POPULAR POST

Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Memandikan Bayi – Beberapa Tips Penting

memandikan bayi

Memandikan bayi bisa menjadi kesempatan bagi Anda dan bayi Anda untuk mempererat hubungan. Apa saja yang perlu Anda siapkan agar semuanya berjalan lancar dan aman?

Waktu dan Frekuensi

Untuk bayi yang baru lahir, sebaiknya ia dimandikan 2-3 jam setelah proses kelahiran, pada saat kondisi tubuhnya sudah stabil. Seiring dengan perkembangannya, biasa di negeri kita yang tropis ini bayi dimandikan dua kali dalam sehari. Waktu yang paling baik biasanya sebelum ia makan di pagi hari (untuk mencegah muntah) dan sebelum ia tidur di malam hari, agar ia dapat tertidur dengan lelap.

Peralatan

Siapkan semua yang akan Anda perlukan sebelum proses memandikan dimulai dan kumpulkan di tempat yang berdekatan dengan posisi Anda. Ini penting, karena bayi Anda harus terus berada dalam genggaman Anda hingga selesai, untuk menghindari resiko si kecil tergellincir dan tenggelam dalam air. Beberapa peralatan yang standar untuk memandikan si kecil antara lain:
  • Bak mandi
  • Waslap
  • Handuk
  • Sabun dan sampo (jika Anda ingin menggunakannya)
  • Kapas
  • Popok
  • Pakaian ganti
  • Mainan untuk mengalihkan perhatiannya
Hingga bayi usia 6 bulan (sudah bisa duduk tegak), sebaiknya Anda menggunakan bak khusus untuk bayi. Sebagian ahli menyarankan untuk menggunakan sabun hanya jika cuaca sangat panas dan ketika si kecil benar-benar kotor. Karena ini jarang terjadi, maka sebenarnya memandikan bayi hanya dengan air saja (tanpa sabun) merupakan kebiasaan yang justru positif.

Air

Gunakan air hangat bersuhu sekitar 36-37 C. Untuk bayi hingga usia 6 bulan, kedalaman air sebaiknya tidak lebih dari 10 cm. Untuk bayi yang sudah lebih besar, Anda bisa menuangkan air hingga ke seukuran pinggangnya ketika ia duduk. Memandikan bayi dengan air dingin masih menimbulkan kontroversi…

Langkah-langkah

  • Mulailah dari mata si kecil. Gunakan kapas untuk membersihkan matanya. Basahi kapas, dan bersihkan mata si kecil dari arah dalam keluar. Gunakan kapas baru untuk mata yang sebelahnya lagi.
  • Beralihlah ke bagian lain pada wajahnya; pipi, telinga, dahi dan seterusnya.
  • Selanjutnya bershikan kepalanya. Gunakan sampo sesekali. Ketika membersihkan kepalanya, gunakan cangkir/gelas kecil untuk menuangkan air ke atas kepala (jika Anda menggunakan gayung, khawatir air tertuang terlalu banyak sekaligus). Lindungi bagian matanya agar ia tidak merasa panik dan terganggu.
  • Lanjutkan membersihkan tubuhnya dari leher hingga ke ujung kakinya, namun bagian pantat sebaiknya diakhirkan.
  • Bersihkan bagian pantat si kecil ketika proses mandi sudah selesai. Berdirikan ia di baknya lalu bersihkan pantatnya.
  • Siapkan handuk dan segera lilitkan ke tubuhnya agar ia tidak kedinginan.
  • Baringkan ia dan kenakan pakaiannya. Saat ini juga merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pijatan jika Anda mau.

Catatan Penting

  • Posisi tangan yang baik ketika memandikan si kecil adalah tangan kiri di belakang tengkuknya, memegang kepala dan leher bayi. Tangan kiri ini harus selalu berada pada posisi seperti ini selama memandikan si kecil.
  • Gunakan mainan untuk mengalihkan perhatian si kecil, sehingga Anda tidak kerepotan.
  • Pastikan setiap lekuk tubuhnya dibershikan dengan baik.
  • Bagian-bagian sulit seperti lubang hidung serta telinga bagian terluar dapat dibersihkan menggunakan kapas basah.
Selamat mencoba…

Warna Feses Bayi – Apa Artinya? (Skema)

Banyak orangtua yang khawatir melihat warna feses bayinya yang berubah-rubah seiring dengan pertumbuhannya.

Silahkan pelajari skema di bawah ini.

Anda boleh mendownload, mencetak, serta membagikannya kepada kerabat Anda.





Aktifitas untuk Bayi 0-4 Bulan: Parade Boneka Jari



Bayi usia 0-4 bulan belum memiliki jarak pandang yang jauh layaknya orang dewasa. Pada umumnya, mereka hanya dapat melihat dengan jelas berbagai obyek yang berjarak paling jauh 20-25 cm saja. Itulah sebabnya mengapa mereka seringkali nampak tidak peduli dengan benda-benda yang berada jauh dari tempat mereka berada.

permainan boneka jari untuk bayiNamun cobalah Anda hadapkan obyek apa saja hingga berada pada jarak pandang si bayi (20-25 cm), maka tiba-tiba matanya akan terbelalak dan membesar. Bahkan jika benda yang Anda munculkan itu berwarna-warni dan berbentuk lucu, bukan hanya matanya yang membesar, seringkali wajah si bayi pun akan langsung dipenuhi dengan tawa lebarnya… emh, gemesnya… ;)

Inilah hikmah besar pada bayi… Pada usia ini, dengan segala kelemahannya, bayi memang dibekali dengan insting untuk menemukan makanan – dan dengan jarak pandang seperti ini, ia akan sangat mengenali wajah ibunya – orang yang selalu ada untuk menyusuinya setiap kali ia lapar.
Nah, salah satu aktifitas positif yang sangat menyenangkan untuk bayi usia ini adalah permainan sederhana dengan menggunakan boneka jari.
Manfaat:
  • Rangsangan terhadap kemampuan visual (penglihatan)
  • Pengenalan terhadap kegiatan interaktif
Kegiatan untuk Usia:
0-4 bulan
Yang Anda Butuhkan:
1 set boneka jari (salah satu contoh boneka jari karakter hewan)

Mulai Aktifitas

Baringkan bayi Anda. Anda bisa melakukannya dengan cara memangkunya (ini cara yang paling nyaman untuk Anda berdua dan bisa menguatkan ikatan antara Anda dengan si kecil), atau bisa juga dengan membaringkan si kecil di kasurnya atau pada bouncer seat yang posisinya agak rebah.

main boneka jari untuk bayiUntuk awal, Anda bisa menggunakan satu boneka pada jari telunjuk Anda dan memperkenalkannya satu per satu kepada si kecil. Hadapkan boneka pertama kepada bayi Anda hingga berada pada jarak pandangnya. Biarkan si kecil fokus menatap wajah boneka sesaat. Setelah ia berhasil ‘mengenali’ wajah boneka, maka berbicarah dengan perlahan untuk memperkenalkan siapa yang barusan muncul di hadapannya.

