trimester pertama Di Usia Kandungan 2 bulan, 1 bulan, 3 bulan Maupun 4 bulan cara Ayo kita Belajar apa saja Sih penyebab mual saat hamil, sebenarnya mual saat hamil itu sampai kapan, ada nggak obat mual saat hamil, kenapa mual saat hamil itu ada dan Yang Paling Penting Yuk Belajar cara mengatasi rasa mual di awal kehamilan agar anda lebih bisa menikmati Proses Kehamilan anak Tercinta anda. 

Silakan Langsung Baca detailnya dibawah ini 10 Tips Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Muda Trimester Pertama 1 – 4 Bulan Tanpa Obat Dengan Makanan Pencegah Mual 1. Mengkonsumsi Susu Kehamilan Jika anda Sering mengalami Mual Saat Kehamilan Muda Silakan Coba Minum Susu Hamil. Biasanya Susu Hamil Bisa Menjadi Salah satu Pencegah Mual dan Eneg. Kandungan Vitamin B6 nya Bisa Mencegah Mual Saat Hamil 2. Istirahat Cukup dan Hindari Stress Usahakan Anda Sering merilekskan Badan Agar Mual Tidak Cepat Mual. Silakan anda Untuk Lebih Sering Mendengarkan Musik, Murotal Alquran, Membaca Alquran, Atau Bisa Juga Tiduran Santai Agar Posisi badan anda Semakin Rileks 3. Makan Permen Jahe Atau Minuman Jahe Nah Bagi anda Yang Sering Mual dan Ingin Mendapatkan Tips Makanan Pencegah Mual Maka Silakan Coba Konsumsi Jahe karena jahe ini bisa mencegah Mual Saat Kehamilan. Anda Bisa mencoba Menyeduh Minuman Jahe Atau Bisa juga Permen Jahe 4. 

Makanlah Dengan Gizi Seimbang Usahakan anda Makan Makanan Yang Memiliki Kandungan karbohidrat Tinggi Semisal Biskuit, Ubi Ubian, Kentang, Singkong, Roti dan Lainya. Kalau Lagi Pengin Makan Banyak Silakan Tambahkan Sayuran Serta Buah Buahan Semisal mangga, Pepaya, Pisang, Melon, Tomat Atau Bisa Juga membuat Jus Aneka Buah

- portal berita pada portalku.net -

Ajaib, bayi umur 7 minggu ini sudah bisa bilang I love you!


Ariana Sufi, bayi perempuan berusia tujuh minggu, mengejutkan ayahnya ketika dia mengatakan "I love you" untuk pertama kalinya. Ayahnya, Ali Sufi, sedang membawanya untuk tidur siang dan mengucapkan "I love you" ketika si bayi ternyata membalas ucapannya. Istrinya mengira dia bercanda ketika akhirnya dia mendengar Ariana mengucapkannya lagi. Saat ini, 

Ariana mencoba mengucapkan "I love you" setiap kali mendengar orang tuanya mengucapkannya. Menurut orang tuanya, bayi ini pasti akan tumbuh menjadi anak-anak yang suka bicara. "Dia ada di tempat tidur ketika aku mengatakan I love you dan dia menjawabnya. Kupikir aku gila dan hanya berimajinasi saja. Aku mengatakan pada orang tuaku dan mereka bilang aku berbohong," ungkap Ali Sufi, seperti dilansir oleh Daily Mail (17/03). Seharusnya bayi baru bisa bicara pada usia satu tahun, namun Ariana tampaknya belajar lebih cepat. 

Meski masih sulit mengucapkan "I" di depan, namun bayi yang lahir Desember lalu ini bisa mengucap "Love You" dengan jelas. Ketika Ariana mengucapkan I love you pertama kali, ayahnya tak sempat merekamnya. Namun dengan bantuan istrinya, dia berhasil merekamnya. Ariana saat ini sudah berusia 12 minggu. Menurut ayahnya, dia memang selalu aktif dan suka tersenyum. Pada awal-awal kelahiran dia sudah mulai membuat suara-suara yang lucu. Ariana juga cukup cerdas karena bisa mengenali orang-orang di sekitarnya dengan cepat.

