POPULAR POST

Showing posts with label Playful Kiss 2. Show all posts
Showing posts with label Playful Kiss 2. Show all posts

Playful Kiss 2 episode 7


Seung Jo mencium rangkaian bunga mawar lalu mengembalikan rangkaian bunga itu pada Dokter Na(Seniornya Seung Jo). Seung Jo melihat penampilan Dokter Na ini dan berkomentar, "Senior, apa kau tidak berlebihan? 100 Mawar, Champagne, cincin, dan bahkan kau berdandan seperti seorang kurir." Dokter Na tertawa dan bilang bahwa Seung Jo ini tidak tau apa yang namanya percintaan dan Dokter Na juga bilang bahwa ulang tahun sang istri itu datang hanya sekali dalam satu tahun.

Seung Jo kembali bertanya, "Apakah istrimu ini menyukai hal yang kekanak-kanakan?" Dokter Na menjawab, "Lihatlah, Apakah ada seseorang yang tidak menyukai kejutan? Apakah kau tau bahwa wanita itu menyukai hal kekanak-kanakan seperti ini? Mereka akan terharu lalu menangis. Kau harus mencobanya suatu saat nanti." Seung Jo berfikir sesaat dan berkata, "Tidak perlu. Hal ini terlalu kekanak-kanakan." Dokter Na berkomentar, "Bocah ini benar-benar tidak mengetahui cara menyenangkan wanita. Man, aku ikut sedih pada Perawat Oh yang hidup bersamamu. Aku pergi dulu, sampai jumpa." Dokter Na pergi dan Seung Jo hanya terdiam.




Para Perawat sedang mengobrol dan bertanya pada Ha Ni, "Perawat Oh, tanggal 16 ini ulang tahunmu? Perawat Oh kau sungguh beruntung. Apa yang kau minta pada Dokter Baek Seung Jo? Minta dia untuk membelikan sesuatu yang mahal untukmu. Ah Hadiah seperti apa yang kau dapatkan dari Dokter Baek Seung Jo pada ulang tahunmu yang sebelumnya? Apa kau pernah mendapatkan suatu hadiah darinya?" Ha Ni kebingungan memikirkan apa yang Seung Jo pernah berikan padanya dan dia menjawab, "Ah 2 tahun yang lalu dia membuatkan aku pertanyaan untuk ujianku, tahun lalu dia membawaku menyetir." Seung Jo melewati tempat para perawat dan mendengar semua itu.

Seorang perawat kembali bertanya, "Perawat Oh, apakah kau pernah menerima bunga dari Dokter Baek?" Ha Ni kebingungan dan menjawab, "Hmm bunga? Seung Ji itu tipe yang pemalu." Ha Ni melihat Seung Jo yang berdiri di dekat ruang perawat dan dia menyapa Seung Jo dengan semangat, "Seung Jo! Ah Dokter Baek!" Seung Jo menatao Ha Ni sekilas lalu pergi. Perawat yang lain pun merasa kasihan pada Ha Ni karena Seung Jo selalu bersikap dingin pada Ha Ni.


Ha Ni pergi ke ruang perawatan dan melihat ada seorang pasien yang sangat berterima kasih pada Seung Jo. Ha Ni menghampiri Seung Jo untuk merapihkan pakaian Seung Jo dan bilang pada Seung Jo bahwa suaminya ini memang hebat. Seung Jo mengingatkan Ha Ni bahwa mereka ini ada di rumah sakit. Seung Jo lalu bertanya, "Kenapa kau ada di ruangan ini?" Ha Ni menjawab, "Kenapa? Aku juga perawat." Seung Jo mengingatkan Ha Ni agar fokus pada para pasien bukannya pada dia. Ha Ni berkomentar bahwa dia juga fokus pada para pasien.

Ha Ni bertanya pada Seung Jo, "Seung Jo apakah kau tau ada apa di tanggal 16?" Seung Jo berfikir sesaat dan menjawab, "Aku ada 2 operasi pada pagi hari dan aku ada jaga malam. Kenapa?" Ha Ni tersenyum terlihat kecewa dan bilang bahwa dia hanya penasaran karena melihat ada sebuah tanda di kalendernya Seung Jo dan dia berfikir bahwa itu adalah hari special. Seung Jo lalu bilang bahwa dia harus pergi ke ruangan gawat darurat.


Ha Ni dan Seung Jo pulang bersama dan mereka berhenti di depan lampu merah. Ada pasangan yang melintas dan membawa bunga. Seung Jo melihat bunga itu dan bertanya pada Ha Ni, "Apakah kau menyukai bunga juga?" Ha Ni menjawab dengan senyuman, "Tentu. Mana ada Perempuan yang tidak menyukai bunga. Semua wanita meninginkan menerima bunga dari seseorang yang mereka cintai." Seung Jo tersenyum mendengar jawaban Ha Ni lalu kembali menjalankan mobilnya.


Di rumah. Ibu Seung Jo bertanya, Apakah Ha Ni sudah memberi tahu masalah ulang tahunnya itu pada Seung Jo atau belum. dan Ha Ni bilang bahwa dia tidang mengatakan hal ini pada Seung Jo karena Seung Jo sangat sibuk hari itu dan dia tidak ingin mengganggu Seung Jo. Ibu Seung Jo tentu langsung mengomel dan bilang bahwa Seung Jo ini sangat keterlaluan karena tidak meningat ulang tahun Ha Ni dan bahkan Seung Jo belum pernah memberikan hadiah pada Ha ni,

Ibu Seung Jo mulai merencanakan hadiah apa yang di inginkan oleh Ha Ni. Seung Jo datang ke dapur dan mendengar kata-kata ulang tahun sehingga dia bertanya, "Ulang tahun? Apakah ini ulang tahunmu?" Ibu Seung jelas langsung marah, "Huh kau ini memiliki IQ 200 tapi mengapa tidak bisa mengingat hari penting seperti ulang tahun Ha Ni?" Seung Jo mejawab, "Itu karena aku tidak tertarik pada hal itu." Ha Ni tentu saja sangat kecewa mendengar hal itu. Ibu Seung Ji tentu kembali memarahi Seung Jo, "hey Baek Seung Jo kenapa kau begitu jahat! Kau tidak tertarik pada ulang tahun istrimu tercinta ini? Kita akan merayakan pesta ulang tahun Ha Ni pada tanggal 16, mengerti?"