“Assalamu’alaikum, Saya Weki si Bebek,” Anda bisa menggunakan kalimat sederhana seperti ini. Silahkan gunakan kalimat perkenalan yang Anda inginkan. Bagus jika Anda bisa memberi nama sederhana dan mudah diingat untuk setiap jenis binatang pada koleksi boneka jari Anda.
Berikut beberapa teknik memainkan boneka jari untuk bayi tahapan usia ini…
  • Setiap kali Anda berbicara mewakili boneka, gerakkanlah jari Anda sedemikan rupa sehingga si boneka seakan menunduk ke arah si kecil.
  • Bicaralah dengan kalimat-kalimat pendek yang sederhana.
  • Setiap kali Anda mengucapkan satu kalimat, tunggulah beberapa saat dalam keadaan boneka masih menunduk. Seakan-akan si boneka sedang menanti dan menyimak jawaban dari buah hati Anda (walaupun tentu saja si kecil belum bisa menjawab).
  • Teruslah berbicara dengan percakapan satu arah, menggunakan setiap karakter boneka jari.

Permainan Boneka Jari untuk Mengalihkan Perhatian Bayi

Seringkali bayi Anda menjadi rewel ketika ia lapar, kepanasan, popoknya penuh, atau merasa bosan. Nah, Anda bisa juga menjadikan permainan boneka jari pada kondisi berikut agar si kecil ‘anteng’…
  • Mandi
  • Perjalanan
  • Menunggu antrian di tempat dokter atau bidan
  • Berada di tempat teman
  • Berada di tempat yang asing baginya
Beberapa Catatan Penting:
Semakin kecil usia bayi, maka tentu saja ia belum bisa mengikuti berbagai gerakan boneka dengan matanya, apalagi sampai menggerakkan lehernya. Ini hal yang wajar. Nanti seiring dengan pertumbuhannya, ia akan mulai bisa mengikuti dan Anda bisa menerapkan percakapan serta gerakan yang lebih bervariasi.

permainan bayi boneka jari binatangNamun demikian, walaupun sepertinya Anda berbicara sendirian, bayi seusia ini tetap bisa menyerap hal-hal positif yang Anda lakukan dan sampaikan lho, jangan berkecil hati. Melalui aktifitas ini, buah hati Anda sedang membangun interaksi dengan Anda dan biarkan ia menikmatinya. Pada tahap ini yang penting adalah proses bermain, membangun ikatan dan bersenang-senang dengan buah hati Anda!
Oya, gunakanlah suara kecil lucu sebagai suara boneka, karena jenis suara ini lebih berkesan bagi bayi.

Permainan boneka jari bisa terus bermanfaat bagi anak hingga usia 4-5 tahun, dimana anak-anak sendiri yang bermain peran menggunakan boneka jari. Mudah-mudahan jenis permainan untuk tahap usia bayi selanjutnya bisa kami bagikan juga di sini.
Selamat bersenang-senang dengan si kecil!

Inilah Kegiatan yang Bisa Anda Lakukan dengan Bayi 0-3 Bulan…




Bermain ternyata diperlukan oleh setiap bayi, agar ia bisa mengembangkan aspek sosial, emosional, fisik dan kognitifnya. Melalui permainan yang sesuai dengan tahapan usianya, bayi dapat belajar banyak tentang diri dan lingkungannya – dan ia menggunakan kelima panca inderanya untuk itu.

Bayi adalah makhluk yang dipenuhi dengan rasa penasaran yang sangat tinggi ;)Dengan bekal inilah ia mempelajari segala sesuatu.
bayi bermain
Apa jadinya ya kalau ini aku tarik?
Bagaimana kalau kugigit benda aneh ini, seperti apa sih rasanya?
Kalau kugoyang-goyang, suaranya seperti apa ya?
Wah, aku harus naik ke atas sana… seperti apa pemandangan dari atas sana ya…?
Hmmm… lembut sekali benda ini, warnanya pun bikin aku gemas!
Wangi apa ini ya, kok enak? Coba kumakan…
…Seperti itulah berbagai lintasan yang mungkin muncul dalam benak setiap bayi. Dan inilah yang memicu bayi untuk melakukan eksplorasi (penyelidikan), yang memang merupakan inti dari permainan.

Permainan Bayi 0-3 Bulan

Anda bisa melakukan permainan sederhana yang bisa merangsang indera peraba, penglihatan, penciuman, serta pendengaran. Indera perasa pada tahapan ini tentu saja belum saatnya dikembangkan.

Menggendong dengan Ritme!
Permainan sederhana yang bisa merangsang bayi adalah melakukan gerakan-gerakan lembut dan berirama ketika menggendongnya.
Ayun perlahan ke kanan… Ayun perlahan ke kiri. Atas, bawah – Atas, bawah…
Pastikan Anda menopang terus lehernya dan jangan melakukan gerakan yang terlalu hebat sehingga ia terguncang, karena ini bisa berakibat fatal. Hindari juga melempar bayi ke atas dan menangkapnya, karena pada tahap ini kondisi otaknya masih sangat lemah.

Beraksi di Hadapannya
Coba buat gerakan-gerakan dengan suara lucu di hadapan bayi yang sedang berbaring. Goyangkan tangan, kepala, atau bahkan seluruh tubuh Anda untuk menghiburnya ;)

Berkenalan dengan Benda Sekitar
Tunjukkan berbagai macam benda yang ada di dalam maupun di luar rumah Anda. Semua benda yang tidak berbahaya bisa menjadi sarana permainan untuk si kecil.
Benda-benda yang biasanya sangat menarik bagi bayi diantaranya:
  • Sendok
  • Pengocok telur
  • Baskom
  • Buku
  • Majalah
  • Gambar berwarna-warni
  • Botol bekas
  • Kain berwarna-warni
  • Buah-buahan
  • Sayuran
Coba berikan kepadanya benda-benda di atas (di bawah pengawasan Anda tentunya!) dan lihat bagaimana ia menikmati proses penyelidikannya.

Bermain dengan Isi Lemari!
Yuk, ajak si kecil menyelidiki isi lemari Anda…
Tunjukkan kepadanya berbagai macam bahan kain dengan berbagai macam warna dan biarkan ia merabanya, meremasnya, memeluknya serta memegang kancing, ritsleting, kerah, dan semua yang aman baginya.
Ini akan merangsang indera perabanya.

Bermain Gantungan
Gantung benda menarik seperti sendok, botol, kain dan sebagainya dengan menggunakan pita atau tali berwarna cerah.
Mainkan di atas si kecil; naik-turun..berputar…kiri-kanan… Lihat bagaimana antusiasnya si kecil mengikuti gerakan benda yang tergantung tersebut.
Sesekali, biarkan benda tersebut bergantung rendah sehingga menyentuh hidung si kecil ;) Ikuti dengan bunyi yang lucu dan ulangi beberapa kali. Si kecil akan ‘menanti’ kejadian berikutnya dengan penuh harapan. Dia sedang belajar sesuatu.

