POPULAR POST

Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Bagi Ibu Mulailah Berpikir 1000 Kali Untuk Memberi Susu Formula Pada Bayi

Susu formula selalu menjadi alternatif bagi bayi yang baru lahir untuk mendapatkan asupan nutrisi tambahan. Bahkan diantara sebagian besar ibu-ibu yang baru melahirkan agak enggan memberikan ASI pada bayinya, dengan alasan ASI-nya belum keluar atau putingnya terasa sakit ketika bayi disusui. Bahaya Susu Formula Pada Bayi Padahal memberikan susu formula pada bayi ketika baru lahir akan berisiko pada perkembangan tubuh bayi yang berujung pada obesitas. Dokter Spesialis Anak dr. Utami Roesli SpA, MBA, IBCLC, FABM mengatakan, banyak risiko bila bayi baru lahir minum susu formula selain obesitas. Buktinya sudah ada berdasarkan penelitian yang ada di dunia. "Susu formula bikin bayi obesitas. Kalau sudah kena (obesitas) organ tubuhnya menjadi komplikasi," kata dr. Utami Berdasarkan fakta, 47 persen bayi yang minum susu formula lebih sering mengalami diare dan 16,7 persen bayi akan mengalami pneumonia. "Bayi yang diberi susu formula delapan kali lebih sering kanker darah. Ibu mana yang tega kalau anaknya sudah terkena risiko ini," imbuh dr. Utami.


dr. Utami mengingatkan, ancaman bahaya itu tidak hanya dialami seseorang di masa kecilnya. Bila sudah dewasa, obesitas juga mengarah kepada risiko diabetes. Ibu harus selalu mengikuti anjuran para dokter untuk sering memberikan ASI pada bayi hingga mencapai 2 tahun. Kalaupun ASI kurang lancar anda bisa melakukan tips berikut ini yang telah terbukti dapat memperlancar ASI. Lakukanlah kegiatan menyusui sesering mungkin. Ingatlah hukum "demand and supply". Semakin banyak permintaan (ASI) maka akan semakin besar ketersediaan ASI. Bila salah satu payudara ketersediaan ASI-nya telah habis ketika menyusui, gantilah ke payudara yang satunya lagi, agar kedua payudara aktif memproduksi ASI. Melakukan pompa payudara di kala sedang tidak menyusui si kecil. Selain menyimpan kelebihan susu, memompa payudara dapat menjaga ASI tetap lancar. - portal berita pada portalku.net -

10 Jenis Cemilan Sehat Yang Baik Untuk Pertumbuhan Anak

Sebagai ibu kadangkala sering mengalami rasa khawatir saat melihat anaknya kurang bergairah untuk makan. Dan rata-rata hampir semua pernah mengalami hal tersebut, namun yang kita lihat sekarang ini anak-anak justru lebih cenderung mengkonsumsi makanan berupa cemilan-cemilan yang banyak dijajankan diwarung ataupun dipinggir jalan. Belum tentu jajanan yang dijual diberbagai tempat tersebut cocok buat anak, atau bisa saja akan berdampak buruk bagi kesehatan anak dikemudian hari. Ibu selaku orang tua yang baik tentunya tak menginginkan anaknya mengalami hal demikian. Ibu akan berusaha agar anaknya bisa mendapatkan asupan gizi yang baik buat perkembangan dan pertumbuhannya. Nah, para ibu dirumah bisa mengalihkan cemilan yang biasa dikonsumsi oleh anak dengan beberapa cemilan sehat sebagai berikut.

Cemilan Sehat Untuk Anak

10 Cemilan Sehat Untuk Anak

1. Buah-buahan

Cemilan paling sehat tentu saja buah-buahan. Siapkan sepiring penuh dengan beragam potongan jenis buah yang manis dan menyegarkan. Sebagai percantik hiasan, tambahkan saja es krim vanila. Mineral dan vitamin buah-buahan sangat baik untuk kesehatan si kecil.

2. Sereal

Cemilan sehat yang kaya serat dan baik untuk kesehatan pencernaan. Pilih sereal yang bebas gula dan sajikan dengan susu rendah lemak.

3. Berry muffin

Kue muffin dengan taburan buah berry pasti disukai oleh anak. Berdasar penelitian, buah berry sanggup menangkal radikal bebas karena kaya kandungan anti oksidan.


4. Smoothies 

Coba buat segelas smoothies yang terdiri atas campuran susu, yoghurt dan beragam jenis buah-buahan. 

5. Puding apel

Puding dengan taburan potongan apel sangat digemari anak sebagai cemilan sore hari. Buah apel dikenal kaya mineral dan vitamin. 

6. Pizza 

Apakah ini termasuk cemilan sehat untuk anak? Tergantung topping yang ditabur. Buat saja kulit pizza yang tipis ditambah sayuran, paprika, tomat dan jamur. 

7. Keju 

Manfaat keju tentu sudah tak diragukan lagi. Makanan ini kaya kalsium yang sangat bermanfaat bagi tubuh. 

8. Popcorn 

Cemilan sehat untuk anak selagi mereka menonton acara favoritnya di TV. Popcorn kaya serat dan sangat sehat bila diolah dengan cara tepat yakni tidak pakai mentega serta garam secara berlebihan. 

9. Kacang 

Tak hanya orang dewasa saja, anak-anak pun menggemari kacang. Selain renyah dan garing, kacang merupakan sumber protein yang sangat baik. Meskipun demikian, batasi asupan anak mengkonsumsi kacang karena mengandung lemak cukup tinggi. 

10. Daging gulung 

Inilah salah satu cemilan sehat untuk anak yang kaya protein untuk pertumbuhan si kecil. Walaupun rasanya enak di lidah, asupannya harus dibatasi.
- portal berita pada portalku.net -

Tips Perawatan Kecantikan Untuk Ibu Muda yang Baru Melahirkan

Menjadi seorang ibu adalah kebahagiaan terbesar bagi wanita. Sebagian besar waktunya akan dikerahkan untuk mengurus sang anak dan memberikan perhatian yang lebih untuk anaknya.


Terkadang, seorang ibu akan menjadi sulit untuk memperhatikan dirinya sendiri seperti halnya merawat kecantikan kulit dan wajah. Namun, tanpa disadari ini merupakan hal yang penting untuk membuatnya selalu tampil cantik dan prima.

Dibutuhkan cara yang cepat dan praktis agar ibu-ibu muda ini dapat merawat dan merias wajahnya agar tetap tampil cantik di depan banyak orang. Dilansir dari Buzzfeed, Rabu (25/3/2015) berikut tips perawatan praktis untuk ibu muda yang baru melahirkan.

1. Membentuk alis adalah hal penting karena alis terletak di dekat mata yang menjadi titik fokus utama lawan bicara. Anda bisa melukis atau membentuk alis dengan hanya menggunakan satu tangan untuk membuatnya tampak nyata dan indah.

2. Menggunakan gel pendingin mata dapat membantu Anda menghilangkan lingkaran hitam pada mata panda.

3. Memakai tabir surya setiap keluar rumah adalah hal penting yang mampu menjaga kecantikan kulit Anda. Selain itu, penggunaan tabir surya juga bisa menghilangkan hiperpigmentasi pasca melahirkan.

4. Menggunakan ikat kepala dapat mempermudah aktivitas Anda saat mengurus anak.

5. Penggunaan lipstikdi bibir dapat mengalihkan perhatian dari ketidaksempurnaan pada tubuh seperti noda yang ada pada pakaian karena ulah si kecil. Berikan juga sedikit eye shadow untuk membuat wajah tampak cerah dan menyembunyikan rasa lelah pada wajah saat mengurusnya.

portal berita pada portalku.net

Cukup ASI Saja, Karena Ini Empat Bahaya Air Putih Bila Diberikan pada Bayi


Selain Air Susu Ibu (ASI), banyak orangtua memberikan air putih kepada si kecil yang masih berusia 0-6 bulan. Entah seusai menyusui maupun di waktu-waktu lainnya. Padahal, kebiasaan itu sangat keliru karena berisiko menyebabkan berbagai dampak kesehatan. 

