POPULAR POST

Showing posts with label mitos. Show all posts
Showing posts with label mitos. Show all posts

Mitos Dan Fakta Penyakit Maag



PORTALKU.NET- Penyakit maag bisa terjadi pada siapa saja, tergantung kondisi atau asupan makanan dan minuman yang tidak dijaga dan sembarangan / berlebihan. Banyak sekali mitos dan fakta yang berkembang di masyarakat mengenai penyakit maag, seperti apa? Mari simak selengkapnya.

Mitos Pertama:

Penderita maag tidak boleh berpuasa. Faktanya adalah: Tidak semua gangguan maag menjadi halangan untuk seseorang berpuasa, tergantung jenis dan parahnya penyakit maag tersebut. Terdapat 2 jenis penyakit ini, yaitu maag fungsional dan maag organik. Pada maag fungsional, lambung dan usus dua belas jari dalam keadaan normal tetapi fungsinya terganggu. Maag fungsional ini berhubungan erat dengan faktor psikis. Sedangkan pada maag organik terjadi kelainan anatomis, seperti luka pada lambung atau usus duabelas jari. Berpuasa dengan benar, tidak akan mengganggu fungsi lambung maupun usus. justru, dengan berpuasa yang benar, berbagai manfaat dapat diperoleh, seperti awet muda, tubuh bugar, penurunan kadar kolesterol darah, dsb.

Mitos kedua:

Sakit maag hanya penyakit ringan sehingga tidak perlu penanganan serius. Faktanya adalah: Sakit maag tidak boleh diremehkan. Terkadang sakit maag dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius, misalnya luka lambung yang parah. Penyakit maag yang parah bahkan dapat menyebabkan penderitanya pingsan! Tidak jarang pula penyakit maag terkait dengan kanker lambung, sehingga harus diatasi dengan serius. Gangguan berupa nyeri yang hebat disertai muntah dapat mengakibatkan dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh). Lebih gawat jika pada lambung yang mengalami radang terjadi pendarahan, sehingga suatu saat si penderita bisa saja muntah darah. Sakit maag juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit lain seperti bronkitis, asma, migren, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) terutama saat asam lambung naik ke tenggorokan (reflux).

Mitos Ketiga:

Minum susu bisa membuat maag kambuh. Faktanya adalah: Ada penderita yang mengeluh maag-nya kambuh setelah minum susu, sementara ada yang tidak merasakan apa-apa. Ada pendapat yang mengatakan bahwa susu tinggi lemak maupun tinggi kalsium akan membuat penyakit maag kambuh. Sebenarnya hal ini masih menjadi perdebatan. Penderita maag boleh minum susu apa saja. Namun sebelum mengkonsumsi susu sebaiknya minum air putih terlebih dahulu. Beberapa peneliti menganjurkan susu kedelai yang mengandung tinggi isoflavon sangat baik untuk penderita maag. Peneliti Jepang bernama Nagata mengungkapkan bahwa salah satu fungsi isoflavon bagi tubuh adalah mengurangi gejala maag. Isoflavon dalam kadar tinggi dapat memperbaiki lapisan lambung yang mengalami iritasi, sehingga fungsi lapisan lambung dapat kembali membaik dan sistem imun pada lambung pun meningkat.

Mitos Keempat:

Jeruk nipis membuat maag kambuh dan perut perih. Faktanya adalah: Meskipun terasa asam, air jeruk nipis sama sekali tidak membuat lambung perih. Selain menyegarkan, jeruk nipis juga mengandung khasiat. Rasa asam buah ini bersifat basa di dalam lambung dan akan membantu menetralisir asam lambung. Jadi sama sekali tidak menyebabkan penyakit maag kambuh. Rasa asam jeruk nipis berbeda dengan rasa asam buatan yang menyebabkan sakit perut, terutama jika diminum dalam keadaan perut kosong. Dengan sifat dasarnya yang basa, jeruk nipis dapat membantu penyeimbangan Ph di dalam sistem tubuh. Bukan hanya itu, jeruk nipis juga mengaktifkan liver dalam proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh,

Mitos Kelima:

Jangan makan yoghurt karena rasa asamnya akan menimbulkan gejala maag. Faktanya adalah: Yoghurt masih aman bagi mereka yang menderita maag. Rasa asam yoghurt tidak akan merangsang produksi berlebihan asam lambung dan meningkatkan iritasi pada lambung. Dalam literatur dikatakan bahwa salah satu manfaat yoghurt adalah justru mengobati sakit maag, menyembuhkan luka pada dinding lambung. Para peneliti melaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition bahwa mengkonsumsi yoghurt yang mengandung bakteri menguntungkan, lactobacillus dan bifidobacterium, secara signifikan dapat menurunkan jumlah Helicobacter Pylori. Demikianlah Mitos Dan Fakta Mengenai Penyakit Maag yang mungkin masih dipercaya oleh beberapa masyarakat kita, jadi sebaiknya mulailah hidup sehat dan tidak mengkonsumsi apapun secara berlebihan. Semoga bermanfaat!