Inilah Kegiatan yang Bisa Anda Lakukan dengan Bayi 4-6 Bulan




permainan bayi 4 6 bulan
Bayi usia 4-6 bulan sudah meraih banyak perkembangan dalam fisik dan motoriknya. Normalnya, ia sudah bisa berguling, memegang, memasukkan benda ke mulutnya, bahkan duduk. Ini berarti kegiatan Anda bersama si kecil akan semakin bervariasi dan mulai banyak melibatkan kegiatan fisik/motorik. Kalau sebelumnya dalam kegiatan yang Anda lakukan bersama bayi Anda, si kecil lebih banyak pasif dan ia menyelidiki dunia sekelilingnya masih dalam pelukan dan pangkuan Anda, sekarang ia sudah bisa aktif menyelidiki apa yang ia mau!
Pada tahap usia ini, bayi akan banyak belajar dengan berbagai kejadian yang bisa menimbulkan berbagai ‘kemungkinan’. Ia akan sangat suka ‘membuat sesuatu terjadi’. “Apa jadinya ya kalau ini aku beginikan?” inilah yang memenuhi pikiran si kecil dan inilah yang ia terapkan pada berbagai benda yang bisa dijangkaunya. Untuk merangsang perkembangan otak dan fisiknya, berikut beberapa kegiatan sederhana yang bisa Anda lakukan bersamanya…

Melantai

Hamparkan selimut atau matras, lalu baringkan si kecil dengan posisi tengkurap. Hadirkan benda-benda berwarna cerah, serta yang bisa berbunyi di hadapannya, sejarak pandangan bayi. Gunakan benda-benda tersebut satu per satu untuk menggoda bayi Anda. Anda akan melihatnya mulai mengangkat kepala, mulai menendang-nendang, atau bahkan mulai mengoyang-goyangkan seluruh tubuhnya karena gembira dan semangat. Kegiatan sederhana ini bisa membantu si kecil untuk mulai mengatur gerakan kepala serta anggota tubuh lainnya dan bisa membantunya untuk menguasai kemampuan merayap dan merangkak.

Mengenal Bau

Untuk merangsang indera penciuman, cobalah sesekali perkenalkan bau berbagai macam rempah dan bumbu yang ada di rumah Anda. Ambil sedikit kepingan kayu manis dan hadapkan di dekat hidung si kecil. Biarkan ia mempelajari bau uniknya. Jika ia suka baunya, coba bahan dapur lain yang baunya lembut dan tidak menyengat, seperti vanila, coklat, kemiri, daun kemangi, dan sebagainya. Namun hati-hati ya, jangan sampai termakan…

Membaca Bibir

Penelitan menemukan bahwa hingga usia 1 tahun, bayi akan lebih banyak berkonsentrasi melihat gerakan bibir orang yang berbicara kepadanya. Artinya, ketika ia berusaha memahami pembicaraan yang disampaikan kepadanya, ia tidak hanya mengandalkan pendengarannya semata, namun dibantu dengan melihat gerakan bibir orang yang berbicara. Cobalah letakkan bayi Anda dalam posisi yang nyaman, dimana ia bisa melihat area mulut Anda dengan jelas. Cobalah berbicara perlahan kepadanya dengan gerakan mulut yang jelas. Tanggapi juga ocehannya. Ini akan merangsang kemampuan bahasa bayi.

Awas, Aku Datang…

Bayi tahapan ini sudah memiliki naluri antisipasi. Coba saja Anda hampiri si kecil dengan ekspresi seram-lucu yang dibuat-buat, sambil berbicara dengan nada lucu dengan sedikit menakut-nakuti… “Ayo…bunda datang mendekat… dan akan mencium pipimu, hidungmu, dagumu, matamu!” lalu peluk ia, hujani dengan ciuman di tempat-tempat yang Anda sebutkan. Menjauhlah lagi dan buat pendekatan yang serupa. Semua bayi menyukai kegiatan ini!

Pegang Erat!

Motorik halus bayi mulai berkembang. Pancing si kecil untuk memegang dan menggenggam jari Anda sambil pura-pura ‘tertangkap’ olehnya. Berikan juga mainan aman yang bisa dipegang dan digenggamnya. Pastikan mainan yang Anda berikan tidak memiliki bagian kecil yang mudah terlepas sehingga membuat bayi tersedak.

Sebab Akibat

Luangkan waktu untuk mencoba berbagai variasi permainan cilukba. Namun kali ini Anda bisa memberikan kendali kepada bayi Anda. Caranya? Jangan Anda yang muncul tiba-tiba dengan teriakan cilukba, tapi coba tutupi wajah Anda dengan kain dan tunggu si kecil yang menyingkapkannya untuk melihat wajah Anda! Iringi dengan suara-suara yang semakin membuatnya bersemangat untuk membuka kain. Terapkan juga permainan ini dengan menggunakan mainannya. Sembunyikan mainannya di dekatnya, dengan ditutupi kain. Buatlah bunyi-bunyian sambil menggerakkan mainan tersebut. Buka kainnya atau biarkan ia yang berusaha menyingkapkannya. Variasi lainnya, bersembunyilah dan panggil nama si kecil. Ketika ia mulai mengeluarkan suara-suara seperti memanggil Anda, muncullah dari tempat persembunyian Anda. Si kecil akan belajar sebab akibat tentang dunia di sekitarnya.

Jari Berjalan

Perjalankan jari Anda dari ujung jempol kaki si kecil, mengarah ke perutnya. Lakukan ini seperti sesuatu sedang berjalan di atas tubuhnya, sambil menyampaikan cerita. “Ada semut kecil, berjalan-jalan, berjalan-jalan…”. Kegiatan ini bisa Anda lakukan sebagai pengalihan ketika ia rewel saat mandi atau memakai popok.

Menjadi Burung

Jika leher si kecil sudah kuat menahan kepalanya, salah satu permainan seru adalah mengangkatnya untuk terbang seperti burung! Minta sang ayah untuk menerbangkan si kecil hingga merendah di atas tubuh bunda, weeeeng… Terlentanglah dan angkat si kecil di atas tubuh Anda. Turunkan perlahan-lahan, hingga akhirnya hidungnya bersentuhan dengan hidung Anda, Toing!

Gelembung

Mainkan gelembung ketika mandi, atau ketika di taman. Perhatikan bagaimana bayi Anda tertawa lebar penuh penasaran memperhatikan gelembung-gelembung tersebut melayang-layang. Ia akan lebih bersemangat jika melihat anak-anak lain berusaha menangkap setiap gelembung.

Membaca 

Membacalah untuk si kecil. Dudukkan ia di pangkuan Anda. Anda dapat juga menggunakan buku kain untuk kegiatan ini. Tunjuk tokoh-tokoh yang ada di dalam buku tersebut. Biarka ia memegangnya. Berhentilah ketika ia sudah mulai bosan dan gelisah.

Makanan Bayi – Panduan Lengkap


makanan bayiSetelah melewati masa ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya, bayi Anda sudah siap untuk menerima makanan pendamping. Biasanya, ini merupakan salah satu waktu yang sangat dinanti oleh para bunda :) Hmmm betapa tidak sabarnya bunda untuk memberikan berbagai variasi makanan untuk sang buah hati. Namun, sebelum memulai, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar makanan bayi. Beberapa artikel terkait juga kami sertakan di sini, sehingga mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi acuan dan panduan singkat (namun lengkap) tentang apa saja yang berkaitan dengan makanan bayi.