Berikut 4 bahaya bila bayi diberi air putih menurut penjelasan Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIML, IBCLC, dari Sentra Laktasi Indonesia: Infeksi bakteri Pemberian air putih pada bayi 0--6 bulan berisiko membuat bayi terinfeksi bakteri jika air yang dipakai tercemar. Utami sendiri pernah mempunyai pengalaman, pasiennya yang berusia sekitar 1 bulan, ibunya melaporkan jika bayinya sering buang air besar hingga belasan bahkan puluhan kali dalam sehari. Ibunya mengira anaknya mencret karena penyakit, sehingga yang tadinya diberi ASI, kemudian diberikan juga air putih dan susu formula. Hasilnya bayi yang tadinya mencret normal justru pencernaannya terinfeksi bakteri. Hal ini diketahui dari feses bayi yang mengandung darah.

Kemungkinan besar, infeksi itu muncul karena asupan air putih yang diberikan ibunya. Apalagi jika perlengkapan minumnya tidak higienis, juga cara memasaknya tidak tepat dan sudah tercemar bakteri. Ganggu otak bayi Ginjal bayi 0-6 bulan belum berfungsi dengan baik, sehingga jika ia diberi air putih maka air seni akan membawa serta elektrolit dalam darah, misalnya natrium, yang sebenarnya berguna bagi tubuh. Jika kekurangan zat itu, bayi berisiko mengalami kejang. Semakin banyak elektrolit yang "terbuang", semakin banyak risiko negatif yang dapat dialami. Alhasil, kalau bayi mengeluarkan banyak elektrolit dari semua organ tubuhnya, baik jantung, ginjal atau paru, temasuk otak, maka aktivitas otak dapat terganggu. Gejalanya, bisa berupa suhu tubuh rendah hingga kejang-kejang.

Ajaib, bayi umur 7 minggu ini sudah bisa bilang I love you!


Ariana Sufi, bayi perempuan berusia tujuh minggu, mengejutkan ayahnya ketika dia mengatakan "I love you" untuk pertama kalinya. Ayahnya, Ali Sufi, sedang membawanya untuk tidur siang dan mengucapkan "I love you" ketika si bayi ternyata membalas ucapannya. Istrinya mengira dia bercanda ketika akhirnya dia mendengar Ariana mengucapkannya lagi. Saat ini, 

Ariana mencoba mengucapkan "I love you" setiap kali mendengar orang tuanya mengucapkannya. Menurut orang tuanya, bayi ini pasti akan tumbuh menjadi anak-anak yang suka bicara. "Dia ada di tempat tidur ketika aku mengatakan I love you dan dia menjawabnya. Kupikir aku gila dan hanya berimajinasi saja. Aku mengatakan pada orang tuaku dan mereka bilang aku berbohong," ungkap Ali Sufi, seperti dilansir oleh Daily Mail (17/03). Seharusnya bayi baru bisa bicara pada usia satu tahun, namun Ariana tampaknya belajar lebih cepat. 

Meski masih sulit mengucapkan "I" di depan, namun bayi yang lahir Desember lalu ini bisa mengucap "Love You" dengan jelas. Ketika Ariana mengucapkan I love you pertama kali, ayahnya tak sempat merekamnya. Namun dengan bantuan istrinya, dia berhasil merekamnya. Ariana saat ini sudah berusia 12 minggu. Menurut ayahnya, dia memang selalu aktif dan suka tersenyum. Pada awal-awal kelahiran dia sudah mulai membuat suara-suara yang lucu. Ariana juga cukup cerdas karena bisa mengenali orang-orang di sekitarnya dengan cepat.

Resep Makanan Bayi (6 Bulan, 7 Bulan, 8 Bulan)

Bayi Anda sudah berusia 6 bulan? Jika Anda seperti para bunda lainnya, pasti Anda sedang sibuk-sibuknya mencari berbagai resep makanan sebagai pendamping ASI untuk bayi Anda!

Nah... walaupun saat ini begitu banyak makanan kemasan instan untuk bayi yang menjanjikan berbagai macam kelebihan, tentu saja tidak ada yang mengalahkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang dibuat sendiri di rumah.

Yap, dengan membuat makanan bayi sendiri, buah hati Anda akan terhindar dari konsumsi berbagai bahan kimia serta pengawet, dan sebaliknya dapat mengkonsumsi bahan-bahan segar yang tentu lebih baik bagi kesehatannya.

Pada dasarnya, Anda dapat membuat sendiri seluruh atau sebagian makanan untuk bayi Anda, dengan cara mengolah berbagai bahan makanan menjadi bubur ataupun dengan menggilingnya. Anda bisa menambahkan ASI/susu formula dan air, maka makanan pun siap disantap oleh si kecil.

Selain mudah dan praktis, membuat makanan bayi sendiri akan jauh lebih hemat dibandingkan membeli makanan kemasan instan...

Berikut daftar bahan makanan yang bisa mulai Anda perkenalkan sebagai MPASI (Makanan Pendamping ASI) pertama bayi Anda... 

Apel
Alpukat
Labu kuning (pumpkin)
Mangga
Pisang
Pepaya
Pir 
Wortel
Kentang manis
Kacang bunds
Kacang polong
Labu 
Beras
Havermut (oatmeal)
Jali (jelai/barley)

Cara mengolah biji jali/jelai/barley:

Setelah mencucinya hingga bersih, rendam selama 1-2 jam agar lunak. Tiriskan, dan jelai siap Anda olah menjadi apa yang Anda inginkan. Cocok juga bila dicampur dengan kacang hijau dan dimasak menjadi bubur. 

Makanan Pertama Bayi = Makanan Tahap 1

Jenis makanan pertama yang sebaiknya diberikan untuk bayi adalah sereal bayi, serta buah-buahan dan sayuran yang dimasak hingga lembut dan disajikan dalam bentuk agak cair (encer).

Berikan pula satu jenis makanan selama 3 hari, kemudian perkenalkan dengan satu jenis makanan lain pada 3 hari berikutnya.

Contoh, jika Anda ingin memperkenalkan kentang manis misalnya, maka berikan bubur kentang manis saja selama 3 hari dan jangan membuat resep lainnya dulu. Setelah itu, 3 hari berikutnya, Anda bisa memperkenalkan bubur pisang kepadanya, tanpa resep yang lain. begitulah seterusnya setiap menu baru dikenalkan selama 3 hari.

Maksudnya adalah untuk melihat apakah terjadi reaksi alergi terhadap bahan makanan tertentu.

Makanan pertama bayi seringkali disebut juga sebagai Makanan Tahap 1. Makanan jenis ini mengacu pada makanan bayi yang diproses dalam bentuk bubur/puree dan disaring dengan baik, sehingga bentuknya hampir cair.

Inilah jenis makanan yang sebaiknya dikenalkan pertama kali kepada buah hati Anda, dan biasa diberikan kepada bayi usia 6-8 bulan.

Jenis-jenis bahan makanan yang terdapat di atas merupakan bahan makanan yang sangat rendah kemungkinan menimbulkan alergi, sehingga cocok untuk dijadikan bahan untuk Makanan Tahap 1 bayi.