Gejala Orangtua Baru


orangtua baru punya bayi
Berikut gejala yang sering kita jumpai pada pasangan yang baru saja memiliki bayi…

Panik

Kesalahan orangtua baru yang paling umum adalah serba panik ketika menghadapi situasi yang tidak biasa. Sebagai contoh kecil, ketika bayi ‘gumoh’, yaitu reaksi mirip muntah (keluarnya ASI melalui mulut si bayi), maka orangtua baru akan langsung panik – padahal ini bukanlah sesuatu yang serius.
Dan bayi dapat merasakan kepanikan orangtuanya, sehingga ia pun gelisah. Bahkan tidak sedikit orangtua yang begitu khawatir dengan berbagai hal kecil yang berkaitan dengan bayinya, sehingga mereka tidak lagi menikmati masa 1 tahun pertama buah hatinya. Rileks saja, walau tidak mengurangi perhatian terhadap kesehatan si kecil…

Bayi Dilarang Menangis!

Menangis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari bayi, di manapun is berada. Namun, begitulah yang namanya orangtua baru… seakan-akan bayinya harus ‘steril’ dari tangisan.
Padahal, tangisan itu merupakan sesuatu yang wajar dilakukan oleh bayi, karena itu merupakan caranya berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Anda perlu khawatir jika bayi Anda menangis hingga satu jam dan menunjukkan bahwa ia kesakitan…

Bangun Nak, Waktunya Menyusu?

Banyak yang berpikiran bahwa meminum ASI sebelum tidur tidak akan cukup untuk mengenyangkan bayi hingga pagi hari, sehingga kebanyakan orangtua lalu membangunkan bayinya di tengah malam untuk menyusuinya. Padahal, para ahli mengatakan bahwa sesuatu yang wajar dan harus dibiasakan bagi bayi untuk tidur sepanjang malam tanpa harus menyusu hingga pagi tiba.

Kurang Memperhatikan Kesehatan Mulut

Kebanyakan orangtua terlambat memperhatikan kesehatan mulut bayinya. Salah satu kebiasaan yang kurang baik adalah memberikan susu sebelum tidur pada bayi yang sudah muncul giginya. Bayi yang belum memiliki gigi juga sebaiknya tetap dijaga kebersihan gusinya.

Berselisih di Depan Bayi

Perselisihan ayah dan bunda jangan sampai terjadi di depan bayi, apalagi kalau terjadinya sangat sering. Bayi dapat merasakan getaran negatif dari pertengkaran orangtuanya.

Percaya pada Mitos

Banyak mitos yang berkembang seputar perawatan bayi dan orangtua baru yang kurang wawasan sudah pasti menjadi sasaran empuknya. Apalagi kalau sumber informasinya berasal dari berbagai macam pihak yang tidak jelas keabsahannya. Selalulah mencari informasi seputar kesehatan bayi dari sumber-sumber yang bisa dipercaya, dan bersikaplah selektif dalam menerapkannya.

30 Hal Penting Seputar Bayi Baru Lahir

Mengenali Tangisan Bayi
Jangan kelewat panik jika bayi kerap menangis di minggu-minggu pertama kehidupannya. Menangis adalah sarana baginya untuk berkomunikasi. Dengan mengamati perilakunya, Anda sebenarnya bisa memahami makna tangisan si kecil, sekaligus bagaimana menanganinya.

#1. Lapar. Bayi yang menangis karena lapar sangat mudah ditebak. Ia akan menangis sebentar lalu menangis lagi dengan berulang dan sama waktunya. Saat Anda menggendong dan mengusapkan jari ke mulutnya, ia memberi reaksi ingin mengisap. Segera susui sampai ia merasa kenyang.