Halaman ini akan terus diperbarui, dengan menambahkan berbagai info bermanfaat seputar makanan bayi. Silahkan bookmark halaman ini (Ctrl D) agar mudah menemukannya di kemudian hari.
Berikut berbagai informasi yang perlu Anda ketahui…

Informasi Dasar Seputar Makanan Bayi

Makanan Pendampi Air Susu Ibu (MPASI) - Apa tanda-tanda bayi sudah siap menerima makanan pendamping? 11 hal yang perlu diperhatikan ketika mulai memperkenalkan MPASI. Tahapan pengenalan MPASI. Contoh jadwal makan bayi. Tanda bayi sudah kenyang.
Persiapan Membuat Makanan Pertama untuk Bayi 6 Bulan – Bagaimana memilih bahan makanan yang baik? Peralatan apa saja yang Anda perlukan untuk mulai membuat makanan bayi sendiri? Beberapa prinsip cara mengolah bahan makanan agar sehat untuk si kecil. Trik memperkenalkan menu baru. Cara menyimpan makanan bayi.
Membuat Makanan Bayi Sendiri – Tips memilih bahan, menyiapkan, menyajikan dan menyimpan makanan bayi.

Baca juga informasi seputar makanan bayi yang terbuat dari telur, bubur beras strawberry, serta buah alpukat. Tentu saja si kecil tidak harus melulu mengkonsumsi buah-buahan saja. Coba juga resep beras merah wortel, bubur daging, beras merah dan ayam, dan bubur kentang ati. Bahkan, seiring dengan bertambahnya usia si kecil, Anda bisa mulai memperkenalkan rasa-rasa baru, seperti duet apel dan pepaya,

Untuk minuman si kecil, Anda bisa mencoba air tomat, air jeruk, serta air pepaya.
Ingin membuat tim? Yuk dicoba beberapa resepnya; tim kentang, tim saring telur, tim saring ikan teri, tim saring daging, tim saring ati sapi, serta tim saring ayam keju. Mengenai keju, ada banyak perbedaan pendapat apakah boleh menggunakannya dalam resep makanan bayi atau tidak. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca keterangannya di keju untuk bayi.

Pastikan menu makanan si kecil bervariasi. Tidak hanya hal ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada bayi, namun juga merupakan jurus jitu mengurangi kebosanan anak. Jangan lupa juga untuk menyertakan ikan dan sayuran pada daftar menu si kecil, karena sangat baik untuk pertumbuhannya. Untuk menambah selera, Anda bisa menambahkan kaldu untuk makanan bayi. Variasi makanan seperti puding apel juga bisa meningkatkan selera makan si kecil yang jenuh dengan tim dan bubur saring ;)

Led Weaning

Baca juga cara baru dalam memperkenalkan makanan pendamping untuk bayi Anda, yang dikenal dengan istilah Led Weaning. Pada metode ini, alih-alih menyuapkan makanan ke mulut si kecil, namun bayi Anda dibiarkan untuk mengambil makanannya sendiri, sesuai dengan keinginannya.

Beberapa Hal yang Perlu Anda Ketahui Ketika Membuat Makanan Bayi

  • Ketika memperkenalkan jenis makanan baru kepada si kecil, cobalah satu jenis makanan saja selama beberapa hari, untuk melihat apakah terdapat reaksi alergi. Lakukan untuk setiap jenis makanan baru selama 3-4 hari.
  • Pastikan tangan Anda dan semua peralatan yang Anda gunakan bersih dan aman bagi kesehatan bayi.
  • Setiap bayi akan menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap setiap jenis makanan dan teksturnya. Bersabarlah dalam memperkenalkan semua jenis makanan yang sehat, agar ia terbiasa mengkonsumsi daging, sayuran, buah-buahan dan sebagainya. Kuncinya, jangan cepat berputus asa!

Tidur Bersama Bayi dalam Satu Kasur? Bagus Kok!

Banyak pendapat dan tulisan yang melarang bayi tidur dalam satu kasur/ranjang dengan orangtuanya. Alasannya semua sama: terlalu berbahaya. Dikhawatirkan, bayi secara tidak sengaja akan terhimpit oleh orang dewasa yang tidur bersamanya. Seandainya terhimpit oleh tangan saja, ini bisa berakibat fatal, karena bisa membuat bayi sulit bernapas dan ujung-ujungnya bisa berakhir dengan kematian.
Kesimpulan: Dilarang tidur berbagi kasur/ranjang dengan bayi dalam kondisi apapun.
Hmmm…nanti dulu…
Benarkah ini merupakan harga mati?
Sepertinya sudah tidak lagi tuh!

Pada prakteknya, banyak orangtua di negeri kita yang selama ini sangat senang membawa bayinya untuk tidur berdekatan dengannya, dalam satu kasur. Walaupun banyak pihak (terutama dari dunia kedokteran modern) yang menentang kebiasaan ini, namun orang-orang yang melakukannya hanya mengganggap semua larangan itu sebagai ‘angin lalu’ saja.
Mengapa demikian? Kalau ditanya, ternyata mereka akan menjawab bahwa mereka merasakan banyak manfaat dengan tidur bersama, salah satu diantaranya bayi jadi tidur lebih nyenyak dibandingkan jika ditidurkan terpisah di ranjangnya. Tentu saja ini berarti mereka dapat melalui malam-malamnya dengan tidur nyenyak bebas gangguan. ;)

Nah, di negara-negara barat sendiri belakangan ini ternyata semakin banyak orangtua yang buka mulut dan mulai bercerita bahwa mereka sudah lama menerapkan tidur bersama bayi seperti ini dan mereka pun merasakan manfaatnya. Diantara yang mendukung praktek ini bahkan sudah mulai banyak yang berasal dari kalangan praktisi kesehatan anak, termasuk Dr. Sears, M.D, pengarang lebih dari 30 buku tentang perawatan anak.

Manfaat Tidur Satu Kasur/Ranjang dengan Bayi

Berikut beberapa manfaat berbagi kasur/ranjang dengan bayi Anda:
  1. Bayi akan tidur lebih nyenyak
  2. Ibu akan tidur lebih nyenyak
  3. Menyusui jadi lebih mudah
  4. Membangun ikatan dengan bayi
  5. Perkembangan bayi lebih pesat
  6. Mengurangi resiko kematian bayi
Secara psikis, tidur satu kasur dengan bayi menggambarkan bahwa Anda menerima bayi Anda sebagai makhluk yang lemah yang memiliki kebutuhan yang besar. Si kecil akan merasa tenang ketika malam hari, karena ia pun tahu Anda berada di dekatnya – ini jelas berbeda jika ia tidur sendiri di dalam ranjangnya.

Begitu pula berkaitan dengan kualitas tidur. Jika bayi tidur terpisah, maka ketika ia menangis, diperlukan proses yang lebih panjang untuk menenangkannya. Sang ibu harus bangun dari kasurnya, menuju ranjang bayi, lalu menenangkannya hingga si kecil tertidur lagi, baru ia bisa kembali ke tempat tidurnya. Coba bandingkan jika ibu dan bayi tidur berdekatan.

Hasil Penelitian

Beberapa manfaat tidur berdekatan dengan bayi dalam satu kasur sebenarnya disimpulkan dari ribuan penelian yang melibatkan ribuan ibu dan bayi, baik yang berlangsung di laboraturium penelitian, maupun berdasarkan angket dan survey.