Resep Makanan Pertama Bayi (6-8 Bulan)

Sereal

Sereal Beras Bahan:
1/4 cangkir tepung beras (beras yang dihaluskan menggunakan blender atau food processor)
1 cangkir air

Cara Membuat:

Didihkan air menggunakan panci
Masukkan tepung beras sambil terus diaduk
Masak dengan api kecil selama sekitar 15 menit, terus aduk perlahan
Masukkan susu formula, atau ASI
Tambahkan buah jika Anda mau
Sajikan dalam keadaan hangat

Sereal Oatmeal

Bahan:

1 /4 cangkir tepung oat  
3/4 cangkir air

Cara Membuat:
Didihkan air menggunakan panci
Masukkan tepung oat sambil terus diaduk
Masak dengan api kecil selama sekitar 15 menit, terus aduk perlahan
Masukkan susu formula, atau ASI
Tambahkan buah jika Anda mau
Sajikan dalam keadaan hangat

Sereal Barley Bahan:

1/4 cangkir tepung barley (barley yang dihaluskan menggunakan blender atau food processor)
1 cangkir air

Cara Membuat:

Didihkan air menggunakan panci
Masukkan tepung oat sambil terus diaduk
Masak dengan api kecil selama sekitar 15 menit, terus aduk perlahan
Masukkan susu formula, atau ASI
Tambahkan buah jika Anda mau
Sajikan dalam keadaan hangat 

Buah-Buahan

Apel dan Saus Apel 

Bahan:

Gunakan jumlah apel sesuai dengan yang Anda kehendaki 

Cara Membuat:
  1. Kupas apel, buang intinya dan potong-potong kecil
  2. Siapkan air di panci dan masukkan potongan apel ke dalamnya (pastikan semua apel terbenam dalam air)
  3. Rebus atau kukus hingga apelnya lunak
  4. Periksa terus airnya agar jangan sampai kering, dan aduklah sesekali
  5. Air yang tersisa bisa Anda gunakan untuk melumatkan apel hingga encer
  6. Keluarkan potongan apel dan mulailah melumatkannya. Anda bisa melumatkannya di dalam wadah baskom, menggunakan sendok/garpu atau dengan cara lain yang Anda pilih
  7. Masukkan air sisa rebusan jika diperlukan untuk mengencerkan puree apel
  8. Jika ingin puree yang lebih kental, Anda bisa menambahkan sereal jika mau
  9. Tambahkan sedikit kayu manis untuk bayi yang memerlukan variasi makanan

Alpukat
Pilih alpukat yang masak, belah dan bersihkan intinya
Sendok daging buahnya dan hancurkan menggunakan garpu
Langsung sajikan

Seperti halnya pisang, untuk melumatkan alupkat tidak perlu menggunakan alat seperti blender.

Apel Panggang
  1. Buang inti apel, sehingga berongga di bagian tengahnya, dan tidak perlu mengupas kulitnya
  2. Jika bayi Anda sudah siap, masukkan sedikit mentega di dalam rongga tadi
  3. Tambahkan kayu manis sebagai variasi jika Anda mau
  4. Masukkan apel ke dalam panci berisi air setinggi sekitar 2-3 cm
  5. Panggang dengan suhu sekitar 205° Celcius, selama sekitar 30 menit, hingga apelnya lunak (periksa terus jumlah airnya)
  6. Setelah dipanggang, Anda bisa melumatkan apel tersebut, atau memotong-motongnya untuk dijadikan finger food

Pisang
  1. Kupas pisang yang sudah masak
  2. Lumatkan di baskom, menggunakan garpu
  3. Jika pisangnya sulit dilumatkan dengan cara ini, Anda bisa memanaskannya menggunakan microwave selama setengah menit, atau bisa juga langsung dilumatkan menggunakan blender
  4. Tambahkan susu formula/ASI atau air jika kurang encer
  5. Tambahkan sereal jika kurang kental, jika Anda mau

Pisang dan Apel

Campurkan puree pisang dengan saus apel mengikuti petunjuk yang telah dijelaskan di atas
Tambahkan sereal jika Anda mau

Mangga

Kupas mangga dan potong-potong daging buahnya
Lumatkan menggunakan blender
Tambahkan sufor/ASI, atau air untuk sampai pada kekentalan yang diinginkan
*Seperti alpukat dan pisang, mangga dapat Anda sajikan tanpa terlebih
dulu dimasak

Pepaya
Kupas pepaya dan potong-potong daging buahnya
Lumatkan menggunakan blender
Tambahkan sufor/ASI, atau air untuk sampai pada kekentalan yang diinginkan

Labu Kuning (Pumpkin)

Bahan:

1 labu kuning (pumpkin) manis berukuran sedang 

Cara Membuat:
  1. Belah labu kuning menjadi dua, buang bijinya
  2. Masukkan ke dalam panci berisi air setinggi sekitar 2-3 cm, telungkupkan labu sehingga bagian yang terpotong terendam air seluruhnya
  3. Panggang dengan suhu sekitar 205° Celcius selama sekitar 45 menit, hingga kulitnya mengerut dan daging buahnya lunak
  4. Sendok daging buahnya
  5. Lumatkan menjadi puree
  6. Tambahkan air jika diperlukan untuk mengencerkannya

Sayuran

Kacang Bunds
Buang kedua ujung buncis, kemudian cuci
Kukus hingga lunak
Air kukusan yang tersisa dapat Anda gunakan untuk mengencerkan bubur/puree
Haluskan menggunakan blender
Jika diperlukan, Anda bisa menyaringnya

Kacang Polong
Cuci hingga bersih
Kukus hingga lunak
Air kukusan yang tersisa dapat Anda gunakan untuk mengencerkan bubur/puree
Haluskan menggunakan blender
Jika diperlukan, Anda bisa menyaringnya

Wortel
  1. Buang kulit luar wortel dan potong-potong kecil
  2. Kukus hingga lunak
  3. Untuk bayi usia < 8 bulan, air kukusan wortel jangan digunakan untuk mengencerkan puree, karena dikhawatirkan mengandung Nitrat
  4. Blender hingga halus Kentang Manis
  5. Kupas kentang dan potong-potong kecil
  6. Masukkan kentang ke dalam panci berisi air, biarkan seluruh kentang agak terendam
  7. Kukus hingga kentang lunak, periksa terus jumlah airnya
  8. Air sisa kukusan dapat digunakan untuk mengencerkan puree
  9. Haluskan hingga menjadi puree, bisa menggunakan blender

Kentang Manis Panggang

Cuci bersih kentang (tidak perlu dikupas)
Tusuk-tusuk menggunakan garpu
Bungkus dengan alumunium foil
Panggang di oven dengan suhu sekitar 205° Celcius selama sekitar 30 menit, hingga lunak
Buang kulitnya, lalu haluskan menjadi puree

Selamat menikmati ;)

Maksimalkan Potensi Otak Anak Anda, Sebelum Terlambat!

Perkembangan Otak Kanan

Para ahli pendidikan anak, diantaranya Dr. Maria Montessori,
Dr. Makoto Shichida dan lainnya menemukan fakta menarik bahwa otak kanan manusia mengalami perkembangan paling pesat ketika usianya 0-6 tahun.
Setelah usia 3,5 tahun maka secara berangsur peran otak kiri akan menjadi lebih dominan.
Apa arti dari fakta penting ini?

Kesempatan berharga untuk memanfaatkan potensi terbesar pembentukan otak kanan anak adalah pada usia 0-6 tahun.

Anak kita memiliki daya serap otak yang paling maksimal ketika usianya 0-6 tahun. 

Apa Perbedaan Otak Kanan dan Otak Kiri?

Otak kanan dan otak kiri memiliki fungsi yang berlawanan, yang mana kcduanya saling melcngkapi satu sama lain.

Otak Kiri:
Sebagaimana yang digambarkan di bawah ini, perbedaan mendasar antara otak kanan dan otak kiri adalah...
Otak Kanan: 
Sadar
Logis
Menyerap informasi dengan lambat Menyukai pengulangan

Bawah sadar Berdasarkan intuisi Menyerap informasi secara cepat Tidak memerlukan pengulangan 

~ gambaran bagaimana otak kiri dan kanan manusia bekerja

Dalam buku "The Theory of Gentle Revolution", diterangkan bahwa usaha yang dikerahkan oleh seorang anak untuk mempelajari sesuatu, berbeda secara proporsional sesuai dengan usianya.
Sebagai contoh, anak berusia 2 tahun memerlukan usaha yang sangat sedikit untuk mempelajari bahasa asing, dibandingkan dengan anak berusia 4 tahun yang harus bekerja lebih keras untuk itu.

Nah, kita sebagai orangtua saat ini harus semakin sadar dan merasa bertanggungjawab untuk membina dan memanfaatkan kapasitas belajar anak-anak kita, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan dengan bekal yang lebih baik.

Maksimalkan potensi tak terbatas serta kreatifitas buah hati Anda!