#2. Buang air. Popok yang basah bisa membuat bayi merasa tidak nyaman. Ia biasanya menangis perlahan dan akan semakin keras jika tidak segera diganti popoknya. Ganti secepatnya dengan popok yang bersih, bukan hanya untuk kenyamanan tapi juga kesehatannya.

#3. Kepanasan atau kedinginan. Bayi yang baru lahir senang dibungkus (dibedong) karena memberinya rasa nyaman dan hangat. Tapi ada kalanya ia merasa tak nyaman jika pakaian yang membungkusnya terlalu tebal dan tidak menyerap keringat sehingga ia menangis.

#4. Kolik. Jika bayi Anda menangis tanpa henti dalam waktu lama di sore hingga malam hari, bisa jadi ia mengalami kolik yang biasanya muncul sebelum bayi berusia 2 minggu dimana sekitar 10% bayi mengalaminya. Penyebabnya beragam, kemungkinan karena masalah di saluran pencernaan yang belum sempurna atau kembung di perut akibat gas yang berlebihan. Tetap susui ia dan tenangkan tangisannya dengan membawanya keluar kamar atau menimang-nimang di teras untuk sekedar mengganti suasana.

#5. Sakit. Jeritan tangis yang melengking dan berkepanjangan (tidak mau berhenti meski Anda susui atau timang-timang), disertai gerakan seperti menggeliat-geliat menandakan ada yang salah pada dirinya. Coba raba bagian demi bagian tubuhnya, jika saat Anda pegang dan gerakkan ia menangis, bisa jadi bagian tubuh itu yang sakit. Segera hubungi dokter Anda.

Menyusui dengan Sempurna
Sistim kekebalan bayi di tahun pertama belum sempurna. ASI memberi komposisi nutrisi  yang paling sempurna untuk pertumbuhannya, mencegah penyakit hingga kematian bayi.

#6. Saat yang tepat. Bayi baru lahir harus sesegera mungkin disusui. Sesaat setelah melahirkan, payudara Anda akan menghasilkan kolstrum yang sangat berguna untuk daya tahan tubuhnya. Idealnya, dalam ½ hingga 1 jam setelah Anda melahirkan, bayi harus disusui. Bicarakan pada dokter dan pihak rumah sakit untuk membantu Anda melakukan inisiasi dini ASI (menyusui bayi begitu ia lahir sebelum bayi maupun ibu dipindahkan ke kamar perawatan) di ruang persalinan.

#7. Jadwal menyusu.  Jangan memberi jadwal untuk bayi menyusu. Yang benar adalah memberinya ASI kapan saja ia inginkan. Namun, bayi baru lahir juga kerap tidur sangat lelap dan panjang. Perlu Anda ingat bahwa ia tetap membutuhkan ASI untuk pertumbuhannya. Bangunkan bayi setiap 1,5 – 2 jam dan coba susui.

#8. Teknik menyusui. Mulut bayi harus terbuka lebar dan mencakupi sebagian besar areola, bukan sekedar menggantung di puting. Bibir atas dan bawah membuka ke luar, dagu menempel pada payudara dan pipi tampak penuh. Susui bayi lebih sering di malam hari karena itu saat hormon prolaktin (hormon penghasil ASI) lebih banyak diproduksi, sehingga ASI lebih banyak dihasilkan.

#9. Menyusui dengan kedua payudara. Di dalam ASI ada zat inhibitor yang bisa mencegah sel-sel penghasil susu bekerja. Fungsinya untuk mencegah pembengkakan payudara atau bila ibu kehilangan bayi (meninggal). Bila payudara dikosongkan, zat inhibitor akan keluar bersama ASI sehingga sel-sel penghasil susu akan kembali bekerja. Karena itu agar bisa terus menghasilkan ASI, susui bayi setidaknya selama 15 menit pada satu sisi payudara sampai kosong sebelum Anda menggantinya pada sisi payudara yang lain.