- portal berita pada portalku.net -

8 Mitos Tentang Bayi yang Ketinggalan Zaman


Banyak petuah-petuah atau mitos tentang bayi yang dahulu diberikan orang tua tidak bisa lagi dipraktekkan di zaman sekarang. Beberapa fakta ini kini dianggap sudah ketinggalan zaman:

1. Bayi Tidur Nyenyak di Kamar Yang Tenang dan Gelap

Kenyataannya, anak-anak saat ini mudah tidur meskipun dilatari suara berisik dan sedikit cahaya. Ditambah, jika bayi melakukan kegiatan sebelum mereka tidur, biasanya mereka akan mudah tertidur dengan berbagai macam situasi.

2. Saat Bayi Panas, Kompres dengan Alkohol untuk Menurunkan Demam

Kenyataannya, memberikan kompres pada bayi dengan alkohol tidak akan menurunkan demam. Hal ini malah tidak aman karena alkohol bisa terserap melalu kulit.

3. Membiarkan Bayi Berdiri atau Lompat-lompat di Pangkuan Anda bisa Memendekkan Kaki Nantinya

Kenyataannya, bayi tidak akan memendek kakinya. Itu benar-benar mitos. Sebaliknya, bayi belajar untuk menyeimbangkan berat badan mereka dengan mencoba mencari pusat grafitasi. Jadi, membiarkan bayi berdiri dan lompat-lompat di pangkuan Anda akan menyenangkan dan membantu perkembangannya.

4. Mendengarkan Musik Klasik Meningkatkan IQ Bayi

Kenyataannya musik bisa memperkaya hidup si bayi, tapi tidak ada penelitian yang pasti kalau mendengarkan musik klasik bisa mendorong perkembangan otak.

5. Biarkan bayi Menangis. Menolong mereka bisa membuat manja.

Kenyataannya bayi usia 4 bulan hanya punya beberapa cara untuk menangis. Mereka tahu kapan mereka akan merengek dan manja, hanya itu saja. Jadi, mengangkat bayi saat menangis membantu mereka memahami kalau orang tua akan selalu ada saat bayi membutuhkan mereka.

6. Berbahaya Memberikan Imunisasi Saat Bayi Demam Atau Panas

Kenyataanya, demam kecil tidak akan menurunkan respon kekebalan tubuh pada bayi atau meningkatkan resiko reaksi berlebihan dari imunisasi.

7. Jangan Memberikan Krim Pelindung Matahari Pada Bayi di bawah Usia 6 Bulan

Kenyataannya, risiko kanker kulit bisa menimpa pada kulit yang terpapar matahari dan bayi Anda juga berisiko terkena. Akan sangat baik untuk menjauhi bayi dari sinar matahari pada jam-jam tertentu. Dengan memberikannya krim pelindung matahari yang mengandung SPF 15, Anda akan melindunginya dari risiko kanker kulit. Aplikasikan dengan jumlah sedikit pada wajah dan tangan bayi.

8. Penting Menjaga Botol dan Dot Bayi Tetap Steril

Anda hanya perlu mensterilisasi botol dan dot pada saat mereka dikeluarkan dari kotaknya. Setelah itu, mencucinya dengan sabun dan air sudah cukup karena bayi terekspos bakteri lebih banyak dari lingkungan mereka dibandingkan dari botol yang mereka pakai.

5 Mitos & Fakta tentang Jerawat

Mitos 1: Mencuci wajah lebih sering akan membantu membersihkan jerawat.

Fakta:
Jerawat tidak disebabkan oleh kotoran. Bertentangan dengan apa yang mungkin telah Anda lihat dalam iklan, pori-pori tidak disumbat dari atas ke bawah oleh “kotoran”.
Sebaliknya, dinding pori-pori yang saling menempel jauh di dalam kulitlah yang menyebabkan pembentukan jerawat.
Bukannya mencegah jerawat, sering mencuci wajah justru akan membuat pori-pori teriritasi dan menyebabkan pori-pori menjadi tersumbat. Kain untuk lap wajah bisa menambah parah iritasi.
Langkah terbaik ketika mencuci wajah adalah cucilah dengan lembut dan cukup dua kali dalam sehari.

Mitos 2: Stres bisa menyebabkan jerawat.

Fakta:
Stres mungkin berefek pada hormon dan secara teori bisa menimbulkan jerawat. Namun, penyebab jerawat bisa lebih kuat daripada kondisi stres setiap hari.
Beberapa obat psikiatris mungkin bisa menyebabkan jerawat sebagai efek samping, tetapi stres itu sendiri bukanlah masalah besar.
Lebih baik gunakan waktu untuk menentukan program yang tepat untuk mengobati jerawat daripada merasa bersalah karena stres.

Mitos 3: Masturbasi atau seks bisa menyebabkan jerawat.

Fakta:
Ini merupakan gagasan kuno yang berasal pada awal abad ke-17 untuk mencegah anak-anak muda melakukan hubungan seks pranikah dan tentu saja ini tidak berdasarkan pada bukti ilmiah.
Penjelasan yang lebih masuk akal adalah bahwa tingkat androgen (hormon seks pria) yang tinggi bisa menyebabkan peningkatan dorongan seksual.
Sedangkan tingkat androgen yang tinggi dihubungkan dengan kasus jerawat yang parah.
Jadi, tingkat androgen yang tinggi yang berkaitan dengan jerawat, bukan karena peningkatan keinginan melakukan aktivitas seksual.