Resep Menu Apel untuk Bayi Anda

Salah satu komponen nutrisi yang paling penting dalam buah apel adalah seratnya. Apel mengandung dua jenis serat; larut dan tidak larut. Keduanya membantu kinerja usus, sehingga bisa mencegah sembelit, diare, bahkan kanker usus.

Apel juga memiliki banyak manfaat lain, seperti mengurangi resiko stroke, menjaga berat tubuh yang ideal, meningkatkan kesehatan paru- paru, prostat, hati dan usus. Mineral boron yang terkandung di dalamnya juga baik untuk kesehatan tulang.

VITAMIN:

Vitamin A - 73 IU Vitamin C - 9 mg
Folate (bermanfaat untuk ibu hamil) - 4 mcg Vitamin E - .66 IU

MINERAL:

Potassium - 158 mg Calcium - 9.5 mg Phosphorus - 9.5 mg Magnesium - 7 mg Selenium - .4 mg
Juga mengandung sejumlah kecil zat besi, mangan, tembaga dan seng.

Kapan Apel Bisa Diberikan kepada Bayi?

Apel bisa mulai Anda berikan sebagai makanan pertama bagi bayi Anda, yaitu ketika usianya 6 bulan.

Beberapa kelebihan buah apel sebagai menu bayi:
Mudah disiapkan dan diolah
Mudah dicerna oleh bayi
Kandungan gizi melimpah
Bisa dikombinasikan dengan resep apa saja

Beberapa bahan yang cocok dikombinasikan dengan apel:
Sereal
Pure sayuran
Pure daging
Biskuit bayi
Resep kue bayi
Yoghurt
Buah-buahan lainnya

Tips Memilih Buah Apel untuk Si Kecil

Untuk kekhawatiran terhadap kontaminasi pestisida pada buah apel, pilihan terbaik adalah membeli buah apel organik.

Berikut ciri buah apel yang baik:
Kalau ditekan masih terasa padat
Tidak ada lekukan atau bolong
Kulit apel berwarna sama, tidak ada yang belang
Tidak ada cacat berupa lubang ataupun busuk

Setelah membeli, bersihkan apel dan simpanlah di dalam kulkas. Jangan dipotong-potong atau dikupas, kecuali ketika akan dimasak atau disajikan.

Cara Paling Baik Memasak Apel

Menurut para ahli masak, apel itu paling enak kalau diolah dengan cara dipanggang dengan oven. Untuk mempertahankan nilai gizinya, Anda juga bisa mengukus buah apel, atau merebusnya dengan sedikit air. Karena apel mengandung banyak air, biasanya hanya dengan dikukus atau direbus dengan sedikit air, Anda sudah bisa membuatnya menjadi saus apel.

Ok, mari kita berlanjut ke koleksi resep menggunakan buah apel... ;) 

Bahan

5-10 buah apel ukuran besar
(bisa apel apa saja; Fuji, Granny Smith atau Red Delicious)

Cara Memasak:
  1. Kupas apel yang sudah dicuci, kemudian potong-potong tipis atau bentuk dadu
  2. Masukkan potongan apel ke dalam wajan berisi sedikit air - cukup hingga potongan apel terendam
  3. Rebus hingga empuk
  4. Periksa terus airnya dan aduk selama api menyala
  5. Hancurkan potongan apel, bagus jika menggunakan pelumat kentang, sehingga konsistensinya halus sebagai saus apel

Kalau Anda tidak memiliki alatnya, silahkan ikuti langkah berikut:
Simpan sisa air rebusan apel
Lumatkan potongan apel untuk membuat pure
Tambahkan air sisa rebusan jika diperlukan
Tambahkan sereal untuk membuat pure lebih kental/padat

Bahan:

1/2 cangkir air
5 buah apel ukuran sedang (bisa apel Fuji

Cara Memasak:
Kupas apel dan potong-potong dadu
Tambahkan sekeping kecil kayumanis dan setetes vanila jika mau
Campurkan semua bahan pada wajan dan rebus hingga air mulai mendidih
Kecilkan api dan teruslah merebus hingga kekentalannya seperti saus
Buatlah pure dengan melumatkannya
Anda bisa menempatkannya di tempat es dan menyimpannya dalam freezer

Apel Panggang (6 bulan)  
  1. Buang kedua inti buah apel sehingga bagian tengahnya bolong, tapi tidak perlu dikupas kulitnya
  2. Untuk bayi berusia lebih dari 8 bulan, masukkan sedikit mentega dan taburkan sedikit bubuk kayumanis
  3. Tempatkan apel di wajan/baki oven yang diisi dengan air setinggi sekitar 3 cm
  4. Panggang dalam oven dengan suhu 200 C selama 30 menit atau sampai apelnya lunak (periksa terus ketinggian air)
  5. Setelah masak, dinginkan
  6. Kupas kulitnya jika perlu
  7. Anda bisa menyajikannya dalam bentuk potongan-potongan, atau dilumatkan seperti pure/saus

Sereal Apel dan Oat (6 bulan)

Bahan:

1 buah apel ukuran kecil 1/4 cangkir gandum (oatmeal)
3/4 cangkir air

Cara Memasak:
Kupas apel, buang intinya, lalu potong dalam bentuk dadu
Masukkan semua bahan ke dalam wajan
Rebus hingga mendidih dengan api sedang
Aduk-aduk hingga apelnya lunak dan gandum (oatmeal) matang
Tambahkan susu formula atau ASI jika Anda mau
Buat menjadi pure
Tambahkan bubuk kayumanis jika Anda mau 

Salad Apel untuk Sarapan (8-10 bulan)

Bahan:
  1. 3 cangkir air
  2. 3/4 cangkir beras merah
  3. 3/4 cangkir gandum beras bulgur
  4. 1 apel jenis Granny Smith (dari Australia)
  5. 1 apel jenis Red Delicious 1 cangkir kismis
  6. 8 ons vanila lemak rendah atau yoghurt murni (tanpa gula dan rasa)

Cara Memasak:
  1. Masak air di panci hingga mendidih
  2. Masukkan beras merah dan gandum bulgur, kecilkan apinya dan masak hingga 10 menit
  3. Angkat panci dan dinginkan selama sekitar 2 menit
  4. Ambil nampan untuk memanggang, dan tuangkan adonan dan ratakan di nampan tersebut hingga dingin

Jika adonan beras sudah dingin, maka mulailah mengolah buah...
Siapkan buah apel yang sudah dibuang intinya dan dipotong-potong.
Tambahkan potongan apel dan kismis pada adonan beras yang sudah dingin
Tuangkan yoghurt sehingga menyelimuti seluruh adonan serta potongan buah
Pastikan Anda menggunakan potongan buah yang cukup lunak untuk bayi Anda

Puding Beras dan Apel (8-10 bulan)

Bahan:

1/2 cangkir beras merah 2 cangkir air
1/4 cangkir apel yang sudah dikupas dipotong dadu 1/4 cangkir kismis (kalau Anda mau)
1/8 cangkir gula merah (kalau Anda mau)
2 sdt kayumanis 1/2 sdt jahe

Cara Memasak:
  1. Campurkan semua bahan pada wajan berukuran sedang
  2. Masak dengan api sedang selama sekitar 30 menit, sehingga berasnya lunak, wanginya tercium dan nampak seperti bubur
  3. Tambahkan 1/8 cangkir susu formula/ASI, terus masak hingga 10 menit, sehingga kekentalannya mirip dengan sup, jangan terlalu kental
  4. Aduk terus, dan tambahkan susu atau air jika perlu
  5. Anda bisa menyajikannya ketika masih hangat, sisanya bisa Anda simpan dalam kulkas

Apel dan Ayam (8-10 bulan)

Bahan:

2 cangkir air
1 cangkir apel yang dikupas dan dipotong dadu 1 dada ayam mentah yang dipotong dadu

Cara Memasak:
  1. Masukkan semua bahan ke dalam wajan berukuran sedang
  2. Masak hingga mendidih dengan api sedang
  3. Kecilkan api dan terus panaskan hingga sekitar 20 menit, sehingga ayamnya benar-benar matang - gunakan garpu untuk memeriksa apakah ayam sudah cukup lunak
  4. Lumatkan sesuai dengan kekentalan atau tekstur yang bisa dimakan oleh bayi Anda
  5. Anda juga bisa menambahkan nasi ke dalam menu ini

Bahan apa saja yang cocok untuk dikombinasikan dengan apel?
Beras
Gandum
Sereal
Pisang
Alpukat
Pir
Kentang manis
Wortel
Ayam
Daging sapi
Yoghurt

Resep Menu Mangga untuk Bayi Anda

Kapan mangga bisa mulai diberikan kepada bayi? Normalnya, setelah masa ASI Eksklusif (6 bulan) Anda sudah bisa mulai memperkenalkannya kepada buah hati Anda. Namun demikian, sebaiknya Anda tidak memberikannya sebagai MPASI pertama bagi si kecil...