Menggendong & Menggangkat Bayi
Menggendong bayi memberi rasa aman dan membentuk ikatan emosional antara Anda dan bayi, tapi menggendong bayi tidak bisa dilakukan sembarangan, ada teknik yang harus dipelajari.

#10. Mengangkat bayi. Selipkan satu lengan di bawah kepala dan lengan lainnya menyangga pantat. Angkat dengan perlahan dan lembut lalu dekatkan ke dada. Pastikan bahwa posisi kepalanya lebih tinggi dibanding bagian tubuh bawah. Sanggalah lehernya dengan benar karana otot-otot leher bayi belum bisa menyangga kepalanya dengan baik.

#11. Menggendong di lengan. Ini adalah posisi yang paling umum dilakukan untuk menggendong bayi yang baru lahir. Posisi kepala bayi berada di atas siku lengan dan lengan satunya menopang seluruh tubuh.

#12. Mendekap bayi. Bayi merasa nyaman jika mendengar detak jantung orang yang mendekapnya. Posisikan bayi berdiri dengan wajah menghadap ke dada Anda. Gunakan satu tangan untuk menahan pantat dan tangan lain untuk menahan lehernya.

Membersihkan & Memandikan Bayi
Sebenarnya, tidak sulit memandikan dan membersihkan bayi, bahkan bisa menjadi aktivitas yang mengasyikkan bagi ibu dan bayi.

#13. Tali pusar. Tali pusar harus tetap kering agar terhindar dari infeksi. Setiap mengganti popok, bersihkan tali pusar dengan membungkusnya (jangan terlalu ketat) menggunakan kain kasa steril yang sudah dibasahi alkohol 70% secara hati-hati. Bila pangkal tali pusarnya bernanah atau mengeluarkan darah, segera konsultasikan dengan dokter.

#14. Mata. Basahi kapas dengan air hangat yang steril, lalu bersihkan sekeliling mata bayi. Usap bagian dalam ke bagian luar sudut mata. Gunakan kapas baru untuk membersihkan mata lainnya.

#15. Telinga. Jangan mengorek, menarik atau mengulas bagian dalam telinga bayi. Ini bukan hanya bisa melukai gendang telinganya tapi juga bisa mendorong kotoran telinga lebih dalam dan menyebabkan infeksi. Cukup bersihkan bagian luar dan pintu masuk lubang telinga dengan kapas yang telah dibasahi.

#16. Kelamin bayi laki-laki. Tarik dengan sangat lembut dan perlahan kulit penis sehingga tutup kepala penis tersingkap dan kotoran mudah dibersihkan dengan menggunakan kapas basah. Kotoran yang tidak dibersihkan, mudah menimbulkan infeksi atau sumbatan saluran kemih.

#17. Kelamin bayi perempuan. Pegang dua pergelangan kakinya dengan satu tangan dan angkat perlahan hingga kelaminnya terlihat. Dengan kapas, usap bagian bibir luar kelamin. Ingat! Usaplah bibir kelamin ke arah anus dan bukan sebaliknya. Salah mengusap sering mengakibatkan kotoran masuk ke kelamin dan menimbulkan infeksi.

#18. Peralatan mandi. Pilih sabun mandi yang tidak mengiritasi kulit, berbau lembut, tidak berwarna dan memiliki pH 5-7. Gunakan sampo khusus bayi yang tidak pedih di mata dan rendah kandungan alkoholnya. Jangan membubuhkan bedak pada kelamin bayi karena bisa menimbulkan infeksi. Cukup pada daerah lipatan seperti paha, ketiak dan punggung, serta pastikan dalam keadaan kering untuk mencegah timbulnya iritasi.

#19. Memandikan bayi. Untuk bayi baru lahir, sabuni dulu seluruh tubuhnya dengan waslap secara perlahan baru kemudian memberi sampo pada kepalanya agar ia tidak cepat kedinginan. Setelah itu, baru rendam tubuhnya di bak mandi bayi dan bilas hingga bersih. Saat memegang, pastikan satu tangan menyangga penuh leher hingga bagian lengan bayi untuk mencegahnya tercebur. Segera keringkan dengan handuk yang lembut, bukan dengan mengusap-usap melainkan dengan menekan handuk perlahan.