Ketika ibu tidur bersama bayinya, maka posisi yang paling banyak ditemui adalah berhadap-hadapan, wajah bayi berhadapan dengan wajah sang bunda, dalam jarak yang sangat dekat. Walaupun bayi sesekali berguling menjauh, biasanya ia akan berguling kembali ke hadapan ibunya. Dan ketika ini terjadi, ikatan emosional yang luar biasa terbentuk diantara mereka berdua. Sebuah proses unik yang bahkan ilmu pengetahuan modern pun sulit untuk menjelaskannya :)
Namun demikian, ada beberapa kenyataan menarik dalam ‘ritual’ ini:
  • Pasangan ibu dan bayi yang tidur bersama, ternyata memiliki ritme yang sama dalam banyak hal; ritme napas yang sama, perubahan gerak yang sama, bahkan ketika salah satunya terbatuk, seringkali yang lain akan ikut terbatuk, dan ini dilakukan tanpa terbangun.
  • Bayi akan menyusu ASI lebih sering dibandingkan jika ia tidur terpisah, namun uniknya hampir seluruh ibu menyatakan bahwa tidur mereka cukup. Ini menggambarkan betapa kuatnya ikatan mereka berdua, sehingga proses menyusui pun berjalan dengan alami, dan ini bisa berjalan dengan baik walaupun di alam bawah sadar.
  • Bayi yang tidur bersama ibunya biasanya akan menggunakan posisi terlentang atau miring, dan hampir tidak pernah tengkurap. Ini tentu saja mengurangi resiko sulit bernapas ketika tidur.
  • Keduanya akan sering bersentuhan, sehingga semakin menguatkan rangsangan positif untuk sang bunda dan juga bayinya.

Tips Aman Tidur Bersama Bayi dalam Satu Kasur

  • Secara normal, setiap orang akan bereaksi dalam tidurnya ketika ia menghimpit sesuatu. Tubuhnya akan menyesuaikan agar posisinya nyaman, dan ini berlangsung ketika ia sedang tertidur. Namun demikian, jika Anda orang yang ekstra gemuk dan sedang hilang kesadaran, tentu saja jangan tidur bersama bayi Anda!
  • Siapkan perlak dan popok yang cukup
  • Sebagian pasangan meletakkan bayi di tengah-tengah, antara mereka berdua. Namun bagi sebagian yang lain, bayi diletakkan di posisi yang bersebelahan dengan ibunya. Jika demikian, maka sebaiknya Anda merapatkan kasur ke dinding untuk menghindari bayi terjatuh dari kasur.
  • Jangan melakukannya di sofa atau kasur air, karena justru bisa berakibat negatif
  • Tidur bersama dengan bayi HANYA untuk ayah dan bundanya, bukan untuk selain mereka (apalagi pengasuh)
Tidur bersama bayi Anda dalam satu kasur memang bukan untuk semua orang, tapi lebih kepada pilihan dan gaya masing-masing keluarga. Sebagian besar memilih menunggu hingga bayinya berusia 6 bulan untuk memulainya. Mau mencoba atau ada pengalaman menarik? Yuk, bagikan komentar Anda ;)

Fakta Unik Tentang Bayi

Bagi ibu baru melihat fakta ini mungkin bingung atau bahkan ketakutan, kenapa dengan bayi saya? wajarkah? tenang mom. Seperti dilansir Mom & Kiddie, bayi yang balu lahir memang memiliki beberapa fakta unik tersendiri. Mulai dari ciri fisik yang unik hingga bentuk tubuhnya. Berikut fakta-fakta unik bayi yang baru lahir:


Ubun-ubun Berdenyut Saat bayi lahir,
ubun-ubunnya memang tidak langsung menutup. Di bawah ubun-ubun masih terdapat jaringan, seperti kulit, lemak, lapisan selaput pelindung otak hingga cairan otak. Karena itu, ubun-ubun lembek dan berdenyut. Kondisi kesehatan bayi juga bisa dilihat dari ubun-ubunnya. Jika ubun-ubun besar bayi melesak ke dalam atau cekung, itu menandakan bayi sedang kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Sebaliknya, jika fontanelnya menonjol dan makin tegang, dimungkinan ada peningkatan tekanan di dalam otak (intracranial), entah karena cairan otak bertambah, radang atau adanya pendesakan sesuatu.

Kulit Bayi Keriput
Kulit bayi baru lahir memang cenderung keriput dan kering dikarenakan kondisi struktur dan komponen kulit bayi baru lahir sudah lengkap, hanya saja kulit tersebut belum berfungsi dengan sempurna. Permukaan kulit bayi baru lahir mengandung lapisan yang disebut dengan verniks caseosa, yakni lapisan yang berfungsi sebagai pelindung kulit, dan akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Bayi Cenderung Tidur Terus
Bayi baru lahir butuh tidur 17-20 jam perhari dengan periode tidak lebih dari 5 jam, dan tak lebih dari 2 atau 3 jam waktu bangunnya. Bayi yang menyusu dari botol, tidur lebih lama dibanding yang diberi ASI karena bayi ASI lebih sedikit mendapat susu saat mengonsumsinya, sehingga perlu lebih sering menyusu. Bayi Sering Menangis Jika menangis sewajarnya bisa jadi bayi hanya haus, mengompol atau tak nyaman. Namun, jika si kecil menangis keras terus-menerus selama beberapa jam dan sulit ditenangkan, perlu diwaspadai. Cara mengatasinya adalah bayi disusui, digendong dan diayun lembut agar ia merasa tenang. Namun, jika belum berubah maka periksakanlah ke dokter.

Bayi Bernapas Tidak Teratur
Pernapasan tidak teratir pada bayi akan terlihat hingga usia berkisar 3 bulan. Irama pernapasannya kemudian menurun, menjadi lebih teratur. Bintik-bintik Putih di Wajah Bayi Bintik tersebut dinamakan milia dan tergolong normal. Pertumbuhan milia ini dipengaruhi hormon ibu yang masih terkandung dalam tubuh bayi. Milia adalah keringat dan kelenjar minyak yang membesar atau tersumbat di kulit dan biasanya akan menghilang setelah usia 3-4 bulan.

Mata Bayi Sering Belekan
Bangun tidur bayi Anda sering belekan?belek tersebut disebabkan oleh tersumbatnya saluran pembuangan air mata. Belek ini memang kerap terjadi pada bayi baru lahir dan tidak berbahaya. Kemunculannya pun hanya sedikit-sedikit tapi setiap hari. Anda bisa mengatasi belekan ini dengan pijat agar saluran airmatanya perlahan terbuka. Mulailah pijatan dari pangkal hidung ke arah hidung bayi (dari atas ke bawah) dengan perlahan.

Berat Badan Menurun
Berat badan bayi baru lahir akan turun selama tiga hari setelah dilahirkan dan biasanya sampai 10 persen dari berat badan lahirnya. Hal ini dapat terjadi karena bayi baru lahir lebih senang tidur daripada makan. Barulah di minggu kedua berat badan bayi akan bertambah. Kaki Bayi Menekuk Saat baru lahir, kaki bayi akan terlihat menekuk. Hal ini disebabkan bayi mengikuti posisinya ketika masih di dalam rahim. Namun seiring waktu posisi kakinya akan berubah menjadi lurus sebagaimana mestinya.