Mangga dikenal mengandung banyak Vitamin A dan juga merupakan salah satu buah dengan tingkat Karotenoid terbanyak. Karotenoid merupakan zat antioksidan yang baik untuk menekan resiko penyakit jantung serta kanker, dan tidak hanya itu, ia juga disinyalir sangat cepat bereaksi untuk mengusir pilek yang mengganggu.

Buah yang kaya serat serta rendah lemak dan kalori ini juga mengandung banyak Vitamin B dan C.
Berikut kandungan gizi dalam setiap cangkir puree mangga...

VITAMIN:                    MINERAL:
Vitamin A - 1262 IU Kalium - 257 mg
Vitamin C - 45.7 mg Fosfor - 18 mg
Vitamin E - 1.85 mg Magnesium - 22 mg
Vitamin K - 6.9 mcg Kalsium - 16 mg
Asam folat - 23 mcg (baik Sodium - 3 mg
untuk ibu hamil)

Juga mengandung besi, mangan, tembaga dan seng dalam jumlah kecil.
Mangga dan Alergi

Mangga bisa menyebabkan reaksi alergi pada sebagian bayi, namun demikian alergi yang ditimbulkan tidaklah berbahaya, karena hanya bersifat dermatologis, yakni hanya timbul pada kulit berupa bercak merah.

Berdasarkan penelitian, sebenarnya reaksi alergi bukan disebabkan kandungan pada daging buah mangga, namun pada getahnya. Getah ini, selain terdapat pada pohonnya, ia juga terdapat pada bagian kulit mangga. Orang yang terbukti alergi terhadap kacang mete dan yang sejenisnya, biasanya juga akan alergi terhadap mangga. Namun perlu diingat, kasus alergi terhadap mangga sangatlah jarang ditemui.

Jenis Mangga

Beberapa jenis mangga yang populer di Indonesia antara lain:
Harumanis
Golek
Cengkir Indramayu
Manalagi
Gedong Gincu

Karena masing-masing jenis mangga memiliki karakter tersendiri, maka pilihan bisa Anda tentukan berdasarkan jenis resep yang akan Anda buat, dan tentu saja selera.

Untuk membuat puree, bubur, jus dan smoothie, sebaiknya Anda menggunakan mangga harumanis yang berair banyak dan tidak terlalu berserabut. Untuk membuat kue, Anda bisa menggunakan mangga golek, manalagi, ataupun gedong gincu, karena kadar airnya lebih sedikit.

Tentu saja ini bukanlah 'aturan baku', karena pada dasarnya setiap jenis mangga bisa saja diolah menjadi resep yang lezat dan sehat, tergantung selera.

Pilihlah buah mangga yang sudah matang. Mangga yang sudah matang dan lunak tidak perlu dimasak terlebih dulu, dan Anda bisa langsung mengolahnya.

Puree Mangga (6-8 bulan)

Bahan:

1 buah mangga yang matang Cara Membuat:
Kupas mangga, lalu potong-potong
Lumatkan dan jadikan puree, sesuai dengan tekstur yang Anda inginkan

Bahan:
1 buah mangga yang sudah matang Yoghurt tawar/vanilla*
*bisa juga diganti dengan jus apel/pir atau air putih Cara Membuat:
Kupas mangga, potong kecil-kecil
Lumatkan hingga halus
Tambahkan yoghurt (atau jus, atau air) hingga kekentalan dan kehalusannya sesuai

Bahan:
1/2 cangkir mangga yang dihaluskan 1/2 buah pisang matang yang dihaluskan 1 buah persik matang yang dihaluskan

Cara Membuat:
Campurkan semua bahan pada wadah
Tambahkan air jika diperlukan
Tambahkan sereal jika mau
Anda bisa menambahkan ayam pada menu ini

Bahan apa saja yang cocok untuk dikombinasikan dengan mangga?
Alupkat
Pisang
Persik
Melon
Kentang manis
Ayam
Yoghurt

Resep Menu Melon untuk Bayi Anda

Melon dengan berbagai jenisnya memiliki kandungan Vitamin A dan C yang sangat tinggi lho! Bukan hanya itu, melon juga diketahui sebagai salah satu sumber Kalsium yang baik dikonsumsi oleh bayi.

Nah, sebelum kita berlanjut, ada baiknya kita membahas sedikit tentang beberapa jenis melon, terutama yang dikenal di negeri kita.

1. Melon Hijau
2. Melon Oranye (Cantaloupe)
3. Melon Mas (Golden Melon)
4. Melon Madu (Honey Melon)

Melon oranye mengandung beta-karoten yang sangat banyak, sehingga menjadikannya sangat baik untuk kesehatan penglihatan serta pertumbuhan mata. Bayangkan saja, 1 cangkir melon ini dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita akan Vitamin A!

Karena karakteristik buah melon yang berair, berkadar beta-karoten tinggi, serta harganya yang tidak terlampau mahal menjadikannya salah satu makanan favorit yang tidak boleh terlewatkan oleh buah hati Anda...

Resep yang akan kami sertakan di sini menggunakan Melon Madu dan Melon Oranye ya... 

Berikut kandungan gizi dalam setiap cangkir pure melon... 

VITAMIN:

Vitamin A - 5276 IU Vitamin C - 57.3 mg Vitamin B1 (tiamina) - .06 mg Vitamin B2 (riboflavin) - .03 mg Niasin - 1.14 mg Asam folat - 33 mcg
Juga mengandung berbagai vitamin lain dalam jumlah kecil.

MINERAL:

Kalium - 417 mg Fosfor - 23 mg Magnesium - 19 mg Kalsium - 14 mg Sodium - 25 mg Zat besi - .33 mg

Juga mengandung mangan, tembaga dan seng dalam jumlah kecil.

Kapan Melon Bisa Diberikan kepada Bayi?

Melon jenis apa saja bisa mulai diberikan kepada bayi setelah ia berusia 8 bulan. Namun demikian, disebabkan tingkat keasaman buah ini, sebagian bayi bisa saja mengalami gatal-gatal pada kulit setelah mengkonsumsinya.

Walaupun ini bukan merupakan alergi, namun jika terjadi pada bayi Anda, silahkan konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Bagaimana Cara Memilih Melon yang Baik

Kabar baiknya, melon tidaklah termasuk buah-buahan yang terancam dengan pencemaran pestisida, apalagi melon oranye atau cantaloupe - buah ini termasuk dalam jajaran 20 buah dan sayuran yang paling aman dari pestisida.

Berikut cara memilih melon yang baik...
  1. Coba ketukkan jari Anda pada buah melon. Pilih yang bunyinya seperti agak kosong. Mengapa demikian? Karena melon yang sudah matang memiliki banyak biji yang terlepas, ini tentu menyebabkan lebih banyak ruang kosong di dalamnya.
  2. Bisa juga dengan cara mengguncangkan buah melon. Jika terasa ada biji yang terlepas, kemungkinan besar ia sudah matang.
  3. Pilih yang aroma melonnya tercium, biasanya di daerah pangkal tangkai.
  4. Kalau ukuran melon kurang lebih sama, maka coba bandingkan beratnya, dan pilihlah yang lebih berat.
  5. Lihat juga jaringan guratan pada kulitnya, semakin banyak dan tebal menandakan ia sudah matang.
  6. Periksa jangan sampai ada bagian yang cacat seperti berlubang, tergores, atau busuk.