Mengatasi Keadaan Darurat
Keadaan darurat bisa menimpa kapan saja. Yang penting Anda tetap tenang dan memiliki langkah pencegahan yang tepat.

#20. Demam. Bayi demam jika suhu tubuhnya di atas 37,7° C. Beri asetaminofen untuk bayi (yang sudah Anda konsultasikan dengan dokter) dan tunggu 30 – 45 menit untuk melihat apakah obatnya bekerja. Longgarkan pakaiannya dan tempelkan spons berisi air bukan pada dahi melainkan di ketiak, kaki dan badannya. Susui sesering dan sebanyak mungkin, jika dalam 24 jam tidak kunjung reda, bawa ke dokter.

#21. Batuk. Susui bayi agar lendir kental di saluran napasnya mencair. Beri minyak telon hangat ke dada dan leher untuk melegakan pernapasan. Singkirkan perangsang batuk seperti bau obat nyamuk atau matikan AC. Untuk bayi dibawah usia 3 bulan, jangan memberinya obat batuk apapun kecuali atas petunjuk dokter.

#22. Diare. Pada bulan-bulan pertama, bayi bisa buang air besar hingga 8 sampai 10 kali dalam satu hari karena tubuhnya sedang beradaptasi dan pencernaannya belum sempurna. Tapi jika BABnya lebih banyak dari biasa dengan warna dan bau yang tidak normal, terus berikan ASI agar bayi tidak dehidrasi dan segera hubungi dokter anak.

#23. Jatuh. Perlahan, periksa seluruh tubuh bayi untuk melihat apakah ada perubahan warna kulit, pembengkakan, atau gangguan fungsi anggota badan. Gerakkan semua anggota badan secara pelan dan perhatikan reaksinya. Jika bayi tidak sadarkan diri, segera bawa ke UGD.

#24. Tersedak. Telungkupkan tubuh bayi dan tepuk-tepuk pundaknya agar benda asing yang berada di saluran pernapasannya keluar. Segera bawa ke UGD jika ia kesulitan bernapas.         

Kemampuan Bayi
Meski ia baru lahir ke dunia, jangan kira ia tidak bisa mengerti dan memahami Anda. Dengan caranya yang sederhana, ia mampu mengamati, menyerap dan melihat dunia.

#25. Pendengaran. Bahkan saat di kandungan, bayi sudah bisa mendengar suara yang ada di luar rahim. Saat dilahirkan, ia akan mengenali suara-suara yang sering ia dengar, yaitu suara Anda, ibunya. Jika bayi sulit tidur, coba setel radio, kipas angin atau bahkan penyedot debu. Suara bising yang teratur ini justru akan mengingatkannya dengan suara menderu perlahan di dalam kandungan, dan ia justru  menjadi lebih tenang.

#26. Penglihatan. Bayi baru lahir hanya bisa melihat dengan jarak pandang sekitar 30cm. Tapi ini sudah cukup untuk ia mengamati wajah ibu dengan jelas saat Anda menyusuinya. Karena ia belum bisa memfokuskan penglihatannya, jangan menggantung mainan di atas kepalanya, setidaknya hingga ia berusia 2 bulan.

#27. Indera perasa. Janin ikut merasakan apa yang Anda minum dan makan melalui cairan ketuban. Bahkan setelah ia lahir, ia bisa merasakan berbagai rasa makanan melalui ASI yang Anda berikan. Sebaiknya, Anda hanya memberinya ASI atau susu formula sampai ia berusia 6 bulan sebelum memperkenalkannya dengan makanan padat.