Tangan dan Kaki Bayi Dingin
Meskipun tangan dan kakinya dingin, bukan berarti bayi kedinginan yang terpenting adalah dada dan perutnya terasa hangat. Hal ini disebabkan karena aliran darah dalam tubuh bayi baru lahir diutamakan ke arah organ-organ tubuh yang penting dalam proses metabolisme tubuh terlebih dulu, misalnya, ke arah otak, paru-paru dan jantung. Baru setelah itu, aliran darah menuju ke organ tubuh lainnya dan tangan kaki paling akhir dialiri jadi wajar jika dingin. Membungkus tangan dan kaki bayi memang bisa mengatasi rasa dingin, namun jangan selalu membungkusnya karena kulit juga butuh bernapas.

Tali Pusat Puput
Tali pusat bayi baru lahir biasanya berwarna putih keabu-abuan, mengilat dan licin. Sesudah beberapa hari, tali pusat akan berubah menjadi hitam keungu-unguan, mengeriput dan mengecil. Pusat akan puput (lepas) dalam waktu 3-10 hari pascalahir dan lukanya akan kering dalam waktu 1 minggu.

8 Mitos Tentang Bayi yang Ketinggalan Zaman


Banyak petuah-petuah atau mitos tentang bayi yang dahulu diberikan orang tua tidak bisa lagi dipraktekkan di zaman sekarang. Beberapa fakta ini kini dianggap sudah ketinggalan zaman:

1. Bayi Tidur Nyenyak di Kamar Yang Tenang dan Gelap

Kenyataannya, anak-anak saat ini mudah tidur meskipun dilatari suara berisik dan sedikit cahaya. Ditambah, jika bayi melakukan kegiatan sebelum mereka tidur, biasanya mereka akan mudah tertidur dengan berbagai macam situasi.

2. Saat Bayi Panas, Kompres dengan Alkohol untuk Menurunkan Demam

Kenyataannya, memberikan kompres pada bayi dengan alkohol tidak akan menurunkan demam. Hal ini malah tidak aman karena alkohol bisa terserap melalu kulit.

3. Membiarkan Bayi Berdiri atau Lompat-lompat di Pangkuan Anda bisa Memendekkan Kaki Nantinya

Kenyataannya, bayi tidak akan memendek kakinya. Itu benar-benar mitos. Sebaliknya, bayi belajar untuk menyeimbangkan berat badan mereka dengan mencoba mencari pusat grafitasi. Jadi, membiarkan bayi berdiri dan lompat-lompat di pangkuan Anda akan menyenangkan dan membantu perkembangannya.

4. Mendengarkan Musik Klasik Meningkatkan IQ Bayi

Kenyataannya musik bisa memperkaya hidup si bayi, tapi tidak ada penelitian yang pasti kalau mendengarkan musik klasik bisa mendorong perkembangan otak.

5. Biarkan bayi Menangis. Menolong mereka bisa membuat manja.

Kenyataannya bayi usia 4 bulan hanya punya beberapa cara untuk menangis. Mereka tahu kapan mereka akan merengek dan manja, hanya itu saja. Jadi, mengangkat bayi saat menangis membantu mereka memahami kalau orang tua akan selalu ada saat bayi membutuhkan mereka.

6. Berbahaya Memberikan Imunisasi Saat Bayi Demam Atau Panas

Kenyataanya, demam kecil tidak akan menurunkan respon kekebalan tubuh pada bayi atau meningkatkan resiko reaksi berlebihan dari imunisasi.

7. Jangan Memberikan Krim Pelindung Matahari Pada Bayi di bawah Usia 6 Bulan

Kenyataannya, risiko kanker kulit bisa menimpa pada kulit yang terpapar matahari dan bayi Anda juga berisiko terkena. Akan sangat baik untuk menjauhi bayi dari sinar matahari pada jam-jam tertentu. Dengan memberikannya krim pelindung matahari yang mengandung SPF 15, Anda akan melindunginya dari risiko kanker kulit. Aplikasikan dengan jumlah sedikit pada wajah dan tangan bayi.

8. Penting Menjaga Botol dan Dot Bayi Tetap Steril

Anda hanya perlu mensterilisasi botol dan dot pada saat mereka dikeluarkan dari kotaknya. Setelah itu, mencucinya dengan sabun dan air sudah cukup karena bayi terekspos bakteri lebih banyak dari lingkungan mereka dibandingkan dari botol yang mereka pakai.

10 Fakta Tentang Bayi kuning

fakta bayi kuning

TabloidNakita.com - Kejadian kuning pada bayi baru lahir (BBL) cukup bulan sekitar 50-60% dan 75-80% pada bayi kurang bulan (BBLR). Berikut 10 fakta tentang bayi kuning:


1. Mayoritas bayi mengalami kuning

Banyak bayi mengalami kuning, baik yang lahir normal maupun prematur. Kejadian kuning pada bayi baru lahir (BBL) cukup bulan sekitar 50—60% dan 75—80% pada bayi kurang bulan (BBLR). Pada bayi normal, umumnya kadar bilirubin akan mengalami peningkatan di hari ke-2 sampai ke-3 dan mencapai puncaknya di hari ke-8 (terhitung semenjak bayi dilahirkan). Selanjutnya di hari ke-9 berangsur-angsur turun kembali menuju angka normal (10 mg/dL). Sedangkan pada bayi prematur, kadar bilirubin akan mencapai puncaknya di hari ke-14. Itulah mengapa, setelah pulang dari rumah sakit atau rumah bersalin, umumnya bayi disarankan menjalani pemeriksaan ulang pada hari ke-3 sampai ke-5 setelah kepulangan si bayi. Tujuannya untuk memantau kadar bilirubin sehingga dokter dapat memberikan tindakan yang cepat dan tepat bila terjadi peningkatan.

2. Peningkatan kadar bilirubin terjadi akibat belum sempurnanya fungsi hati pada bayi baru lahir
Umumnya, usia sel darah merah (eritrosit) adalah 120 hari. Pada bayi, usia sel darah merahnya ada yang lebih pendek, kira-kira 90 hari. Sel darah merah yang sudah tua ini mengalami pemecahan dan terurai menjadi zat yang disebut “heme” dan “globin”. Heme akan diubah menjadi biliverdin dan melalui proses selanjutnya diubah menjadi bilirubin bebas (indirek). Semestinya, sisa pemecahan ini (bilirubin indirek) diproses oleh hati bayi menjadi bilirubin direk yang larut dalam air dan melalui saluran empedu selanjutnya dibuang melalui usus besar serta bercampur dengan feses atau kotoran. Namun, saat lahir, hati bayi belum cukup baik untuk melakukan tugasnya. Akibat proses pengolahan yang tidak sempurna itulah yang menyebabkan kuning pada bayi

3. Ada bayi kuning fisiologis, ada pula bayi kuning patologis
Penyebab tingginya kadar bilirubin pada bayi dapat dikelompokkan menjadi dua yakni fisiologis dan patologis. Penyebab kuning fisiologis adalah peningkatan volume sel darah (eritrosit), usia sel darah yang pendek, dan belum sempurnanya fungsi hati dalam mengolah bilirubin. Kuning fisiologis ini umumnya akan sembuh sendiri seiring dengan semakin sempurnanya fungsi hati. Sedangkan kuning patologis, salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian golongan darah ibu dan anak. Yang paling sering terjadi bila ibu bergolongan darah  O sedangkan bayinya A atau B. Demikian pula dengan perbedaan rhesus antara ibu dan anak; si ibu memiliki rhesus positif sedangkan bayinya negatif. Terjadinya infeksi atau sepsis dan hepatitis juga merupakan pemicu tingginya kadar bilirubin. Khusus kuning patologis perlu dilakukan pemantauan karena umumnya kadar bilirubin mengalami peningkatan sampai hari ke-14 dan tidak akan turun dengan sendirinya. Biasanya juga diiringi gejala lain seperti demam dan berat badan bayi yang tidak mengalami peningkatan.