Oya, walaupun belum Anda potong-potong dan masih dalam bentuk buah yang utuh, buah melon sebaiknya Anda simpan di dalam kulkas ya...

*Melon dalam bentuk puree biasanya tidak tahan lama 

Bahan:

1 buah melon berukuran sedang yang sudah matang Cara Membuat:
  1. Potong buah belon menjadi dua, kemudian bersihkan bijinya
  2. Potong-potong dadu yang setengah bagian
  3. Jika Anda mau, potongan melon yang lunak bisa Anda sajikan begitu saja sebagai finger food
  4. Untuk membuat puree, Anda tinggal menghancurkannya dengan alat dan cara yang Anda sukai
  5. Puree bisa langsung disajikan, namun jika Anda mau, untuk membuatnya lebih kental, Anda bisa menambahkan sereal
  6. Sisa potongan melon bisa Anda bekukan dalam freezer

Bahan:

1/2 cangkir melon yang dipotong dadu 1/2 buah pisang, dikupas, potong dadu 1 buah persik yang dipotong dadu (jika Anda mau)

Cara Membuat:
Campurkan semua bahan
Kalau perlu, Anda bisa sedikit menghancurkannya dan menyajikannya sebagai finger food
Jika Anda mau, Anda juga bisa menjadikannya sebagai puree

Krim Salad - Untuk membuat krim saladnya, Anda tinggal menambahkan yoghurt tawar! 

Bahan:

1/2 cangkir melon yang dipotong dadu
1/2 buah alpukat yang sudah dikupas dan dipotong dadu
sedikit daun mint atau seledri

Cara Membuat:

Campurkan semua bahan, kemudian lumatkan hingga mencapai tekstur yang Anda kehendaki

Bahan apa saja yang cocok untuk dikombinasikan dengan melon?
Pisang
Alpukat
Persik
Wortel
Ayam
Yoghurt

Selamat menikmati! ;)

Resep Menu Pepaya untuk Bayi Anda

Jangan terkecoh dengan murahnya harga buah pepaya Iho, karena ia bukan saja manis dan segar, namun juga mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat. Diantaranya, pepaya mengandung Vitamin A, C dan E.

Selain itu, pepaya juga sumber serat dan asam folat yang bermanfaat untuk kesehatan sel darah, otak dan jantung.

Seperti halnya mangga, pepaya merupakan buah tropis yang walaupun baik untuk dijadikan MPASI bagi si kecil namun sebaiknya bukan merupakan menu yang pertama kali Anda perkenalkan kepadanya.

Berikut kandungan gizi dalam setiap cangkir buah pepaya... 

VITAMIN:
  1. Vitamin A - 2185 IU Vitamin B1 (thiamine) - .06 mg Vitamin B2 (riboflavin) - .07 mg Niasin - .82 mg Vitamin C - 140.1 mg Vitamin K - 6 mcg
  2. Folat (penting untuk ibu hamil) - 1 mcg

MINERAL:

Kalium - 419 mg Magnesium - 48 mg Fosfor - 23 mg Kalsium - 46 mg Sodium - 18 mg Besi - .57 mg
Juga mengandung sejumlah kecil zat mangan, tembaga dan seng.

Kapan Pepaya Bisa Diberikan kepada Bayi?

Pepaya sebaiknya diberikan setelah jenis buah lainnya seperti pisang, kentang manis, alpukat bisa diterima dan dicerna dengan baik oleh bayi Anda. Oleh sebab itu, kisaran usia 7-8 bulan dianggap sudah cukup untuk bisa memulai pepaya sebagai MPASI.

Tips Memilih & Menyimpan Buah Pepaya

Pepaya tidak termasuk jenis buah yang beresiko tercemar oleh pestisida, sehingga Anda tidak perlu memaksakan harus menggunakan pepaya organik, kecuali jika Anda menghendaki tentunya.
Anda pasti mengetahui bahwa pepaya termasuk buah yang sangat lembut, sehingga ia mudah rusak dan busuk. Pastikan Anda tidak memilih pepaya yang sudah 'bonyok', karena kalau seperti ini ia akan mudah membusuk.

Warna pepaya yang bagus tergantung jenisnya, namun biasanya yang berwarna kemerahan atau kekuningan. Pepaya yang sudah dikupas dan dipotong bisa Anda simpan di kulkas.

Bagaimana Menyajikan Buah Pepaya?

Menyiapkan pepaya sangat mudah. Anda tinggal mengupasnya, membuang bijinya, kemudian memotong-motongnya. Setelah itu lumatkan hingga mencapai kekasaran yang bisa diterima oleh bayi Anda.

Biji pepaya sebenarnya tidak berbahaya dan bisa saja dikonsumsi namun rasanya tentu saja kurang enak. Oya, pepaya juga bisa menjadi 'finger food lho untuk si kecil, yaitu jenis makanan yang bisa Anda potong untuk dipegang dan dimakan sendiri oleh bayi Anda...

Untuk bayi yang perutnya agak sensitif, biasanya pepaya dikukus dulu selama 5-10 menit untuk membantu menghancurkan kandungan gula dan seratnya, sehingga lebih mudah dicerna.

Pure Pepaya (7-8 bulan)

Bahan:

1 buah pepaya

Cara Memasak:
  1. Kupas, buang bijinya dan potong-potong pepaya
  2. Hancurkan dengan menggunakan garpu (tidak perlu menggunakan blender atau yang sejenisnya, karena pepaya memiliki tekstur yang sangat lembut).

Tergantung usia dan tahapan bayi Anda, mungkin saja Anda perlu mengukus pepaya terlebih dahulu sebelum dilumatkan.

Yoghurt Pepaya Persik (8 bulan)

Bahan:

1/2 cangkir pepaya yang sudah dilumatkan
1/2 cangkir buah persik (peach) yang sudah dilumatkan
Yoghurt tawar secukupnya

Cara Memasak:
Campurkan pepaya dan persik hingga merata
Tambahkan yoghurt tawar (whole milk yogurt) dan aduk hingga rata
Tambahkan sereal jika Anda suka, untuk membuatnya lebih kental

Ayam Beras Merah (8 bulan)

Bahan:

1/2 cangkir nasi beras merah 2 cangkir air
1/4 cangkir pepaya yang sudah dipotong dadu 1/4 cangkir mangga yang sudah dipotong dadu 1 atau 2 dada ayam yang sudah dibuang tulangnya sepotong kecil jahe dan kemiri jika Anda kehendaki

Cara Memasak:
  1. Campurkan semua bahan di atas pada wajan berukuran sedang
  2. Masak dengan api sedang selama sekitar 30 menit, hingga nasi menjadi lunak, wangi dan berbentuk seperti bubur
  3. Keluarkan dada ayam dari wajan, kemudian potong-potong hingga kecil, lalu masukkan kembali ke dalam wajan
  4. Tambahkan air jika diperlukan sambil terus diaduk agar masakan tidak menempel pada dasar wajan. Anda juga bisa menambahkan susu jika mau
  5. Masak hingga 15 menit lagi, atau hingga ayamnya matang

Dinginkan masakan yang sudah matang (tunggu sekitar 10 menit) kemudian pindahkan ke blender atau pengolah makanan. Lumatkan hingga mencapai tekstur yang sesuai.

Bahan apa saja yang cocok untuk dikombinasikan dengan pepaya?
Apel
Alpukat
Pisang
Mangga
Persik
Wortel
Kentang manis
Ayam
Yoghurt

Selamat menikmati! ;) 

Jangan Lewatkan Masa Keemasan Anak Anda!