Seung Jo bilang bahwa dia tidak bisa ikut karena dia dalam tugas jaga pada tanggal 16 dan Ulang Tahun Ha Ni bisa di rayakan tahun depan karena ulang tahun itu datang setiap tahun. Ha Ni sangat kecewa mendengar hal itu dan dia hanya bisa terdiam. Ibu Seung Jo kembali memarahi Seung Jo namun Ha Ni mencegahnya dan bilang bahwa dia baik-baik saja. Seung Jo pergi dari dapur dan berkata, "Dengarlah, dia bilang tidak apa-apa."


Seung Jo sedang mengerjakan tugasnya dan Ha Ni masuk kedalam kamar siap untuk tidur. Seung Jo bertanya, "Apakah kau ingin kita semua merencanakan ulang tahunmu dengan begitu menghebohkan?" Ha Ni menjawab, "Menghebohkan? Ah aku melakukan itu karena Ibu terlihat sangat bersemangat. Itu bukan karena aku kekanak-kanakan." Seung Jo kembali bertanya, "Lalu apa yang kau inginkan untuk pesta ulang tahunmu?" Ha Ni menjawab dengan tersenyum, "Pesta yang ada kita berdua." Seung Jo tetap fokus pada pekerjaannya dan bertanya, "Sudah kuduga. Lalu katakan padaku apa yang kau inginkan."

Ha Ni tersenyum senang dan berkata, "Suamiku yang tercinat tiba-tiba datang kehadapanku dan membawakan 100 bunga mawar dan akan berkata 'Kejutan!' Lalu akan makan malam di tempat yang pemandangannya sungguh indah. Oh ya lalu meminum wine yang kau pilih. Dan kau akan membawakan aku kue dengan lilin dan kau bernyanyi selamat ulang tahun untukku. Bukankah itu hebat?" Seung Jo tersenyum dan berkata, "Yeah bermimpi adalah hal yang bagus. Tapi apa yang harus kulakukan? Aku ada tugas jaga. " Ha Ni kembali kecewa dan berkata, "Aku mengerti. Aku tidur duluan." Diam-diam Seung Jo mencari Restaurant dengan pemandangan yang indah pada malam hari di Internet.


Seung Jo meminta pertukaran jaga pada Dokter Na namun Dokter Na tidak bisa karena pada tanggal 16 dia juga sudah ada janji dengan istrinya. Seung Jo meminta pertukaran jaga dengan dokter yang lainnya namun dokter itu kembali menolak karena dia ada kursus.

Seung Jo lalu mendatangi seorang juniornya untuk meminta pertukaran jaga. Juniornya itu tidak bisa karena harus membetulkan catatan untuk profesornya dan dia sudah mengerjakan catatan ini selama 3 hari namun belum selesai juga. Akhirnya Seung Jo rela mengerjakan tugas juniornya itu sementara Juniornya tertidur. Pagi hari Seung Jo menyelesaikan catatan itu dan bilang pada Juniornya bahwa dia sudah membuat semua catatan untuk semester ini. Junior Seung Jo itu tentu sangat kagum pada Seung Jo karena Seung Jo dapat menyelesaikannya hanya dalam satu malam saja.


Seung Jo datang ke sebuah toko bunga untuk membeli bunga mawar. Penjaga toko itu datang dan berkata, "Oh kau pasti ingin menyatakan perasaanmu. Mawar merah ni adalah arti dari gairah cinta. Kau pasti benar-benar mencintai pacarmu. Mawar putih ini artinya adalah cinta yang tulus, aku lihat kau ini tipe laki-laki yang gentle. Mawar pink ini artinya jaminan cinta. Mawar kuning ini artinya cinta yang sempurna. Mawar Orange ini artinya keinginan cinta..." Seung Jo lelah mendengar ucapan penjaga toko itu dan meminta agar dibungkuskan 100 mawar merah.


Ha Ni merayakan ulang tahun itu di rumah dan Ibu Seung Jo dan juga Bapa Seung Jo mengucpakan selamat. Eun Jo berkata, "Karena Kakakku tidak ada disni aku merasa sedih karena itu jadi aku akan menggantikannya mengucapkan selamat padamu." Ha Ni tersenyum pada Eun Jo dan mengucapkan terima kasih pada semuanya. Ibu Ha Ni masih saja kesal pada Seung Jo dan bilang bahwa Seung Jo ini keterlaluan karena tidak mementingkan ulang tahun Ha Ni. Bapa Seung Jo mencoba menjelaskan bahwa Seung Jo melakukan hal ini karena pekerjaannya. Ha Ni juga berkata bahwa dia baik-baik saja.

HP Ha Ni berbunyi dan itu telfon dari Seung Jo. Ibu Seung Jo senang mendengar hal itu dan bilang pada Ha Ni bahwa Seung Jo pasti menelfon untuk mengucapkan selamat. Ha Ni tersenyum lalu cepat-cepat mengangkat telfonnya.


Seung Jo sudah ada di depan rumah dengan mobil yang di hias balon dan dia berkata, "Hey Oh Ha Ni cepatlah keluar. Kita tidak memiliki perawat yang cukup banyak dalam ruang gawat darurat. Jadi cepatlah keluar." Seung Jo menutup telfonnya dan berkata, "Oh semua ini membuatku merasa jijik. Benar-benar perempuan...."


Seung Jo melihat ada seorang ibu yang hamil dan dia pun bertanya, "Apa kau baik-baik saja?" Ibu-ibu hamil itu bilang bahwa dia sepertinya mengalami kontraksi dan harus segera melahirkan. Seung Jo ikut panik dan mempersilahkan ibu itu untuk masuk kedalam mobilnya. Ibu itu melihat mobil Seung Jo dan berkomentar, "Apakah mobil ini tidak terlalu kecil?" Seung Jo berkata, "Tidak apa. Ini cukup, aku adalah dokter." Ibu itu pun berjalan masuk kedalam mobil di bantu oleh Seung Jo.

Ha Ni keluar dari rumah dan kaget melihat Seung Jo, "Ada apa ini?" Seung Jo menjawab, "Apa yang kau pikirkan? Kita harus segera pergi ke rumah sakit." Ha Ni mengerti dan langsung masuk kedalam mobil bersama Ibu hamil tersebut.


Di dalam mobil keadaan benar-benar menjadi ribut. Seung Jo meminta Ha Ni untuk menenangkan Ibu hamil tersebut namun Ibu itu tidak bisa tenang dan terus berteria bahkan dia menarik rambut Ha Ni dan bunga mawar yang sudah di siapkan oleh Seung Jo pun jadi hancur karena keributan di dalam mobil.