Mitos 4: Matahari akan membantu menghilangkan jerawat.

Fakta:
Matahari bisa membantu dalam jangka pendek untuk mempercepat pembersihan jerawat yang ada saat memerahkan kulit wajah, sehingga menyamarkan warna merah akibat jerawat.
Namun, terbakar karena matahari sebenarnya merusak kulit. Sangat penting untuk mencegah kerusakan pada kulit wajah ketika mencoba menghilangkan jerawat.
Paparan matahari bisa menyebabkan iritasi kulit yang membuat jerawat menjadi lebih buruk.

Mitos 5: Ada kaitan antara diet dengan jerawat.

Fakta:
Intinya diperlukan penelitian lebih lanjut akan hal ini. Kita tahu bahwa orang-orang pada jaman dulu tidak ada satupun yang mengalami masalah jerawat.
Hal ini sangat kontras dengan banyaknya masalah jerawat di masyarakat moderen.
Hal ini membuat kita harus merenungkan pertanyaan apakah diet masyarakat jaman dulu memberikan kontribusi untuk kulit yang bebas dari jerawat?
Menemukan cara diet untuk mencegah jerawat merupakan tantangan masa depan. Tapi yang pasti kehidupan moderen sangat berbeda dari nenek moyang kita.
Nenek moyang kita adalah pemburu sehingga kita tidak mungkin meniru pola makan mereka.

Mitos-mitos Tentang Jerawat

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang bisa membuat bad mood para penderitanya. Bagaimana tidak, jerawat bisa sangat mengganggu penampilan kita karena wajah jadi terlihat kotor akibat bentuk jerawat yang bulat-bulat. Jerawat tidak saja muncul di wajah, ternyata jerawat juga bisa muncul di leher, dada dan punggung. Kok bisa ya? Iya bisa-bisa saja, karena jerawat di sekitar punggung dan dada biasanya terjadi akibat faktor pola hidup yang kurang bersih. Misalnya saja karena jarang mandi atau jarang mengganti baju.

Sekarang ini, mengatasi jerawat kini bisa dilakukan dengan pergi ke dokter kulit atau ke tempat scin care. Namun tidak seikit pula mereka yang memilih untuk menggunakan cara-cara tradisional dalam mengatasi jerawat seperti meminum jamu dan menggunakan masker buah-buahan. Nah, jika Anda tertarik untuk melakukan perawatan jerawat, sebaiknya Anda mengetahui dulu seluk-beluk mengenai jerawat terutama mitos-mitos mengenai jerawat, agar Anda bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Mau tahu apa saja mitos-mitos mengenai jerawat? Simak pembahasan berikut ini.

1.    Hanya remaja yang bisa memiliki jerawat.
Duh ini hanya mitos ya. Jerawat tidak hanya bisa dialami oleh remaja, namun mereka yang berumur 30 tahun keatas juga bisa lho mengalami jerawat. Ada beberapa hal yang perlu diingat mengenai jerawat, pertama, jerawat adalah proses penyumbatan minyak, sel kulit mati dan bakteri si pori-pori kulit. Kedua, faktor jerawat ada beberapa macam yaitu faktor hormon, faktor usia, faktor mentruasi, makanan, cuaca dan gaya hidup. Jika para remaja mengalami jerawat akibat sebum yang aktif berproduksi, mereka yang berusia 30 tahun ke atas biasanya cenderung karena faktor tidak cocok dalam penggunaan pil KB, stress atau pola hidup yang kurang bersih.

2.    Jerawat bisa menular.
Pernah kah Anda diasingkan oleh teman-teman akibat Anda jerawatan? Lalu kemudian mereka bilang karena takut ketularan jerawatan? Aduh, it’s totally wrong ya Ladeis. Jerawat tidak bisa menular karena jerawat bukan sebuah virus. Jerawat adalah masalah kulit yang diakibatkan oleh penyumbatan minyak di pori-pori kulit. Jerawat pun terjadi bisa akibat karena faktor kebersihan diri. Jadi jangan beranggapan bahwa jerawat bisa menular ya.

3.    Pasta gigi untuk mengobati jerawat
Apakah Anda pernah mendengar soal hal ini? Ternyata ini hanya mitos lho Ladies. Pasta gigi ternyata tidak bisa mengobati jerawat. Hal ini dikarenakan pasta gigi banyak mengandung senyawa yang bisa merusak kulit. Memang benar bahwa kandungan triklosan mampu mengobati jerawat karena merupakan senyawa antibakteri. Begitu pula sama halnya dengan kandungan menthol yang mampu mengecilkan jerawat. Namun ladies, kandungan tersebut berbobot lebih kecil ketimbang senyawa lainya sehingga sangat berbahaya jika digunakan untuk kulit. Nah setelah Anda mengetahui beberapa mitos tentang jerawat, semoga hal ini bisa membantu Anda untuk lebih bijak mengambil keputusan ya. Semoga bermanfaat!