“Setelah anak berusia 6-7 tahun, otak kirinya akan lebih dominan.”
“Sebelum usia 6 tahun, kita bisa memanfaatkan maksimalnya fungsi otak kanan.”
“Sehingga, memberikan informasi dalam jumlah banyak secara cepat kepada anak di bawah usia 6 tahun dapat merangsang otak kanannya dan dapat mengaktifkan memori visualnya.”
“Penelitian menunjukkan bahwa anak hingga usia TK dapat mengambil manfaat yang banyak jika belajar menggunakan flash cards (kartu edukasi) yang berisi gambar, kata, serta angka - selama dibuat dalam situasi yang menyenangkan, rileks, singkat dan kartu-kartu tersebut ditunjukkan secara cepat.”
~ “Babies Are Geniuses”, Dr. Shichida

Resep Menu Pisang untuk Bayi Anda

Buah pisang merupakan buah yang sangat cocok untuk dijadikan MPASI dan kandungan gizinya tidak diragukan lagi.Di antara kandungan gizi pisang yang sangat penting adalah kalium dan serat. Ia juga dikenal sarat dengan Vitamin C, B2 dan B6.

Kalium bermanfaat dalam mendukung kesehatan tekanan darah dan fungsi jantung. Pisang juga berfungsi sebagai antasida yang dapat mencegah sakit maag dan sangat mudah untuk dicerna oleh bayi.

Catatan: Memakan pisang dalam jumlah yang terlalu banyak bisa menyebabkan konstipasi/sembelit pada bayi

VITAMIN:
  1. Vitamin A - 144 IU Vitamin C - 19.6 mg
  2. Folat (penting untuk ibu hamil) - 45 mcg
  3. Vitamin B6 - .82 mcg
  4. Niasin - 1.49 mg
  5. Asam Pantothenat - .31 mg
  6. Vitamin E - .22 IU

MINERAL:

Kalium - 806 mg Magnesium - 61 mg Fosfor - 50 mg Kalsium - 11 mg Besi - .58 mg
Juga mengandung sejumlah kecil zat mangan, tembaga dan seng.

Kapan Pisang Bisa Diberikan kepada Bayi?
Pisang bisa mulai Anda berikan sebagai makanan pertama bagi bayi Anda, yaitu ketika usianya 6 bulan.

Karena pisang dicurigai bisa menimbulkan reaksi negatif pada penderita alergi Lateks, maka jika bayi Anda memiliki alergi ini, sebaiknya Anda konsultasikan dulu dengan DSA Anda sebelum memberikan buah pisang sebagai MPASI.

Beberapa kelebihan buah pisang:
  1. Murah
  2. Tidak repot mengolahnya, karena tidak perlu dicuci - cukup dikupas ‘bajunya’, dan pisang sudah siap dimakan
  3. Mudah untuk dibawa dalam perjalanan
  4. Tidak termasuk dalam daftar buah-buahan yang beresiko tercemar pestisida

Tips Memilih Buah Pisang untuk Si Kecil

Pisang yang baik untuk si kecil adalah yang sudah benar-benar matang, dengan kulit yang kuning dengan bercak coklat. Pisang yang belum matang memiliki serat yang belum bisa dicerna dengan baik oleh bayi.

Apa saja jenis pisang yang baik untuk bayi?

Pada dasarnya semua jenis pisang baik untuk bayi berusia 6 bulan. Namun demikian, ada beberapa jenis yang populer digunakan untuk MPASI, diantaranya:
  1. Pisang Ambon
  2. Pisang Mas
  3. Pisang Susu
  4. Pisang Kepok
  5. Pisang Nangka

Ok, mari kita berlanjut ke koleksi resep menggunakan buah pisang... ;)

Pure Pisang (6 bulan)

Bahan:

1 buah pisang - tak perlu dimasak Air/Susu formula/ASI secukupnya

Cara Memasak:
  1. Kupas dan potong-potong pisang sehingga berbentuk dadu
  2. Hancurkan dengan menggunakan garpu (tidak perlu menggunakan blender atau yang sejenisnya, karena pisang memiliki tekstur yang sangat lembut).
  3. Tergantung usia dan tahapan bayi Anda, mungkin saja air tidak diperlukan untuk membuat pure ini.

Bahan:

1 buah pisang 1 buah alpukat
Keduanya tidak perlu dimasak

Cara Memasak:
Kupas alpukat, ambil daging buahnya
Kupas pisang dan potong-potong
Hancurkan dengan menggunakan garpu

Kalau teksturnya masih terlalu kasar untuk bayi Anda, silahkan masukkan ke dalam blender atau pengolah makanan, sehingga kelembutan yang diinginkan tercapai

Bahan:
  1. 2 buah pisang
  2. 3 kuning telur
  3. 1/2 cangkir ASI atau susu formula
  4. Sepotong kecil jahe / kayumanis / pala

Cara Memasak:
  1. Masukkan semua bahan ke dalam blender atau pengolah makanan, hancurkan hingga halus, namun jangan sampai cair seperti jus (kalau Anda mau, Anda bisa mengocok semua bahan dengan tangan saja)
  2. Tuangkan ke dalam cetakan puding, dan panggang dalam oven pada suhu 170° C selama sekitar 20 menit
  3. Periksa setiap 10 menit sekali, sehingga ia merekah seperti pai
  4. Coba tusukkan pisau pada bagian tengahnya. Jika ketika dicabut pisaunya dalam keadaan bersih, berarti hidangan sudah siap!

Bahan:

1 buah pisang
1/2 cangkir air
1/3 cangkir tepung tapioka
1/2 cangkir yoghurt tawar atau rasa vanila

Cara Memasak:
Rebus air dalam wajan
Secara berangsur, masukkan tapioka, sambil terus diaduk
Kecilkan api dan masak hingga 5 menit, sambil terus diaduk
Lumatkan pisang, lalu masukkan ke dalam adonan
Masukkan yoghurt, dan aduk hingga adonan merata

Pisang Goleng (6-10 bulan)

Bahan:

2 buah pisang 2 sdm mentega Kayumanis / jahe

Cara Memasak:
Gunakan wajan kecil, masukkan mentega
Potong-potong pisang (bisa tipis, bisa bentuk dadu)
Masukkan potongan pisang ke dalam mentega yang panas
Angkat ketika matang
Bisa dilumatkan setelahnya jika Anda mau 

Bahan:

1 cangkir beras merah yang sudah dimasak 1/2 cangkir pure pisang 1 /2 cangkir yoghurt tawar 1/2 sdt vanila

Sepotong kecil kayumanis dan/atau jahe Cara Memasak:
  1. Campur semua bahan, lalu panaskan dengan api kecil pada wajan
  2. Aduk setiap beberapa waktu
  3. Setelah matang, angkat dan biarkan hangat sebentar
  4. Masukkan puding yang masih hangat ke dalam blender atau pengolah makanan, lalu hancurkan hingga tekstur yang Anda kehendaki

Bahan apa saja yang cocok untuk dikombinasikan dengan apel?

Sereal Alpukat Pir
Kentang manis Kiwi Apel Yoghurt

Selamat menikmati! ;)

Jangan Lewatkan Masa Keemasan Anak Anda!
“Setelah anak berusia 6-7 tahun, otak kirinya akan lebih dominan.”
“Sebelum usia 6 tahun, kita bisa memanfaatkan maksimalnya fungsi otak kanan.”
“Sehingga, memberikan informasi dalam jumlah banyak secara cepat kepada anak di bawah usia 6 tahun dapat merangsang otak kanannya dan dapat mengaktifkan memori visualnya.”
“Penelitian menunjukkan bahwa anak hingga usia TK dapat mengambil manfaat yang banyak jika belajar menggunakan flash cards (kartu edukasi) yang berisi gambar, kata, serta angka - selama dibuat dalam situasi yang menyenangkan, rileks, singkat dan kartu-kartu tersebut ditunjukkan secara cepat.”
~ “Babies Are Geniuses”, Dr. Shichida

Resep Menu Strawberry untuk Bayi Anda

Buah strawberry merupakan salah satu sumber Vitamin C yang luar biasa. 8 buah strawberry berukuran normal mengandung Vitamin C yang lebih banyak dibandingkan 1 buah jeruk. 
Ia juga dikenal sebagai buah yang sarat akan fenol tanaman (yang merupakan anti-oksidan yang sangat baik), sehingga dapat membantu pencegahan kanker.
Konsumsi strawberry dalam jangka panjang juga disinyalir dapat mencegah penyakit mata seperti katarak.
Ibu hamil juga dianjurkan untuk mengkonsumsi strawberry secara rutin sejak awal kehamilannya, karena sangat baik bagi perkembangan janinnya.
Berikut kandungan gizi dalam setiap cangkir puree strawberry...
VITAMIN:
  1. Vitamin A - 12230 IU
  2. Vitamin C - 136 mg
  3. Vitamin B1 (tiamina) - .05 mg
  4. Vitamin B2 (riboflavin) - .05 mg
  5. Vitamin K - 5.0 mcg
  6. Niasin - 1.14 mg
  7. Asam folat - 33 mcg 
MINERAL:
Kalium - 355 mg Fosfor - 56 mg Magnesium - 22 mg Kalsium - 37 mg Sodium - 2 mg Zat besi - .9 mg
Juga mengandung mangan, tembaga dan seng dalam jumlah kecil.
Kapan Strawberry Bisa Diberikan kepada Bayi?