#28. Indera peraba. Ini adalah indera yang paling kuat untuk membentuk ikatan emosional Anda dengan bayi. Sering-seringlah memeluk dan menggendongnya. Jangan takut, ia tidak akan ”bau tangan” dan selalu minta digendong, karena penelitian terbaru menunjukkan bahwa bayi yang sering dibelai dan dipeluk justru tidak serewel bayi yang jarang dipeluk.

#29. Penciuman. Tahukah Anda bahwa indera penciuman bayi lebih baik dari penciuman Anda? Bahkan sebelum ia berusia genap satu minggu, ia sudah bisa mengenalia aroma unik yang dikeluarkan ASI.

#30. Bermain. Meski ia belum bisa berbicara, sering-seringlah mengajaknya berbicara dan tataplah matanya. Ceritakan kisah lucu dan menyanyilah dengan riang. Bayi paling senang mendengar suara-suara lucu yang Anda keluarkan saat berbicara dengannya. Berinteraksi dengan bayi akan membantu mengoptimalkan kecerdasan dan merupakan langkah awal untuk pembentukan pribadinya.

4 Hal Tentang Bayi Baru Lahir yang Sangat Dipercaya, Sayangnya Cuma Mitos


Ketika bayi baru lahir, berbagai hal pun diperbincangkan mulai mirip siapa wajah si bayi sampai kepercayaan masyarakat terkait bayi yang baru lahir. Nah, dari banyaknya hal-hal yang dikaitkan dengan kondisi bayi baru lahir, nyatanya ada yang hanya mitos belaka. 

Seperti dikutip dari Fit Pregnancy, Rabu (5/3/2014), ini dia empat hal tentang bayi yang sangat dipercaya masyarakat meskipun itu hanya mitos belaka:

1. Bayi BAB minimal satu kali sehari
Menurut Andrew Adesman, MD, kepala unit perkembangan dan perilaku anak di Schneider Children’s Hospital, New York, orang tua sering berpikir bayi sembelit saat ia tidak buang air besar (BAB). Padahal, hal itu lumrah sebab gerakan usus bayi masih lemah hingga ia mungkin buang air besar setiap tiga sampai empat hari sekali hingga usianya tiga bulan. Jika feses bayi sangat keras dan terdapat darah di popoknya, Anda perlu segera membawanya ke dokter. 

2. Bayi harus dimandikan setiap hari
"Mandi justru menghilangkan kelembaban di kulit bayi yang halus hingga bisa menyebabkan kering dan iritasi. Apalagi, berendam di air sabun bisa mengiritasi uretra bayi perempuan dan berpotensi menyebabkan infeksi saluran kemih," jelas Adesman.

Ia menerangkan, selama Anda menjaga daerah genital, leher, dna lipatan kulit bayi agar selalu kering, Anda bisa memandikan si kecil dua sampai tiga kali seminggu. Saat mandi juga sebaiknya jangan terlalu lama merendam bayi dengan air sabun.

3. Kemampuan pertama anak adalah bakatnya
Adesman menuturkan ketika seorang anak pertama kali berjalan atau berbicara, banyak orang tua mengaitkan hal itu dengan keberhasilan anak di kemudian hari. Padahal menurut Adesman tidak ada bukti untuk pernyataan ini.

"Bahkan pada beberapa kasus, anak yang memiliki kemampuan lebih awal misalnya menggunakan tangannya justru bisa menimbulkan masalah seperti terbiasa menggunakan tangan kiri," kata Adesman.

4. Menyentuh ubun-ubun bayi bisa melukai otaknya
Ubun-ubun yang bertekstur empuk dan berdenyut memang terlihat menakutkan bagi orang tua untuk menyentuhnya. Tapi menurut Adesman, sebenarnya otak bayi sudah dilindungi dengan sangat baik. Bagian depan ubun-ubun biasanya akan menutup atau mengeras saat usia satu tahun. Sedangkan ubun-ubun yang lebih kecil dan terletak di belakang kepala akan mengeras saat anak berusia dua sampai tiga bulan.