Semua yang sudah di siapkan oleh Seung Jo pun hancur. Ha Ni melihat sebuah dress di mobil Seung Jo dan dia melihat semua yang sudah di persiapkan oleh Seung Jo itu dan dia tersenyum senang karena itu artinya Seung Jo peduli padanya. Seung Jo menghampiri Ha Ni dan bilang bahwa Ibu itu sudah melahirkan dan anaknya lahir dengan sehat. Ha Ni merasa lega mendengar hal itu lalu dia bertanya, "Apakah dress ini hadiah ulang tahunku?" Seung Jo kaget di tanya seperti itu dan berkata, "Berbaliklah sebentar."

Seung Jo menyiapkan sesuatu lalu meminta Ha Ni untuk menghadap kearahnya. Ha Ni kaget saat melihat Seung Jo memberinya sebuah kue dengan lilin yang menyala di atas kue itu. Seung Jo berkata, "Aku ingin memberikan kejutan untukmu tapi kuenya kacau. Dan bunga yang aku beli hanya tersisa satu. Sekarang jam 11:59 pm ini tetap hari ulang tahunmu." Ha Ni menerima setangkai bunga mawar itu dan berkata, "Maafkan aku karena aku tidak menyadari perasaamu." Seung Jo tersenyum dan mencium Ha Ni.


Ha Ni lalu berkata, "Ah ada satu hal lagi. Nyanyikan lagu selamat ulang tahun lalu aku akan meniup lilin." Seung Jo tersenyum dan berkata, "Baiklah karena ini adalah ulang tahunmu." Seung Jo menyanyikan lagu ulang tahun untuk Ha Ni dan Ha Ni tiba-tiba memotong lagu itu, "Ah ulangi bagian kau menyebut Selamt Ulang Tahun cintaku." Seung Jo tersenyum dan bernyanyi kembali, "Selamat Ulang Tahun Istriku Tercinta." Ha Ni meniup lilin lalu memeluk Seung Jo senang.


THE END


- portal berita pada portalku.net -

Playful Kiss 2 episode 6


Seung Jo keluar dari rumah dan melihat Ha Ni di depan mobil sambil menempelkan SIM yang akhirnya di dapatkan oleh Ha Ni. Seung Jo berkomentar, "Itu seperti sesuatu yang dibanggakan setelah 8 kali gagal melewati tes." Seung Jo mencari kunci mobil dan ternyata kunci mobil ada di Ha Ni. Seung Jo meminta Ha Ni melemparkan kunci itu padanya namun Ha Ni tidak mau dan dia berkata, "Aku akan menyetir. Hari ini aku libur jadi tidak perlu ke rumah sakit." Seung Jo mendekat ke Ha Ni dan berkata, "Berhentilah bermain-main. Aku sangat sibuk hari ini." Ha Ni berkata, "Sudah kukatakan bahwa aku yang akan menyetir. Aku juga sudah punya SIM."


Akhirnya Seung Jo menyerah dan Ha Ni lah yang menyetir mobil. Seung Jo bertanya, "Kau tidak akan membuat kecelakaan untuk merayakan hari keberhasilanmu mendapatkan SIM kan?" Ha Ni berkata, "Tidak perlu khawatir. Aku cukup baik dalam menyetir jadi duduklah yang tenang dan bacalah buku itu. Aku akan membawamu dengan selamat ke rumah sakit." Seung Jo bertanya, "Apa kau tau jalan menuju rumah sakit?" Ha Ni menjawab, "Tentu saja."

Seung Jo berkata, "Hey pindah jalur." Ha Ni memutar stir secara mendadak dan Seung Jo langsung marah, "Hey nyalakan lampu sign terlebih dahulu!" Ha Ni mencoba menyalakan lampu tapi ternyata yang dia aktifkan adalah wiper. Ha Ni panik dan membuat Seung Jo marah-marah.

Seung Jo berkata, "Di depan tidak ada mobil, cepat berhenti disini." Ha Ni menghentikan mobil di tengah jalan dan Seung Jo kembali memarahinya, "Maksudku kau harus menghentikannya disi sisi jalan." Ha Ni mencoba menepikan mobil ke sisi jalan namun dia tidak berani dan itu membuat Seung Jo semakin marah-marah pada Ha Ni.


Ha Ni menepikan mobilnya disisi jalan dan Seung Jo langsung keluar dari mobil. Ha Ni ikut keluar dari dalam mobil. Seung Jo bertanya, "Apa kau belajar mendapatkan pendidikan menyetir hah?" Ha Ni menjawab, "Tentu saja. Aku mempelajarinya 20 jam." Seung Jo berkomentar, "Lalu kenapa kau hanya bisa mengendarai lurus hah? Jika aku membiarkanmu terus menyetir, kau akan membahayakan banyak orang." Ha Ni berkata, "Tidak. Ini hanya karena aku pertama kali menyetir jadi seperti ini. Kalau begitu kau harus mengajari aku bagaimana caranya menyetir." Seung Jo berkomentar, "Kalau aku mengajarimu, muskipun kita setiap hari latihan tapi tetap saja tidak akan cukup." Ha Ni dengan kecewa berkata, "Baiklah kalau begitu aku akan berlatih sendiri."

Seung Jo tiba-tiba berkata, "Tidak bisa disini. Kita cari tempat yang sedikit masyarakatnya." Ha Ni langsung tersenyum senang dan berkata, "Benarkah? Kemana kita akan pergi? Bagaimana dengan urusan rumah sakit?" Seung Jo tidak menjawab pertanyaan itu dan langsung masuk kedalam mobil untuk menggantikan Ha Ni menyetir.


Di dalam mobil, Seung Jo berkata, "Aku tidak ingin menjadi duda dalam waktu 1 tahun pernikahan." Ha Ni tersenyum seang dan menjawab, "Tentu saja aku akan melakukan yang terbaik." Ha Ni membuka atap mobil dengan ceria dan berteriak senang karena udaranya sedang sangat baik.


Ha Ni menyuapi Seung Jo makan jeruk dan Seung Jo mengajarkan Ha Ni cara menyetir mobil. Ha Ni terus menyuapi Seung Jo dan itu membuat Seung Jo kesal dan bertanya, "Hey apa kau sedang bermain-main? Apa kau tidak mendengarkan penjelasanku?" Ha Ni tertawa dan memakaikan kacamata pada Seung Jo dan terus menyuapi Seung Jo. Seung Jo pun lama-lama jadi tertawa melihat Ha Ni yang begitu ceria. Scarf yang di pakai Ha Ni terlepas dan Mereka pun langsung menghentikan mobil untuk mengambil scarf Ha Ni.