  1. Banyak orangtua yang bingung mengenai waktu yang tepat untuk mulai memperkenalkan strawberry kepada buah hatinya. Fenomena ini memang wajar, mengingat buah ini dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang berpotensi menimbulkan reaksi alergi pada bayi dan anak.
  2. Oleh sebab itu, jika keluarga Anda memiliki sejarah alergi, sebaiknya Anda menunda memberikan strawberry kepada bayi Anda hingga ia berusia 1 tahun. Sedangkan jika keluarga Anda tidak memiliki sejarah alergi, secara umum Anda sudah bisa memperkenalkan strawberry kepada si kecil sejak usianya 8 bulan.
  3. Untuk memastikan, Anda bisa memulainya dengan memberikan buah ini kepada bayi Anda dalam jumlah sedikit dan menunggu jika ada reaksi alergi. Konsultasikanlah kepada dokter jika Anda masih ragu.
CATATAN
Strawberry yang dimakan dalam keadaan segar (tanpa dimasak terlebih dahulu) memiliki potensi yang lebih besar untuk menimbulkan reaksi alergi pada anak. Sedangkan strawberry yang telah diolah dengan cara dimasak biasanya jarang menimbulkan reaksi alergi. 
Bagaimana Cara Memilih Strawberry yang Baik

  1. Strawberry termasuk buah yang beresiko mengandung pestisida. Oleh sebab itu, sebisa mungkin pilihlah yang organik.
  2. Buah ini juga tidak bisa disimpan dalam waktu lama, karena teksturnya yang lunak. Seperti buah-buahan lainnya, pilihlah strawberry yang tidak busuk dan tidak memiliki cacat.
  3. Strawberry yang baik biasanya berwarna merah gelap, mengkilap, dan masih memiliki topi hijau.
  4. Jika daunnya masih menempel, pilih yang warna daunnya sangat hijau.
  5. Hindari strawberry yang warna merahnya pudar, atau memiliki daerah yang berwarna kehijauan atau kekuningan, karena biasanya rasanya masih asam dan kecut.
  6. Penyimpanan strawberry dalam keadaan segar (tidak perlu dicuci terlebih dulu) sebaiknya tidak lebih dari 2 hari dalam suhu kulkas.
  7. Dalam rentang 2 hari ini para peneliti menyatakan bahwa strawberry masih mengandung nutrisi yang maksimal.
Mempersiapkan Strawberry Sebelum Dimasak
Karena karakter buah ini yang mudah busuk, sebaiknya Anda tidak mencuci strawberry kecuali jika hendak langsung dimakan atau diolah.
Cucilah strawberry dengan air sejuk, keringkan, lalu buang topi hijaunya. Strawberry siap dimasak. 
Bahan:
2 cangkir strawberry segar Cara Membuat:
  1. Belah dua strawberry yang sudah dicud dan dibuang topinya
  2.  Lumatkan dan jadikan pureee, sesuai dengan tekstur yang Anda inginkan

Bahan:
1 cangkir strawberry segar 1 potong mangga 1 pisang ukuran sedang Yoghurt whole milk tanpa rasa
Cara Membuat:
  1. Bersihkan buah-buahan
  2. Potong-potong semua buah seukuran dadu
  3. Lumatkan buah-buahan yang sudah dipotong, dengan menggunakan blender atau food processor
  4. Siapkan mangkuk, tuangkan yoghurt membentuk sebuah lapisan, lalu tuangkan puree buah menjadi sebuah lapisan di atasnya, setelah itu tuangkan lagi yoghurt di atasnya membentuk lapisan, dan seterusnya, sehingga semua bahan habis
  5. Anda bisa menaburkan gandum di atasnya jika mau 
  6. Anda juga bisa langsung menyajikan potongan buah yang tidak dihancurkan, sebagai finger food. Siram yoghurt ke atasnya, sehingga menjadi salad
Bahan:
1 cangkir strawberry segar 1 cangkir yoghurt whole milk tanpa rasa 1 tetes vanila
Cara Membuat:
  1. Belah dua strawberry yang sudah dicud dan dibuang topinya
  2. Lumatkan hingga menjadi puree, tambahkan vanila, kemudian tambahkan yoghurt secara perlahan
  3. Sajikan seperti ini, atau bekukan sehingga menjadi es
Bahan:
  1. 1 1/2 cangkir tepung terigu
  2. 1 sdm baking powder sedikit garam sedikit kayumanis
  3. 1/2 cangkir minyak sayur
  4. 1/2 cangkir puree strawberry bertekstur kasar
  5. 2 butir telur 1/2 cangkir susu 1 sdt vanila
  6. 2/3 cangkir sirup maple 
Cara Membuat:
  1. Panaskan oven dengan suhu 200° C (sangat panas)
  2. Minyaki bagian bawah cetakan kue muffin
  3. Campurkan terigu, garam, kayumanis dan baking powder, aduk hingga rata
  4. Tambahkan telur, susu, vanila, sirup maple, minyak sayur dan puree strawberry, aduk hingga rata
  5. Panggang dengan oven selama 20-25 menit
  6. Coba tancapkan tusuk gigi untuk memeriksa kematangan bagian dalam muffin
  7. Sirup maple banyak dijual di supermarket besar. Periksa sertifikasi kehalalannya
Krim Strawberry
Bahan:
1/2 cangkir puree strawberry 1 cangkir keju mascarpone setetes vanila sedikit gula jika diinginkan
Cara Membuat:
  1. Campurkan pureee strawberry, keju mascarpone dan vanila, aduk hingga rata
  2. Simpan di dalam kulkas
  3. Gunakan sebagai krim untuk panekuk atau kue lainnya
  4. Keju mascarpone adalah keju Itali yang terbuat dari krim, dapat dibeli di supermarket besar. Periksa sertifikasi kehalalannya
 Bahan apa saja yang cocok untuk dikombinasikan dengan strawberry?
  1.  Pisang
  2.  Apel
  3. Kiwi
  4. Mangga
  5. Pepaya
  6. Persik
  7.  Yoghurt
Selamat menikmati
Jangan Lewatkan Masa Keemasan Anak Anda!
“Setelah anak berusia 6-7 tahun, otak kirinya akan lebih dominan.”
“Sebelum usia 6 tahun, kita bisa memanfaatkan maksimalnya fungsi otak kanan.”
“Sehingga, memberikan informasi dalam jumlah banyak secara cepat kepada anak di bawah usia 6 tahun dapat merangsang otak kanannya dan dapat mengaktifkan memori visualnya.”
“Penelitian menunjukkan bahwa anak hingga usia TK dapat mengambil manfaat yang banyak jika belajar menggunakan flash cards (kartu edukasi) yang berisi gambar, kata, serta angka - selama dibuat dalam situasi yang menyenangkan, rileks, singkat dan kartu-kartu tersebut ditunjukkan secara cepat.”
~ “Babies Are Geniuses”, Dr. Shichida