4. ASI dapat membantu menurunkan kadar bilirubin atau mengatasi bayi kuning
Hubungan antara pemberian ASI dan penurunan kadar bilirubin telah lama terbukti. Itulah mengapa, bayi kuning amat disarankan banyak menyusu ASI. Tingkatkan frekuensi menyusui  sekitar 10–12 kali dalam sehari. Patut diketahui, asupan cairan yang kurang (termasuk pemberian ASI) dapat menyebabkan kuning pada bayi. Ini biasanya tampak pada hari ke-3 sampai ke-5 dengan tanda penambahan berat badan yang minim dan urine berwarna pekat.

5. Batas kadar bilirubin pada bayi baru lahir harus terus dipantau
Pemeriksaan akan terus berlanjut selama kurun waktu 48 jam bayi di rumah sakit. Pada bayi cukup bulan yang sehat akan dilakukan pemeriksaan klinis untuk menentukan perlu tidaknya pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan klinis adalah pemeriksaan dengan mengamati  gejala-gejala yang muncul dan tampak di seluruh tubuh bayi. Pemeriksaan, menurut APP (The American Academy of Pediatrics), dilakukan oleh tenaga medis. Pemeriksaan klinis dapat meningkat menjadi pemeriksaan laboratorium bila terdapat gejala berikut:
* Kuning yang jelas secara klinis dalam 24 jam pertama kehidupan bayi.
* Peningkatan kadar bilirubin total yang lebih dari 5 mg/dL sehari.

* Kadar bilirubin total yang lebih dari 13 mg/dL dalam 4 hari pertama kehidupan bayi yang lahir cukup bulan.
 

6. Pentingnya pemantauan oleh ibu selama kurun waktu 48 jam setelah bayi berada di rumah
Ibu dapat memantau tingginya kadar bilirubin pada bayi dengan melihat tanda-tanda, seperti: 
* Warna kulit yang tampak kuning ketika ditekan beberapa detik dengan ibu jari. Kadar bilirubin kemungkinan di atas 14 mg/dL, jika bagian bawah tubuh (kaki) pun berwarna kuning. 
* Bagian putih di dekat bola mata juga tampak kuning. 
* Bayi tidur terus-menerus dan malas menyusu.

Segera bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
 

7. Berjemur di sinar matahari pagi tidak cukup untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi kuning

Buang anggapan berjemur di sinar matahari pagi dapat menurunkan kadar bilirubin secara efektif. Hal ini terkait dengan penyinaran dari sinar matahari yang hanya dapat dilakukan di pagi hari (pukul 07.00–08.00) dan itu pun tidak lama, hanya 15–20 menit.
 

8. Pada beberapa kasus bayi kuning diperlukan fototerapi
Salah satu cara efektif menurunkan kadar bilirubin yang tinggi pada bayi adalah dengan fototerapi. Rekomendasi yang telah disepakati untuk memulai fototerapi sesuai dengan AAP Guidelines (lihat bok).

Bayi yang sedang menjalani fototerapi tidak menggunakan busana sehingga sinar dapat merata ke seluruh permukaan kulit. Bagian mata akan ditutup agar tidak merusak retina mata. Penggunaan krim atau losion apa pun pada bayi tidak diperkenankan karena ada risiko terbakar.

9. Transfusi tukar dilakukan bila tidak memungkinkan lagi melaksanakan fototerapi
Transfusi tukar adalah suatu tindakan pengambilan sejumlah kecil darah yang dilanjutkan dengan pengembalian darah dari donor dalam jumlah sama, yang dilakukan berulang-ulang sampai sebagian besar darah penderita tertukar. Transfusi tukar disarankan bila kadar bilirubin mencapai 25—29 mg/dL pada bayi sehat, sedangkan pada bayi sakit dengan kadar bilirubin 17—23 mg/dL.

10. Kondisi bayi kuning yang dibiarkan dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan
Kadar bilirubin yang tinggi dan tidak diatasi segera, dapat menimbulkan risiko pada sistem saraf pusat. Gejala klinis yang ditemukan seperti mengantuk, refleks isap menurun, muntah, dan kejang. Dampak lebih lanjut adalah keterbelakangan mental, kelumpuhan serebral, gangguan pendengaran, atau kelumpuhan otot motorik mata.

20 Fakta Unik Tentang Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua




Tidak semua fakta mengenai bayi diketahui oleh masyarakat apalagi orangtuanya. Cari tahu fakta menarik apa saja seputar tingkah polah si bayi agar orangtua tidak terkaget-kaget.

Apapun latar belakang etnisnya, semua bayi dilahirkan dengan kulit yang berwarna agak merah muda akibat kulit bayi yang masih sangat tipis sehingga warna pembuluh darah terlihat.


ada beberapa fakta lain yang jarang diketahui masyarakat, yaitu:

1. Bayi yang baru lahir mengenali ibunya melalui suara yang didengarnya saat dilahirkan, sekitar 14 hari kemudian baru belajar mengenali suara ayahnya.

2. Bayi yang baru lahir selalu dilahirkan dengan mata biru, tapi warna ini bisa berubah dalam beberapa menit setelah kelahiran.

3. Wajah bayi berubah sangat cepat, biasanya wajah bayi akan terlihat sangat berbeda dalam beberapa hari.

4. Bayi laki-laki maupun perempuan lahir dengan sedikit payudara yang membengkak. Ini dikarenakan bayi menerima asupan hormon perempuan dari plasenta sebelum kelahiran.

5. Bayi hingga usia 6-7 bulan bisa bernapas dan menelan pada waktu yang bersamaan, sedangkan orang dewasa tidak bisa.

6. Bayi tidak memiliki keringat karena kelenjar keringatnya belum berkembang secara sempurna.

7. Sidik jari baru akan terbentuk saat bayi berusia 3 bulan.

8. Bayi yang baru lahir hanya terfokus pada obyek yang berjarak 25 cm dari hidungnya, diperkirakan itu adalah jarak dari payudara ibunya ke mata si bayi.

9. Bayi sering terlihat sedang tersenyum saat di USG, tapi proses kelahiran merusak suasana hatinya sehingga bayi jarang sekali tersenyum selama sekitar 1 bulan setelah kelahiran.