Scarf milik Ha Ni itu tersangkut di dahan pohon dan Seung Jo sulit mengambilnya. Seung Jo berkata, "Ini sulit. Kemarilah kau berlutut ." Ha Ni kebingungan dan berkata, "Hey aku ini perempuan." Seung Jo berkata, "Kalau begitu kita tinggalkan saja. Lagi pula itu tidak begitu bagus." Ha Ni menghentikan Seung Jo dan berkata, "Baiklah." Ha Ni membungkukan badannya agar Seung Jo dapat menaiki punggungnya dan mengambil scarf itu. Ha Ni ketakutan dan berkata, "Bagaimana jika tulangku patah?" Seung Jo tertawa melihat itu dan berkata, "Berdirilah."

Seung Jo membersihkan celana Ha Ni yang ada helaian daun lalu dia berkata, "Kau naik ke punggungku dan kau ambil scarf itu." Ha Ni senang dan langsung naik ke punggung Seung Jo. Seung Jo berdiri secara perlahan-lahan dan Ha Ni berteriak ketakutan. Seung Jo meminta Ha Ni segera mengambil scarf yang tersangkut itu namun Ha Ni ketakutan dan berkata, "Nanti saja nanti!" Seung Jo pun berjongkok dan Ha Ni langsung turun dari punggung Seung Jo dengan ketakutan.


Ha Ni menyetir mobil dan berkata, "Lihat aku baguskan mengendarai mobil ini." Seung Jo berkomentar, "Kau bisa mengendarainya karena jalanan di sini hanya lurus." Ha Ni tersenyum senang dan sengaja menyetir dengan zig-zag. Seung Jo ketakutan dan berkata, "Apa kau menganggap menyetir ini adalah lelucon? Kau membuat bunga-bunga di tepi jalan itu mati!" Ha Ni berteriak keluar, "Maaf!" Seung Jo bertanya, "Apa yang akan kau lakukan jika bunga-bunga itu adalah manusia?" Ha Ni kaget dan balik bertanya, "Kenapa kau mengatakan hal seperti itu?"

Ha Ni secara tiba-tiba menginjak rem dan Seung Jo berkomentar, "Kau bisa membuat leherku ini patah! Jangan menyetir lagi." Ha Ni berkata, "Tidak. AKu tadi melihat sesuatu di depan. Guru yang mengajariku menyetir berkata bahwa aku bagus dalam menyetir." Seung Jo berkata, "Dimana kau belajar? Minta kembali uang pembayarannya." Ha Ni kesal dan berkomentar, "Huh tidak seperti kau yang tidak memberikan perhatian padaku saat melakukan tes." Seung Jo berkata, "Kau melakukannya lebih dari sekali. Aku khawatir anak kita akan memiliki otakmu." Ha Ni tersinggung mendengar itu dan berkata, "Turun dari sini! Kau sepertinya tidak peduli jika aku hamil!"


Ha Ni turun dari mobil dan itu membuat Seung Jo panik. Seung Jo mengendarai mobilnya dan menyusul Ha Ni yang berjalan. Seung Jo terus membujuk Ha Ni untuk naik kedalam mobil namun Ha Ni terus menolak. Ha Ni tiba-tiba berkata, "Ada anak anjing!" Seung Jo kaget dan mobilpun tersangkut di solokan pinggir sawah.


Mobil mereka mogok dan Ha Ni berkata, "Bagaimana bisa kau tiba-tiba memutarkan stir? Aku pikir aku seharusnya tidak belajar menyetir darimu. Kau bisa membunuh banyak orang." Seung Jo kesal di katakan seperti itu dan berkata, "Ini semua karena kau berkata bahwa ada anak anjing." Ha Ni tertawa dan berkomentar, "Dan kau percaya? Wow sungguh keajaiban mobil Baek Seung Jo tersangkut ke solokan pinggir sawah." Seung Jo berkata, "Jangan pernah kau bermain-main lelucon yang berbahaya seperti itu lagi." Ha Ni menjawab kesal, "Aku mengerti."

Seung Jo tersenyum dan berkata, "Tapi walaupun begitu hari ini aku sangat menikmatinya." Ha Ni senang dan berkata, "Aku juga. Lain kali aku akan benar-benar menyetir da membawamu." Seung Jo berkomentar, "Baiklah, lain kali yang masih sangat lama. Kau boleh melakukan itu setelah mendapatkan pelajaran dariku." Ha Ni benar-benar senang dan langsung merangkul lengan Seung Jo.


Seung Jo berkata, "Pasang sabuk pengaman!" Ha Ni memasangkannya dengan cepat. Seung Jo kembali berkata, "Turunkan rem tangan." Ha Ni mengerti dan langsung melakukannya lalu berteriak, "Ayo pergi!" Mobil pun mulai berjalan mundur dan ada mobil derek yang menarik mobil mereka.



- portal berita pada portalku.net -

Playful Kiss 2 episode 5


Suara Ha Ni : Baek Seung Jo sebagai dokter di rumah sakit dan aku menjadi perawat. Itulah bagaiamana aku memulai kehidupanku di rumah sakit yang aku impikan. Bagaimanapun juga walaupun kami ada di rumah sakit yang sama namun sangat sulit untuk bersama Seung Jo karena Seung Jo sangat sibuk.

Ha Ni datang ke rumah sakit dan melihat Seung Jo yang sedang berjalan bersama dengan beberapa dokter dan juga pasien. Ha Ni senang dan langsung menyapa Seung Jo, "Seung Jo yah!" Seung Jo menatap Ha Ni sebentar lalu berjalan pergi bersama dengan para dokter lainnya dan ia tidak mempedulikan Ha Ni sama sekali.

Ha Ni kecewa melihat itu dan dia menatap barang yang di bawanya lalu berkata pelan dalam hati. "Seung Jo sudah lima hari tidak pulang ke rumah...."


Seorang perawat datang ke meja khusus para perawat dan dia berkata, "Dokter Baek Seung Jo sudah diamati selama 10 jam ditambah dengan adanya operasi kemarin dan dia berhasil melewatinya dengan sangat baik." Perawat lainnya berkomentar, "Ya terlihat seperti itu sepanjang hari. Sepertinya dia ini benar-benar khusus untuk melakukan operasi. Bahkan beberapa dokter senior mencoba untuk menjadikan dia sebagai muridnya." Ha Ni ikut mendengar pembicaraan itu dan tersenyum senang karena suaminya sedang di bicarakan hal yang baik.

Seorang perawat menatap Ha Ni dengan tatapan tidan suka dan dia mulai berkomentar, "Aku tidak tahu bagaimana mereka akan mengambil banyak waktu itu untuk melihat seseorang yang kehilangan suaminya di rumah sakit." Perawat lainnya berkomentar, "Lingkaran hitam matanya membuat dia terlihat seperti Panda, tapi bagaimana bisa dia tetap terlihat begitu tampan? Tapi tetap wajahnya terlihat tak bertenaga. Huh seseorang seharusnya merawat suaminya." Ha Ni jelas kesal merasa disindir oleh para perawat lainnya.

Seorang perawat bertanya pada Ha Ni, "Hey perawat Oh, sebagai istri dari Dokter Baek Seung Jo apakah kau tidak pernah merawat kesehatannya?" Ha Ni mengeluarkan tas khusus makanan untuk Seung Jo dan berkata, "Ini adalah ginseng dan kacang ginkgo. Ini nutrisi dan dipenuhi oleh ber-ton ton cinta. Makan siang khusus yang di buat olehku untuk Dokter Baek Seung Jo ku. Baiklah aku permisi sebentar." Para perawat yang lainnya hanya terdiam mendengar penjelasan Ha Ni.


Ha Ni membawa makan siang khusus Seung Jo itu dan mulai mencari Seung Jo ke ruang khusus. Ha Ni melihat ada dokter lainnya dan dia berkata, "Permisi dokter, apakah kalian melihat Dokter Baek?" Ternyata dokter itu tidka melihat Seung Jo. Ha Ni berjalan di lorong rumah sakit dan bertemu dengan seorang Dokter lalu dia kembali bertanya, "Apa kau melihat dokter Baek?" Lagi-lagi dokter itu mengatakan bahwa dia tidak melihat Seung Jo.

Ha Ni pergi ke taman dan berkata, "Jika dia tidak di rumah sakit lalu dimana keberadaannya di dunia ini?" Ha Ni melihat Seung Jo dan dia dengan terburu-buru menuruni tangga untuk menemui Seung Jo. Karena teruru-buru, Ha Ni kehilangan keseimbangannya dan akan terjatuh. Seung Jo panik melihat itu dan langsung menangkap Ha Ni sehingga mereka berdua terjatuh dan yang terluka adalah Seung Jo.

Ha Ni panik melihat Seung Jo yang tidak membuka matanya. Ha Ni berteriak-teriak histeris, "Hey Baek Seung Jo buka matamu! Buka matamu Baek Seung Jo"


Akhirnya Seung jo di bawa ke rumah sakit. Ha Ni sangat khawatir dan terus memegang tangan Seung Jo dan berkata, "Jangan mati! Kamu tidak boleh mati! Apa kau tau sebarapa besar aku mencintaimu? Kamu tidak boleh mati!"


Seung Jo di masukan kedalam kamar perawatan. Seung Jo maish belum sadar dan Ha Ni pun berdia pada Tuhan, "Tuhan... Kumohon aku benar-benar meminta padamu. Kumohon selamatkan Seung Jo ku."

Seorang dokter yang akan memeriksa keadaan Seung Jo datang dan Ha Ni dengan oanik langsung bertanya, "Dokter... Ini bukan hal yang berbahaya kan? Dia tetap belum bangun, apa yang harus kita lakukan? Apa yang terjadi? Kumohon jujurlah." Asisten dokter berkata dengan ketus, "Tidak pernah ada yang meninggal hanya karena keseleo pergelangan kaki." Ha Ni kaget mendengarnya dan bertanya, "Tapi mengapa dia belum bangun juga?" Dokter menjawab, "Dia terjatuh dan mengenai benda yang keras. Dan lagi dia hanya tertidur nyenyak karena dia selama ini kurang tidur dan nutrisi."

Ha Ni sangat berterima kasih pada dokter yang sudah memerika Seung Jo. Dokter itu lalu berpesan, "Dokter Baek akan istirahat beberapa hari. Mengapa kau tidak mencoba memberikan dia perhatian yang lebih ekstra?" Ha Ni langsung menjawab, "Tentu saja. Aku Perawat Oh Ha Ni akan membuatnya segera pulih."


Seung Jo terbangun dari tidurnya karena suara Oh Ha Ni yang berisik makanya dia berkata, "Sangat berisik. Bisakah kau biarkan aku tertidur tenang?" Ha Ni senang melihat Seung Jo sudah bangun dan dia langsung berteriak kencang, "SEUNG JOOOO!!"


Perawat mulai bergossip dan berkata, "Aku dengar Dokter Baek di rawat karena ada retak tulang. Dia tidak akan beraktifitas untuk 2 minggu." Tentu saja perawat yang lain langsung senang karena itu kesempatan mereka untuk merawat Seung Jo dan lebih dekat dengan Seung Jo. Ha Ni datang dan berkata, "Tidak perlu khawatir. Aku yang akan merawat Pasien Baek Seung Jo." Tentu perawat yang lain tidak senang dan berkata, "Perawat Oh Ha Ni, harusnya kau memisahkan urusan kerjamu dan urusan pribadimu." Ha Ni berkata, "Aku sudah meminta izin dari Perawat Soo. Jadi jangan ada yang mendekati kamar Pasien Baek Seung Jo."


Ha Ni masuk ke kamar Seung Jo dan bilang bahwa dia akan mengecheck suhu Seung Jo. Seung Jo diam saja saat Ha Ni memasukan alat pengukur suhu tubuh ke mulutnya.

Beberapa jam kemudian Ha Ni kembali masuk kedalam kamar Seung Jo dan berkata, "Hari ini akan ada 2 suntikan." Seung Jo bertanya, "Bagaimana dengan kondisiku? Apa kau melaporkannya dengan benar?" Ha Ni menjawab, "Berbaliklah. Ini hanya retak yang sederhana, lalu apa yang harus aku laporkan?" Seung Jo bertanya, "Hey apakah suntikanmu itu tetap sakit?" Ha Ni mengeluarkan suntikannya dan langsung menyuntikannya ke Seung Jo yang berteriak kesakitan.

Ha Ni kembali ke kamar Seung Jo dan Seung Jo bertanya, "Baru saja kau keluar dan kini kau sudah datang kembali?" Ha Ni dengan ceria berkata, "Kita perlu mengganti perbanmu."


Ha Ni kembali ke kamar Seung Jo dan lagi-lagi Seung Jo keheranan, "Apakah kau tidak bergilir mengunjungi pasien yang lain? Apakah kau tidak pulang ke rumah?" Ha Ni menunjukan bekal yang di pegangnya dan berkata, "Ayo makan bersama. Aku akan merawatmu 24 jam hingga kau sembuh. Tenang lah, aku akan menjadi tangan dan kakimu."