10. Tak peduli tanggal berapa bayi tersebut lahir, tapi di tanggal yang sama dia akan berbagi ulang tahun dengan sekitar 9 juta orang lain di seluruh dunia.

11. Saat kelahiran otak bayi terdiri lebih dari 10 juta sel saraf.

12. Rata-rata bayi tidak akan mengeluarkan air mata saat menangis hingga berusia 3-6 minggu.

13. Tangan kanan atau kiri yang akan dominan digunakan oleh bayi sudah ditentukan sejak usia kehamilan 10 minggu di dalam rahim.

14. Berat kepala bayi yang baru lahir sebesar seperempat dari total berat tubuhnya.

15. Bayi yang baru lahir tidak akan memiliki tempurung lutut, bayi akan mengembangkannya pada usia antara enam bulan sampai satu tahun.

16. Bayi memiliki indra penciuman yang sangat kuat, sehingga bayi mudah mengenali ibunya melalui penciuman sendiri.

17. Satu dari sepuluh bayi yang lahir memiliki setidaknya satu tanda lahir.

18. Bayi bernapas lebih cepat dari orang dewasa yaitu sekitar 30-50 kali dalam 1 menit, sedangkan orang dewasa sekitar 15-20 kali dalam satu menit.

19. Bayi sering merasa gugup atau takut pada jenis makanan baru. Untuk mengatasinya cobalah bermain-main sedikit dengan makanan tersebut atau meletakkan sedikit makanan pada jari telunjuknya.

20. Jantung janin mulai berdetak 3 minggu setelah pembuahan.

Tips For a First-Time Dad

by: Jackie G. Maxwell
 
So you're going to become a father. Now is not the time to panic. You've got lots of time to get used to the idea, before that new life you helped create, arrives to join your own. These tips for a first-time Dad will help you to survive the pre-baby and post-birth jitters.  

Be supportive of your partner during the pregnancy. Some women have a more difficult time than others, and the fluctuation of hormones can bring on everything from mood swings to what seems to be unreasonable irritation with you, and everything else. While you may not understand her moods, remember that they are transient, and weather them in whatever way works best for you both. She may be irritated, but would appreciate a simple gesture like flowers, a foot rub, or even a cup of tea without having to get up. You'll find your own paths to peace, as the pregnancy progresses. 

When the baby arrives, don't be upset if you don't fall in love immediately. You're excited to be a father, but often men think they are failing in some respect, when they don't feel the same overwhelming bond that a mother does. But you didn't carry another life inside you for nine months. So one of the best tips for a first-time Dad, is to give yourself time to love, and be loved back. 

Because you have been basically on the "outside" of things until the birth, you may not feel you're really an integral part of their life. Nothing could be further from the truth, because you are now a father, and with that comes all the responsibilities and worries that a mother has. 

Parenting isn't done alone, it's done together, with the two of you supporting each other, giving each other breaks from the routine and stresses, as well as taking pleasure in watching your child grow and thrive, together. 

Tips For a First-Time Mom

by: Jackie G. Maxwell
Having a baby can be one the most life-changing experiences there are. And not all those changes will be easy to cope with. Here are some tips for a first-time Mom, to help you get through the rougher times.  

The vast majority of women today, are working when they become pregnant. That means making a decision whether to stay home with the baby, or return to work. This is something you can consider during your pregnancy, weighing the pros and cons of your income, versus the benefits to this child, and any others to come in the future. If you decide to return to work, finding childcare ahead of time, will relieve you of the worries when your maternity leave is at an end. 

Women who do work full-time, often find themselves swamped in things that relate to the baby, whether it's their laundry, their nap schedules, or their feedings. At times it can seem like your whole life revolves around them, where it used to involve co-workers, friends and visits to family. 

One of the most valuable tips for a first-time Mom, is that you shouldn't give up your entire life to the new one that you're carrying. After the baby is born, you will be their primary caregiver, but you don't need to be tied to them every second. Make some time for you, whether it's a yoga class at night with Dad doing the babysitting, or a date out with your partner, and one of the grandparents spoiling the new arrival. 

It's important that you have a break from the constant focus of your everyday activities with the baby. This can include many at-home activities as well, like reading, quilting, or even crafts that you enjoyed before the birth. The baby will be just as happy watching you relaxed and involved in your hobby, as they would be if you were doing the laundry. 

You might even find a group for mothers at your church or local community center. Sharing tips for a first-time Mom with others, is one way of easing the pressures and worry of whether you are doing things right, and the time out, even with baby, will be a change in routine that you'll welcome! 

Baby Acne

by: Jackie G. Maxwell
One of the most common conditions a new mother may see on her infant, is baby acne. But while it is startling in so young a child, it's really not a serious issue, nor should you be overly concerned about the causes or cures. 

Some babies when born, may have small red bumps on their face. This is not baby acne, but something called “milia”, which usually disappears in a couple of weeks. On the other hand, the acne will appear around that same two week period, and show itself as small white heads, sometimes surrounded by red, irritated skin on the cheeks, chin, forehead and even the back. 

In teenagers and even adults, acne is blamed on hormones and excessively oily skin. To some extent this is true of infants also, with hormones transmitted through the placenta, often being blamed for the facial spots. However, science has no real idea of the cause, and there is normally no treatment for the few weeks a child will have it. 

Because the baby acne appears on areas of the face where they may have spit up, rubbed against sheets washed in harsh detergent, or drooled, it can become slightly aggravated, but that extra irritation will go away by changing your laundry soap, and wiping their face with a damp cloth when needed. 

It is not advisable to try home remedies such as creams or oil, as these will only irritate the skin further. As a rule, nothing more is needed than washing once a day with mild baby soap. In some cases where the baby acne appears to get significantly worse, your doctor may prescribe a cream or other medication. He will also check at the same time, to see if a breastfeeding mother is taking any medication that may have triggered the acne through her milk. 

The 5 Babysitter Commandments

by: Ispas Marin
 
Having a babysitter take care of your kids is sometimes a dangerous thing to do because the babysitter is the person that will be alone with your kid. Here are some ideas about your relationship with the babysitter. 

1. The babysitter should be encouraged by keeping the favorite foods on hand. That's because when you find a good babysitter, you should keep them happy, that's what most experienced parents say. Writing a thank you card once or twice a year would be a good idea too. 

2. If you can't handle daily errands and taking care of your kids you can hire a "mother's helper" to come play with your kids. Since you'll be in the house you can hire a less expensive babysitter that has less experience. 

3. Any sign that the child has been molested should be taken very seriously, terror of the babysitter or the demonstration of sexual behaivour while playing might be such a sign. Young adolescents might not understand the intensity of their sexual impulses as much as an adult does, that leading to the adolescent being tempt to explore with your child. Even so, child molestors come in every age, size or gender. 

4. If using the same babysitter regularly learning to express your desires in a concrete form would be a good idea. Otherwise, you might do just like other parents, and develop a resentment towards the babysitter and forget the fact that a simple request might be all it's needed. 

5. If you forget to remind your babysitter that the safety of your child is the main concern while he's in their care, the babysitter may get scattered among the responsibilities and forget the safety issues. 

That being said, hope you won't have any problems with the babysitter that takes care of your kids. Good luck!