Ha Ni menawari untuk menyuapi Seung Jo dan Seung Jo langsung berkata, "Hey aku dapat makan sendiri. Kenapa kau seperti ini? Yang sakit itu kakiku." Ha Ni berkata, "Pasien harus mendengarkan apa yang di katakan oleh perawat. Makanlah." Seung Jo pun mulai makan dan di suapi oleh Ha Ni. Ha Ni benar-benar ceria dan berkata, "Bagus. Kau makan dengan sangat baik. Kau ingin makan dengan apa lagi?" Seung Jo berkata pelan, "Telur itu."


Ha Ni keluar dari ruangan kamar Seung Jo dan dia bertemu dengan seorang dokter yang membawa grafik pasiennya Seung Jo dan Seung Jo harus memeriksanya. Ha Ni langsung berkata, "Tidak! Dokter Baek sedang dalam masa perawatan jadi dia harus stabil keadaannya." Dokter itu berkata, "Dokter Baek hanya retak tulang kaki dan dia tentu saja bisa memeriksa semua ini." Mereka berdua berdebat lama dan akhirnya Ha Ni berkata, "Berikan grafik itu padaku dan aku akan memberikannya pada dokter Baek."


Sepanjang malam Ha Ni masih ada di rumah sakit dan dia sengaja memeriksa grafik milik pasiennya Seung Jo. Ha Ni mengomel saat melihat grafik itu, "Mengapa tulisan dokter itu seperti ayam? Sangat sulit di baca. Ah haruskah aku menayakan hal ini pada perawat Soo?"


Dokter yang membawa grafik itu tiba-tiba datang ke kamar Seung Jo dan membawa grafik pasien Seung Jo yang telah di periksa Ha Ni lalu dia berkata, "Apakah kau memberontak karena aku memintamu yang kini seorang pasien untuk melakukan pemeriksaan ini?" Seung Jo kebingungan dan bertanya, "Senior, apa maksudmu?" Dokter itu memperlihatkan grafik itu pada Seung Jo dan berkata, "Lihatlah ini. Ini benar-benar kacau. Satu-satunya yang benar itu hanya tanda tanganmu!" Seung Jo bertanya, "Kapan kau memberikan ini?" Dokter itu menjawab, "Aku menitipkannya pada Perawat Oh Ha Ni... Oh Tughn apakah ini Perawat Oh yang melakukannya?" Seung Jo terlihat tertawa mengetahui hal ini.

Dokter itu lalu berkata, "Saat kau pingsan, dia terus berkata bahwa dia tidak dapat hidup tanpamu. Dia benar-benar gila karena mengatakan akan ikut mati jika kau mati. Baiklah aku mengerti bahwa kau sekarang ini adalah pasien." Seung Jo tersenyum dan berkata, "Bagi Oh Ha Ni semua ini benar." Dokter itu lalu berkata, "Dokter Baek kau sepertinya membutuhkan pekerjaan yang berbeda dan kehidupan pribadimu." Seung Jo langsung memotong kata-kata dokter itu dan berkata, "Senior biarkan grafik ini aku akan memeriksanya kembali."


Ha Ni masuk ke ruangan Seung Jo dan kaget saat melihat Seung Jo sedang memeriksa grafik pasien. Ha Ni langsung melarang Seung Jo bekerja dan Seung Jo bertanya, "Ini semua kau yang lakukan bukan? Apa yang kau pikirkan hah? Untuk catatan pasien ini hanya aku yang dapat melakukannya! Sebagai perawat, Bagaimana mungkin kau bisa tidak bijaksana seperti ini?" Ha Ni menjawab, "Aku bertanya pada Perawat Soo dan aku berusaha memberikan yang terbaik. Sekarang semua orang mengandalkanmu dan kau bisa sakit kembali. Aku hanya ingin kau beristirahat sebentar. Aku hanya ingin kau merasa nyaman. Maafkan aku. Aku hanya mencobanya.... tapi ternyata aku membebanimu kembali."

Ha Ni mulai menangis dan Seung Jo bertanya, "Kenapa kau menangis?" Ha Ni menjawab, "Tidak peduli seberapa keras aku berusaha tapi aku tetap tidak memenuhi syarat untuk menjadi istrimu." Seung Jo menggenggam tangan Ha Ni dan berkata, "Baiklah aku minta maaf. Kalau begitu aku juga sama, aku tidak dapat melindungimu saat kau terjatuh itulah sebabnya aku berbaring disini. Aku juga tidak memenuhi syarat untuk menjadi suamimu, benar bukan? Terima kasih Oh Ha Ni."


Seung Jo berkata dalam hati, "Aku belajar hal baru setelah di rawat seperti ini, pelajaran yang aku dapat itu adalah perasaan sebagai pasien. Dan istriku tercinta ini menjadi perawat yang sesungguhnya."

Ha Ni berkata dalam hati, "Tidak peduli apa yang aku lihat, aku pikir Seung Jo menjadi sehat karena kekuatan cintaku."


- portal berita pada portalku.net -

Playful Kiss 2 episode 4


Ibu Seung Jo, Seung Jo, Ha Ni, dan Eun Jo sedang berkumpul di ruang tengah. Eun Jo tiba-tiba bertanya, "Ji Soo Noona akan kembali?" Seung Jo juga ikut bertanya, "Go Ji Soo? Apakah dia sudah kembali?" Ibu Seung Jo menjawab, "Ya. Dia sedang berlibur sehingga dia akan datang kemari. Dia mengatakan bahwa dia sedang di bandara beberapa saat yang lalu, dia akan sampai kemari secepatnya."

Ha Ni yang tidak mengetahi siapa itu Ji Soo pun bertanya, "Ji Soo? Siapa dia?" Eun Jo menjawab, "Seseorang. Jika dia tidak pindah ke luar negeri maka kaka iparku mungkin bukan Oh Ha Ni tapi Ji Soo Noona!" Ibu Seung Jo jelas langsung memarahi Eun Jo, "Apa yang kau katahui hah Baek Eun Jo? Kau bahkan masih menggunakan popok pada saat itu. Ji Soo itu dulu tinggal di daerah kami. Dia sudah seperti kaka adik dengan Seung Jo dan Eun Jo. Ji Soo akan terus mengikuti Seung Jo kemanapun dan Eun Jo akan mengikuti Ji Soo kemanapun. Mereka bertiga ini sangat lucu bersama. Dan seluruh tetangga sering membayangkan bagaimana jika Seung Jo dan Ji Soo menikah..." Ibu Seung Jo berhenti berbicara karena dia sadar bahwa dia salah berbicara dan dia mencoba mencairkan suasana dengan tertawa, "Hahaha tenang saja dia sudah lama tidak di Korea jadi dia tidak akan merebut Seung Jo."

Ibu Seung Jo lalu mengatakan bahwa Ji Soo ini satu tahun lebih muda dari Ha Ni jadi Ibu Seung Jo berharap Ha Ni akan baik dan akrab dengan Ji Soo. Ha Ni tersenyum senang dan berkata, "Aku sedikit gugup karena dia lebih muda dariku. Seujujurnya aku berharap memiliki adik perempuan dari pada adik laki-laki." Ibu Seung Jo terlihat senang mendengar hal itu. Suara bel berbunyi dan Eun Jo langsung berkata, "Itu pasti Ji Soo Noona."


Eun Jo membukakan pintu dan Ji Soo pun masuk kedalam rumah dan langsung memeluk Ibu Seung Jo. Ibu Seung Jo berkata, "Wow kau tumbuh tidak seperti yang ku bayangkan." Ji Soo tersenyum dan bertanya, "Apa kau baik-baik saja?" Seung Jo berdiri dan menyapa Ji Soo. Ji Soo sangat senang melihat Seung Jo dan langsung memeluk Seung Jo, "Oppa aku sangat merindukanmu." Ha Ni kaget melihat Ji Soo yang tiba-tiba memeluk Seung Jo apalagi Ji Soo juga tiba-tiba mencium pipi Seung Jo.

Ibu Seung Jo memisahkan Ji Soo dan Seung Jo lalu berkata, "Ji Soo, ini adalah istri Seung Jo, Oh Ha Ni." Ji Soo memberi salam dan berkata pada Ha Ni, "Unnie aku ingin sekali bertemu denganmu. Bagaimana caramu merayu Oppa Baek Seung Jo ku ini? Aku benar-benar ingin tau. Jadi kau harus menceritakannya padaku, baik?"

Ji Soo memeluk Seung Jo dan berkata, "Oppa setiap hari aku memimpikanmu, Apa kau tau itu? Dimana kamarmu Oppa? Ayo kesana." Ha Ni benar-benar kesal melihat sikap Ji Soo yang selalu menempel dengan Seung Jo.


Saatnya makan bersama. Ji Soo datang dan meminta maaf karena tidak membantu Ha Ni menyiapkan makanan. Ha Ni berkomentar, "Tidak apa-apa. Bagaimanapun juga kau tamu disini." Ha Ni menarik kursi hendak duduk di samping Seung Jo namun Jo Soo sudah lebih dulu duduk di kursi Ha Ni tersebut. Ha Ni jelas kesal dan terlihat bahwa Ibu Seung Jo dan Seung Jo juga kaget melihat Ji Soo yang duduk di tempat Ha Ni. Akhirnya Ha Ni pun duduk di kursi samping Eun Jo.

Saat Seung Jo akan makan, Ji Soo memberikan daging pada sendok Seung Jo dan meminta Seung Jo untuk memakan itu. Seung Jo tidak enak untuk menolak hingga akhirnya dia mencobanya. Ha Ni yang melihat itu jelas sangat-sangat kesal. Ji Soo tiba-tiba berkata, "Aku tau sekarang Unnie. Kau duluan yang mendekati Oppa Seung Jo ku ini kan?" Eun Jo yang menjawab, "Tentu saja dia yang mengejar Hyung." Ji Soo memeluk lengan Seung Jo dan berkata, "Jika aku tau hal itu maka aku tidak akan melepaskan Oppa Seung Jo ku ini semudah itu. Aku harusnya membuat dia menjadi milikku sebelum aku pergi keluar negeri."

Ha Ni kesal mendengar hal itu dan berkata dalam hati, "Apa yang dia katakan hah? Bagaimanapun juga Seung Jo kini suamiku. Huh dia terus memanggil 'Seung Jo Oppa ku, Seung Jo Oppa ku.' Bukankah dia ini cukup berbahaya?"


Ibu Seung Jo mendekati Ha Ni dan berkata, "Ha Ni jangan khawatir. Dia selalu begitu, terlalu ramah pada orang lain." Ha Ni berusaha tersenyum dan menjawab, "Ah tidak apa-apa Ibu."


Ha Ni duduk di atas tempat tidur dan Seung Jo masuk ke kamar lalu bertanya, "Bukankah dia lucu?" Ha Ni menjawab, "Huh? Ah ya dia cantik dan memiliki tubuh yang bagus. Dan dia terlihat sangat percaya diri sekali di depanmu Seung Jo." Seung Jo berkomentar, "Dia sudah lama sekali di daerah ini dan dia terlihat seperti perempaun sekarang ini. Jangan sampai kau menganggapnya sebagai sainganmu atau apapun. Jangan membandingkan dirimu dengan dia atau nanti kau akan bingung." Ha Ni jelas sangat kesal mendengar Seung Jo yang terlihat membela Ji Soo.

Seung Jo kembali berkata, "Berbuat baiklah selama dia ada disini, mengerti?" Ha Ni langsung berbaring dan bberkata dalam hati, "Benar. Dia itu hanya seperti adik perempuan. Tapi bagaimanapun juga kenapa aku merasa aneh dan cemas?" Ha Ni bingung sendiri dan langsung menutup dirinya menggunakan selimut dan tentu itu membuat Seung Jo bingung juga.


Ha Ni menunggu di luar kampus untuk menunggu kelasnya Seung Jo berakhir namun Seung Jo belum keluar juga sehingga dia meninggalkan pesan suara, "Seung Jo sepertinya kelasmu berakhir telat. Ayo kita makan di Restaurant Papah. Dia menyiapkan menu baru. Dia bilang bahwa ini sangat populer sehingga aku harus mencicipinya bersamamu. Aku ada di depan perpustakaan saat ini. Aku akan menunggumu."

Pada akhirnya Ha Ni pulang sendiri karena Ji Soo meninggalkan pesan, "Bisakah kau meminjamkan Seung Jo Oppa untuk hari ini saja?" Lalu Seung Jo juga meninggalkan pesan, "Kita dapat memakan mie nanti. Tapi jika kau benar-benar penasaran dengan menu baru itu maka kau pergi saja ke Restaurant Papah. Sampaikan pada Papah penyesalanku"

Ha Ni terus berjalan sendirian dan berkata, "Seung Jo itu bukan sebuah barang, lalu mengapa aku harus meminjamkannya? Seung Jo adalah suamiku dan aku istrinya. Tunggu... Apakah aku cemburu sekarang ini? Apa yang salah denganku? Dia hanya pergi keluar bersama perempuan yang lebih muda yang sudah seperti adik. Ya ya itu tidak benar. Bahkan kami sudah berjanji cinta kita di depan banyak orang. Oh ini benar-benar sangat lucu."


Saat Ha Ni sedang melipat pakaian, Ji Soo datang menghampirinya dan tiba-tiba berkata, "Dibadingkan dengan laki-laki lain, Oppa Seung Jo ku ini baik dalam berciuman, benar bukan?" Ha Ni kaget mendengar hal itu dan menjawab, "Hmm Seung Jo adalah satu-satunya jadi aku tidak memiliki perbandingan." Ji Soo berkomentar, "Kau naif! Aku sudah mencobanya beberapa kali saat di luar negeri dan aku pikir tidak ada yang sebaik Seung Jo Oppaku ini. Ciuman pertama ku itu dengan Seung Jo Oppa. dan aku yakin itu juga ciuman pertama bagi Seng Jo Oppa. Kau sungguh beruntung Unnie dapat bersama dengan Seung Jo Oppa yang pinter berciuman. Sudah aku pergi tidur duluan. Selamat malam." Ji Soo pergi dan itu membuat Ha Ni kesal sekali.


Saat malam, Ha Ni membuat kegaduhan di tempat tidur dan itu membuat Seung Jo kesal dan bertanya, "Apakah kita bisa tidur?" Ha Ni ingin bertanya sesuatu namun dia tidak jadi bertanya. Seung Jo yang bertanya, "Apa?" Ha Ni pun memberanikan diri bertanya, "Kamu... Ciuman pertamamu..." Seung Jo mendengar kata ciuman itu seperti kata "Chucky" sehingga dia bertanya, "Chucky? Film Horror itu?" Ha Ni kebingungan dan menjawab, "Ya film itu menyeramkan." Seung Jo bertanya, "Apa kau bermimpi itu?" Ha Ni tidak mendengarkan pertanyaan Seung Jo dan memilih tertidur.


Pagi-pagi Ha Ni turun ke dapur dan melihat Ji Soo yang sedang memasak sarapan untuk Seung Jo. Ji Soo berkata, "Selamat pagi unnie. Kau harusnya tidur lah sebentar lagi, aku akan memasak sarapan untuk Seung Jo Oppa ku . Oppa sangat menyukai Ommelet jadi aku membuatnya." Ha Ni tiba-tiba merebut piring Ji Soo dan berkjata, "Ini pekerjaanku." Ha Ni dan Ji Soo saling berebut piring dan itu membuat omelete itu jatuh ke kepalanya Eun Jo. Ha Ni dan Ji Soo pun kaget melihat hal itu dan Eun Jo tentu merasa kesal.


Saat Ha Ni berjalan ke kamarnya, dia kaget mendengar ada suara seseorang di dalam kamarnya. Ha Ni masuk ke kamar dan kaget saat melihat ada Ji Soo yang sedang berbaring di kasurnya sambil melihat album foto. Ha Ni bertanya, "Apa yang kau lakukan disini?" Ji Soo menjawab dengan santai, "Seung Jo Oppa ku sedang ada di kamar mandi." Ha Ni benar-benar kesal dan berkata, "Aku tanya sedang apa kau disini? Ini kamar kami! Aku mengerti bahwa kalian berdua dekat tapi ini sudah salah! Kumohon keluarlah."

Ji Soo berkata, "Unnie kau ini adalah istri Seung Jo Oppa lalu kenapa kamu harus gugup begitu?" Seung Jo datang ke kamar dan bertanya, "Ada apa ini?" Ji Soo menjawab, "Aku hanya penasaran dengan kamar pengantin kalian. Maafkan aku Unnie, aku tidak tahu jika kau tidak suka." Ji Soo langsung pergi dari kamar itu.


Ha Ni mencoba menjelaskan namun Seung Jo sudah kesal duluan, "Apa lagi salah paham yang terjadi sekarang ini? Apa kau cemburu pada adik perempuan seperti dia? Kau ini benar-benar..." Seung Jo pergi meninggalkan Ha Ni yang kecewa.


Seung Jo menghampiri Ji Soo di taman rumah dan meminta maaf namun Ji Soo berkata, "Tidak apa-apa. Ini bukanlah salahmu Oppa Seung Jo." Ji Soo bertanya, "Oppa, aku benar-benar tidak mengerti mengapa kau bisa menyukai Oh Ha Ni. Walaupun aku pergi keluar negeri tapi yang selalu aku pikirkan itu kau Oppa. Dan saat aku mendengar berita bahwa kau menikah, apa kau tau seberapa besar aku terkejut? Apa kau benar-benar menyukai Unnie? Apa ini bukan hanya rasa kasihan?"

Ha Ni mendengar pembicaraan Seung Jo dan Ji Soo tadi. Ha Ni berkata, "Jika kau begitu menyukainya maka seharusnya kau tidak pergi ke luar negeri! Bagaimana mungkin kau bisa berpisah dengan orang yang kau suka untuk waktu yang lama?Jika itu aku maka aku tidak akan pernah pergi ke luar negeri. Tidak akan pernah! Kemana aku akan pergi jika tanpa Seung Jo? Bagaimana mungkin aku pergi? Aku bahkan tidak pernah membayangkannya! Jika aku tidak melihat Seung Jo untuk sehari saja aku merasa akan mati. Aku benci sabtu, minggu, dan liburan karena aku tidak dapat melihat Seung Jo. Kamu... Apa mungkin kamu dapat merasakan perasaan itu?"

Ji Soo berkata, "Itu yang kau rasakan Unnie. Aku bertanya apa yang di rasakan oleh Oppa Seung Jo." Ha Ni kebingungan dan menatap Seung Jo yang hanya diam. Ha Ni merasa malu karena dia sendiri tidak tahu apa yang Seung Jo rasakan dan Ha Ni pun langsung berlari pergi.

Seung Jo berkata, "Itu benar. Aku tertarik padanya. Kekuatannya saat dia tidak dapat berbuat apa-apa dan menjadi cemburu, aku suka kekuatan milik Ha Ni itu." Seung Jo pergi meninggalkan Ji Soo yang kebingungan.


Ha Ni duduk termenung di tangga jalan. Seung Jo datang dan menyelimuti Ha Ni dengan sweethernya. Seung Jo mendekati Ha Ni dan berkata lembut, "Baby Oh Ha Ni, apa yang kau lakukan disini?" Ha Ni menjawab, "Aku hanya takut kehilanganmu. Apa aku ini terlihat menyedihkan?" Seung Jo berkata, "Hey kau gadis yang menyedihkan ayo pergi."

Ha Ni berdiri dari duduknya dan Seung Jo berkata, "Aku memilihmu. Baek Seung Jo memilih Oh Ha Ni. Kau adalah satu-satunya untukku."


- portal berita pada portalku.net -